11 Komentar Tulisan

Si Marhaen & Si Marsam • penulis: Patria Gintings, 03 Februari 2012 12:31:48 • Bagus +2

Sejarah pemikiran politik Indonesia mengenal istilah kelompok Marhaen yang dimunculkan oleh Soekarno, berdasarkan hasil dialognya dengan seorang petani bernama Marhaen di Bandung. Nama itu menjadi sinonim dengan orang-orang kecil (petani dan buruh) yang terus ditekan kesejahteraannya oleh sistem ekonomi yang tidak adil. Dulu kelompok Marhaen dianggap sebagai kelompok masyarakat terbanyak di Indonesia. Sekarang yang serupa dengan Marhaen adalah 30,2 juta orang penduduk miskin dan 27 juta penduduk

Menampilkan 1 - 11 dari 11 komentar.
The Crow  @Patria Gintings:

Marhaen = low class
Marsam = middle class

What do you call the high-class, the jetset socialite, and the corruptors? Marjuki?
03 Februari 2012 12:45:00
pradaksina [pembatasan impor sekaligus penguatan produksi pangan dan memperbanyak alokasi anggaran pembangunan adalah contoh yang bisa dilakukan Negara bila memang ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya]

Impor dibatasi, produk2 China menghilang. Harga barang naik. Si Marhaen dan Marsam gak mampu lagi beli HP dan Buah buat gizinya?
;))
03 Februari 2012 14:41:00
boiga  @pradaksina: eh.. ;)
03 Februari 2012 15:46:00
GusBushTom perkuat sektor riel dan sokong soko guru perekonomian. Titik! Hatta mode on :)
03 Februari 2012 17:05:00
PakBodong Patria Ginting :
Penjelasan yang singkat, padat, sederhana tapi berisi. trimakasih .
Dan bersiap siap saja sebab 120 juta dari 134 juta Marsam akan turun menjadi Marhaen karena kenaikan BBM dan Pangan.
03 Februari 2012 17:40:00
Patria Gintings  @The Crow: haha let's just call them si Makmur
04 Februari 2012 02:40:00
Patria Gintings  @pradaksina: yg ptg produksi dalam negeri buat brg primer dan beberapa brg sekunder ditingkatkan. Jaga juga mafia harga
04 Februari 2012 02:41:00
Patria Gintings  @PakBodong: sama2. Emg serem nih nunggu keputusan harga BBM sm pangan
04 Februari 2012 02:42:00
pradaksina  @Patria Gintings: Dari konsumen berubah jadi produsen itu butuh waktu. Katakan saja 5 tahun.

Selama 5 tahun orang2 dibiarin kelaparan?
09 Februari 2012 11:47:00
Patria Gintings  @pradaksina: penitikberatan jadi produsen bukan berarti konsumsi ditiadakan sm sekali
09 Februari 2012 12:05:00
pradaksina  @Patria Gintings: Maksud saya, orang Indonesia sudah kadung terbiasa jadi konsumen barang murah China. Mulai dari peniti sampai HP.

Kalau impor mendadak distop, tentu akan muncul shortage besar2an, dan harga2 akan melambung. Mungkin orang Indonesia akan bisa memproduksi barang2 tsb sebagai substitusi, tetapi ini butuh waktu. Bikin pabrik peniti aja butuh waktu lebih dari 1 tahun, dan belum pasti harganya bisa semurah produk China.

Nah, selama delay waktu ini, orang miskin harus hidup bagaimana? Harga2 melambung. SI Marsam yg kelas menengah pun bisa ngedrop jadi Marhaen, karena tidak mampu beli barang.
09 Februari 2012 12:18:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »