Penilaian Berita

Kwee Hin Houw, Generasi Terakhir Sin Po (1) • penulis: Rusdi Mathari, 09 Februari 2010 00:35:50 • 2 Komentar

Belakangan Kek Beng malah mengontrak rumah di Cicendo, Bandung. Persis di depan markas Kempetai. “Ayah saya ingat pepatah Tionghoa ‘Kalau tak bisa menghindari macan duduklah di hidung macan’,” kata Houw. Di rumah itulah, Kek Beng bersama istri dan empat anaknya termasuk Houw tinggal selama pendudukan Jepang dan lolos dari hukuman mati.

Smart menilai tulisan: Menarik +1
(09 Februari 2010 01:01:35)
Wonggantenk menilai tulisan: Menarik +1
(09 Februari 2010 03:31:51)
Paul Oneil Simon menilai tulisan: Bagus +1
(09 Februari 2010 03:34:42)
ndableg menilai tulisan: Menarik +1
(09 Februari 2010 06:29:28)
Apprayo menilai tulisan: Menarik +1
(09 Februari 2010 07:10:23)
Harlan Eryandi menilai tulisan: Bagus +1
(09 Februari 2010 08:24:03)
kinanthi menilai tulisan: Bagus +1
(09 Februari 2010 09:21:33)
yusro menilai tulisan: Menarik +1
(09 Februari 2010 09:56:43)
Ibnu Muslim menilai tulisan: Menarik +1
(09 Februari 2010 10:39:05)
sawung menilai tulisan: Inspiratif +1
(09 Februari 2010 10:52:58)
Red-White Eagle menilai tulisan: Menarik +1
(09 Februari 2010 12:41:11)
jamur menilai tulisan: Bagus +1
(09 Februari 2010 15:31:49)
MFH menilai tulisan: Bagus +1
(09 Februari 2010 17:52:27)
Olas menilai tulisan: Menarik +1
(09 Februari 2010 18:34:30)
bona menilai tulisan: Menarik +1
(09 Februari 2010 22:38:52)
MR menilai tulisan: Menarik +1
(10 Februari 2010 12:41:16)
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »