42 Komentar Tulisan

BENARKAH SOEHARTO PERNAH DIGAMPAR? • penulis: hendijo, 31 Januari 2012 18:18:07 • Menarik +5

Sebuah peristiwa yang tak pernah benar-benar terkuak

Menampilkan 1 - 30 dari 42 komentar.
boiga [menggampar balik]
-
mungkin sekarang kawilarang sedang menggamparnya disana.. :D

salam, kang @hendijo
31 Januari 2012 20:32:00
pras Sdh meninggal, nggak elok lg diomongin.
Ngomongin yg msh hidup sj.
31 Januari 2012 22:32:30
as  @pras: benar. mari kita ngomongin yang masih hidup saja. contoh paling relevan dan kontekstual serta mendesak, misalnya, bagaimana caranya biar ada yang bisa menggampar presi... sebentar, maksud saya, vokalis no.1 republik indonesia :D
31 Januari 2012 23:15:00
as Back to the topic.

Omong soal almarhum mantan presiden HAJI MUHAMMAD soeharto, versi lebih shock-nya bisa didapatkan lebih jauh di buku berjudul "Soebandrio: Kesaksianku tentang G-30S/PKI"

:)
31 Januari 2012 23:20:00
Maximillian  @pras:

namanya juga sejarah Oom....
31 Januari 2012 23:29:00
The Crow Somebody slap that SBY and wake him up!!!!
01 Februari 2012 07:15:00
The Crow  @hendijo: [penggamparan itu bermula dari kekesalan Kawilarang yang mengetahui Soeharto berusaha menyelundupkan sebuah mobil rampasan via pelabuhan setempat] My late grandmother, who was a close friend of Tien Soeharto, told me this story once. She also told me that Soeharto organized lots of smuggling activities (including opium) not merely to enrich himself but to raise his own private army and he used the profit to ensure their welfare and thus buying their loyalty.
01 Februari 2012 07:20:00
Coulrophobia  @The Crow:

[Somebody slap that SBY and wake him up!!!!]

NO ! Slap him and put him to bed forever !!!
01 Februari 2012 08:02:00
hendijo  @boiga: halo bung...ngomong2 tempatmu ciputatnya di mana sih? aku sering ke arah sana kemarin2...mkn bisa mampir bentar nanti.trim
01 Februari 2012 09:17:00
hendijo  @pras:
waduhhh, padahal baru saja saya mau nulis tentang Gajah Mada yang digampar Hayam Wuruk gara-gara Perang Bubat :D....Ya maklumlah saya cari makan dari orang-orang yang sudah meninggal hehe

01 Februari 2012 09:20:00
hendijo  @as:
kalo begitu bagaimana kalau kita buang saja ilmu sejarah ke neraka jahanam? :D
01 Februari 2012 09:21:00
hendijo  @The Crow:
bener itu, bahkan dalam selundup menyelundup itu, Soeharto punya tandem maut, namanya Liem Swie Liong: dari gula, senjata, kayu sampai opium mereka gasak juga :)
01 Februari 2012 09:25:00
The Crow  @hendijo: [waduhhh, padahal baru saja saya mau nulis tentang Gajah Mada yang digampar Hayam Wuruk gara-gara Perang Bubat] And I was going to write about Cain being slapped by Adam for killing Abel.
:D
01 Februari 2012 09:35:00
Whispering Wind  @hendijo: nanya bung, udah pernah dibahas belum, kalau memang liem itu tandem maut soeharto, kenapa pada jaman soeharto pula orang cina seperti dipersulit?
Bahkan dulu teman2 saya pernah bilang, kalau nggak pinter2 amat nggak bisa masuk universitas negeri. Jadi mending kuliah ke swasta atau LN, atau sekalian aja nggak kuliah tapi dagang.
Bahkan inget banget, keluarga temen2 saya ngerayain imlek sembunyi2, nggak kaya sekarang barongsai dimana2, meriah banget.
01 Februari 2012 09:36:00
The Crow  @Whispering Wind: [kalau memang liem itu tandem maut soeharto, kenapa pada jaman soeharto pula orang cina seperti dipersulit?] That's Soeharto's genius strategy to control them. That way all Chinese-Indonesians could only focus on private economic sectors, and the potential Chinese businessmen could only prosper with his blessings and thus had to support his reign.
01 Februari 2012 09:56:00
hendijo  @Whispering Wind:
kalau secara khusus buku yang membahas soal itu belum saya temui. Saya dapati dari jenderal2 tua spt kemal idris, dharsono dan cerita Kolonel Kawilarang ke teman saya. Soal ini juga pernah dikutip oleh Adnan Buyung Nasution dalam buku Pledoi Imran: Dari Hukum Sampai Islam. Ia mengutip secara terbuka okata2 Mayjen (?) Ishak Djuarsa yang menyebut Soeharto sebagai bandit penyelundup yang berteman dengan seorang Cina bernama Liem (Swie Liong). Konon, kedekatan Liem dengan Soeharto begitu erat, hingga suatu hari ia (lagi2) pernah digampar Jenderal M.Jusuf karena mau menemui Soeharto di Binagraha hanya dengan mengenakan celana pendek :). Perlakuan diskriminasi terhadap orang Cina berawal dari pemutusan hubungan diplomatik Indonesia dengan negeri tirai bambu tsb usai Geger 1965. Orba menuduh Cina ada di belakang Gestok dan PKI (indikasinya ribuan senjata Cung buatan RRT yang tertumpuk di Halim dan Lubang Buaya). Namun diskriminasi itu tidak berlaku buat Cina-Cina Kaya. Alih-alih dipersulit, mereka malah menjadi "patner" bisnis Soeharto dan keluarganya. Sampai-sampai dulu dikalangan wartawan ada anekdot bahwa jika Indomie dan Indocement milik Liem maka Indonesia adalah merger antara Soeharto dengan Liem :)
01 Februari 2012 10:07:00
howl  @hendijo: "Sampai-sampai dulu dikalangan wartawan ada anekdot bahwa jika Indomie dan Indocement milik Liem maka Indonesia adalah merger antara Soeharto dengan Liem"

&karena semua yg awalannya Indo sudah dimiliki Liem, Bakrie yg juga pengen memiliki indonesia, ngambil belakangnya aj dengan menamai produknya ESIA :P..true story...ical kekeuh make esia, meskipun dlm bhsa sunda artinya g baik kayaknya :P
01 Februari 2012 10:45:00
The Crow  @howl: So Liem has Indo and Bakrie has Esia.


Who has N?
01 Februari 2012 10:50:00
howl  @The Crow: N is the last puzzle to control all Indonesian economy..siapa saja yg dpt N, bersama Liem & Bakrie akan mengontrol Indonesia : |
01 Februari 2012 10:56:00
howl  @hendijo: CMIIW kebijakan rasialis terhadap etnis cina, sebenarnya jg sempat dilakukan di era Sukarno, tentang pelarangan berdagang d daerah pedalaman...Pram sempat mengkritik ini, yg mengakibatkannya ditahan militer
01 Februari 2012 11:05:00
hendijo  @howl:
ya benar, bahkan gara-gara kebijakan itu sempat terjadi Huru Hara Penghancuran Toko2 Cina di Bandung pada 1962 (?). Jauh sebelumnya tahun 1740, 10.000 Cina juga dibantai di Batavia. Hanya di tahun-tahun sebelum Orba, etnis Cina masih dibebaskan untuk berekspresi (merayakan imlek, ngadain pertunjukan barongsay, mendirikan sekolah2 khusus etnis Cina dll), bandingkan dengan masa-masa Orba yang memang "memelihara kebencian rasis" yang prima thd orang2 Cina
01 Februari 2012 11:24:00
Whispering Wind  @The Crow: [Who has N?]

N stands for Nuswantara, he must be @Rahwana Dasamuka :D
01 Februari 2012 11:44:00
Coulrophobia  @The Crow: @howl:

that should call some ideas to business people
01 Februari 2012 11:46:00
The Crow  @Whispering Wind: ...or @984594jfjiodjf or @agung_dari_yogya.....
01 Februari 2012 11:48:00
The Crow  @Coulrophobia: From Malang?
01 Februari 2012 11:49:00
howl  @hendijo: alasan resmi yg saya tau, semua larangan2 itu untuk memudahkan asimilisasi dengan kultur Indonesia : | ...BTW ada film drama komedi romantis tentang percintaan pemuda cina &wanita melayu muslim di malaysia, judulnya SEPET yg kurang lebih bisa menggambarkan kondisi yang hampir sama d Indonesia tentang masalah rasial ini..hampir sama dengan CI(N)TA tp ini lbih tdk bertele tele :P
01 Februari 2012 12:18:00
howl  @Whispering Wind: :))
01 Februari 2012 12:19:00
Maximillian  @howl:

Iya, itu filmnya Yasmin Ahmad, tentang trilogi Orked. Punya tak ? ;))
01 Februari 2012 12:36:00
howl  @Maximillian: triloginya ndak punya, baru punya SEPET aj :P
01 Februari 2012 12:43:00
Maximillian  @howl: http://new.rumahfilm.org/wawancara/%E2%80%9Csaya-membuat-film-karena-ingin-memahami-tuhan%E2%80%9D-wawancara-ekky-imanjaya-dengan-yasmin-ahmad/

Sudah nonton filmnya Yasmin Ahmad yg Muallaf, belum nonton Orked, pengen euy
01 Februari 2012 12:49:00
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »