Ali_Baros Menurut saya ini yg prinsipil: "Pemimpin adalah manusia pilihan Tuhan, bukan pilihan manusia, karenanya untuk mengaktualkan kepemimpinan ilahiah ini, masyarakat mesti bersandar pada pesan-pesan Tuhan dalam memilih pemimpin, seperti : alim, adil, mampu mengatur masyarakat, dan sebagainya. Artinya, orang yang memenuhi karakteristik yang dibuat Tuhanlah yang pantas untuk dipilih menjadi pemimpin dan ditaati..."..
Karena itulah kita harus mentafakurkannya lagi apakah tetap mempertahankan "VOTING ata ISTIKHARAH (kalo tidak keberatan ada oretan saya di politikana ttg VOting atau Istikarah'' ..Implementasi Istkhara ini tidak mesti langsung sholat Istikharah krn kita harus intropeksi dengan wadah diri kita sendiri..Selain itu, utk melakukan Istikharah itu sendiri kita harus meminta petunjuk dr yang ahli..Dan orang yang ahli ini juga, harus kita seleksi..ULAMA YANG MANA..?
22 Oktober 2010 11:29:46