15 Komentar Tulisan

Kala Polisi Jadi Pencabut Nyawa • penulis: sarapan politikana, 08 Januari 2012 12:17:11 • Menarik +3

Tembakan baiknya tidak diarahkan ke titik vital.

Menampilkan 1 - 15 dari 15 komentar.
Juffrouw Nurma :(

Saya dapet cerita senada dari teman, waktu dia sedang menemui anak2 korban kerusuhan Ambon beberapa waktu lalu.

Saat ditanya apa cita-citanya, si anak kecil itu menjawab "jadi polisi/tentara"

kenapa?

"biar bisa/boleh nembak orang"

saya lupa redaksinya gimana, tapi kurang lebih seperti itulah :|
08 Januari 2012 14:50:00
BMH itu krn paradigma polisi/tentara sebagai pengawas rakyat, bukan pelayan. bahkan slogan "pengayom masyarakat" saja masih menempatkan diri di atas rakyat.
08 Januari 2012 15:33:00
Maximillian  @Juffrouw Nurma:

Hey, that was my opinion too :))

I wanted to become soldier when I was child, or Batman
08 Januari 2012 18:29:00
botaksakti seorang tetangga, jual sawah untuk membeli motor. Belum sebulan motor dipakai, motor itu hilang disamber pencuri. Ketika itu, motor ia tinggalkan di tepi sawah orang lain tempatnya ia bekerja sebagai buruh tani karena ia tak lagi punya sawah sendiri. Dan setelah kejadian itu, tetangga itu stress. Ia sering naik pohon dan bergaya sedang membalap motor. Pencuri motor memang harus didor!
08 Januari 2012 18:56:00
boiga  @botaksakti: kalo liat banyaknya kasus pencurian kendaraan bermotor serta langkanya berita penangkapan pencurinya, saya juga punya pendapat sama :D

di banyak tempat, justru masyarakat berharap bisa menangkap sendiri maling2 itu. saking muaknya karena terlalu seringnya kasus ini berulang. tangan mereka gatal.

jadi, sepertinya ada dua pilihan: didor polisi atau dimakan banyak orang. masalah mati itu biasanya jadi urusan belakang.
08 Januari 2012 21:30:00
SiMbor  @botaksakti: gue setuju!! secara motor gue udah 3 hilang diembat maling.

gue setuju kalo @botaksakti: dan @boiga: jadi kapolri dan wakapolri :D :D :D :D
09 Januari 2012 02:13:00
The Crow  @sarapan politikana: [dalam menggunakan senjatanya tentu polisi memiliki standar operasi tersendiri. Misalnya saja memberi tembakan peringatan atau mengarahkan pistol ke kaki pelaku.] In reality, the police usually apprehend the suspect without any round fired. Once they caught the suspect, they shoot the leg.


Seriously.
09 Januari 2012 07:42:00
pras (In reality, the police usually apprehend the suspect without any round fired. Once they caught the suspect, they shoot the leg.)

beneran, kata polisi itu biar kapok
kalau ketangkep lagi didor dengkulnya, dibiarin busuk bentar, biar diamputasi

mendekati potong tangan potong kaki
09 Januari 2012 09:26:00
sarapan politikana  @The Crow: oia, saya pernah dengar cerita begitu. Bahkan di beberapa kasus polisi sengaja menyuruh si maling lari. Lalu, doooorrr!!!
09 Januari 2012 11:43:00
wong-b-jad  @sarapan politikana: (...polisi sengaja menyuruh si maling lari. Lalu, doooorrr!!! ) cocok untuk maling,penjahat, perampok pemerkosa, bandar narkoba.

Asal jangan anak-anak pencuri sandal yang dihajar, atau rakyat yang sedang memperjuangkan haknya di dor...dor....
09 Januari 2012 12:15:00
The Crow  @sarapan politikana: That, too. I've seen something like that with my own eyes.
09 Januari 2012 12:15:00
Icarus Tanya dulu, itu maling udah berapa kali kena cokok. Kan udah jelas aturan mainnya:

- Ketangkap sekali, disel sekian hari dengan bonus bogem sana-sini.

- Ketangkep kedua kali, diurus pengadilan, dipenjara sekian bulan.

- Ketangkep ketiga kali, diurus pengadilan, dipenjara sekian tahun.

Setelah itu, tinggal tunggu aksi keempat kalinya, langsung dor di tempat. Prinsipnya: penyakit masyarakat harus diberantas.
09 Januari 2012 13:06:00
ordni Sekarang dan terbaru, cara mencabut nyawa begini: diikat kaki tangan, kemudian kepala dimasukkan ke Tas Kresek (PLASTIK);
SEHINGGA MEGAP2 SEPERTI ORANG TENGGELAM. Tinggal targetnya mati lemas atau setengah mati.........bekas penganiayaan tidak ada... visum diatur sebagai "bunuh diri" gampang ya ?
11 Januari 2012 09:43:00
mbah joebir Apa pun alasannya..... membunuh pelaku pencurian yang lari --atau menembak kakinya yg tertangkap-- tanpa melalui keputusan pengadilan adalah KEJAHATAN juga namanya.

Bukankah NKRI negara hukum? Bukankah hukuman penjara atau hukuman mati dilaksanakan untuk maksud tertentu agar pelaku sadar atau orang lain terlindungi?

Kalau polisi bertindak di luar koridor hukum (UU)... maka kejahatan akan semakin meningkat dan polisi akan menciptakan dendam yg berujung pada pembunuhan polisi juga ahirnya.
11 Januari 2012 11:35:00
I wrote SYN not Tragedies kalo gak nyuri
ya gak ada peristiwa penembakan...

salah siapa? :)
17 Januari 2012 11:58:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »