3 Komentar Tulisan

Surat dari Pembantai Rawagede...(Copas) • penulis: Aba Jelos, 15 September 2011 15:38:04 • Menarik +4

Semua lelaki ditembak mati - kami dinamai 'Angkatan Darat Kerajaan'. Semua perempuan ditembak mati - padahal kami datang dari negara demokratis. Semua anak ditembak mati - padahal kami mengakunya tentara yang kristiani. Pekan adven 1947

Menampilkan 1 - 3 dari 3 komentar.
Asmarirahman [Aku tidak bisa menyebut namaku, karena informasi ini tidak disukai kalangan tertentu]
Sayang penulis surat ini tak mau menyebut namanya,
16 September 2011 13:46:00
Ade Suerani sy lebih tertarik dengan penegakan hukumnya. orang belanda tetap mau memperkarakan kasus yang 60 tahun lebih. kalau kita diindonesia jangan 60 tahun, kasus yang sudah 5 tahun biasanya disimpan aja.
17 September 2011 13:22:00
96  @Ade Suerani: Sebetulnya untuk pidana, sistem hukum Indonesia saya rasa sama dengan Belanda (karena kita toh mengadopsi hukum pidana Belanda). Ada batasan kadaluwarsa thd pemidanaan, 35 th kalau saya ga salah ingat.

So, "memperkarakan kasus ini" saya rasa muatan dan pendekatannya lebih ke aspek politis (HAM maybe). Dan Kebijakan Pemerintah Belanda ini banyak dilakukan negara lain spt misalnya Jepang yang memberi ganti rugi thd negara jajahan atas kejahatan kemanusiaan tentara mereka jaman perang dulu.

Satu sisi saya setuju ada standar etik yang terasa berbeda dengan pemerintahan kita. Tapi di sisi lain, setahu saya pemerintah Belanda masih menerapkan standar ganda juga. Kasus seperti Westerling dan APRA-nya setahu saya sampai sekarang masih tidak dibuka seperti kasus Rawa Gede ini.

Jadi menurut saya tentu ada apresisasi yang patut diberikan ketika kasus Rawa Gede dituntaskan, tetapi tidak serta merta pula kita bisa mengatakan pemerintah Belanda cukup baik/adil dalam penegakan hukum atas kejahatan masa lalu (khususnya dalam situasi perang) terhadap korban kejahatan kemanusiaan yang mereka lakukan.
17 September 2011 20:27:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »