Tembok-tembok putih istana itu semakin kusam saja. Pesan yang keluar dari sana juga menyiratkan kegalauan dan pembelaan diri. Tidak ada yang tegas, semua kembali ke laptop dialog. Langkah yang sudah terlalu mudah dibaca oleh lawan-lawan politik, sekaligus membuat aparat keamanan kebingungan dalam menerjemahkan sikap di lapangan.