mbah joebir Salam kenal kembali kang Semar.
Yogya sbg "Cagar Budaya dan Politik Kerajaan" Indonesia" tentu harus dilatarikan di lingkungan istana. Tapi sebagai bagian dari NKRI, Yogya juga mesti mereformasi diri agar tidak hilang ditelan perubahan yang begitu kuat dan cepat melindas segalanya. Semuanya tentang bagaimana manusia (individu, masyarakat, bangsa) mampu menciptakan kesejahteraan di bumi dan di langit. Kan yang namanya "raja" atau "sultan" atau "gubernur" atau "presiden" perhatiannya mesti ke bawah terus (karena sudah di paling atas posisinya) --bukannya ke ujung hidung atau perutnya saja. Kalau tidak..., lenyap pun gak masalah asalkan manusianya masih mampu mengaktualisasikan semua potensinya utk meraih hidup lebih baik lagi.
Lho.... malah spt wejangan. Nuwun sewu nggih mas Semar. Selamat berkarya terus dan berbagi pengetahuan di P. :)
01 April 2011 15:00:57