Masalahnya, bukan pada butir hadits itu. Tetapi pada tafsir atas teks. Dan masalah yang lebih besar adalah ketika tafsir itu dipaksakan kepada orang lain yang berbeda mazhab. Dan itu rupanya sudah menjadi karakter mazhab mereka yang “beragama Agama” dari dulu sampai kini, dan mungkin esok..... Wallahu a’lam bishawab...