40 Komentar Tulisan

Singkirkan, bukan moratoriumkan • penulis: pall, 07 September 2011 09:44:50 • Penting +3

I'm not into wasting my time just to think how to fill this kutipan/lead form.

Menampilkan 1 - 30 dari 40 komentar.
The Crow FUCK REBECCA BLACK!!!
07 September 2011 09:56:00
pall  @The Crow: you can't, she's underage.
07 September 2011 09:58:00
The Crow [Saya tidak paham apakah secara legal hal ini mungkin] Legally, yes. In reality? It'd take a civil war to do that.
07 September 2011 10:01:00
The Crow  @pall: [you can't, she's underage.] Well, enlist her to those lolita sites first.
07 September 2011 10:03:00
The Crow  @The Crow: Or simply send her to Syech Puji.
07 September 2011 10:04:00
Ibnu Muslim Swastanisasi birokrasi pemerintahan :D
07 September 2011 13:44:00
Maximillian Is that singing ? :o
07 September 2011 14:18:00
The Crow  @Maximillian: Farting through her mouth, more like it.
07 September 2011 14:33:00
Last Man Standing [bekerja di lingkungan dengan organisasi yang tidak efisien, kinerja lamban...]
Mungkin warisan 7 keturunan, kecuali turunan ke-8 yg tidak begitu. :))


[Saya tidak paham apakah secara legal hal ini mungkin, tapi mestinya ada cara untuk menyingkirkan PNS yang tak layak, yang mungkin jumlahnya mengagumkan.]

Pegawai Negeri Sipil Dapat Diberhentikan Dengan Hormat Atau Tidak Hormat karena:

a. Melanggar Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil dan Sumpah/Janji Jabatan Selain Pelanggaran sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil dan sumpah/janji jabatan karena tidak setia kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah; atau

b. Dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun.

Maka yg terjadi mereka yg lagi mendekam di penjara pun masih berhak terima gaji (jika tidak malu menerimanya).

PNS masuknya sulit, keluarnya juga sulit. Memang dulu digaji rendah tapi ketika sekarang gajinya dinaikkan kinerjanya tidak serta merta meningkat.

07 September 2011 17:15:00
TTTH :)):)):))
07 September 2011 18:52:00
96 Opsi yang kayaknya sudah mulai dilakukan memensiunkan dini PNS.

Baidewhore *wink*

Opsi tsb tetap akan membebani anggaran, dan teknisnya akan kembali berpijak pada persoalan penilaian kinerja. Dengan sistem merit di lingkungan birokrasi masih acakadul, faktor koneksi yg masih kuat dalam penilaian kinerja, akan banyak terjadi PNS yang bagus malah dipaksa pensiun dini, dan yg dipertahankan justru yg bromocorah.
07 September 2011 22:19:00
TTTH  @96: Kalau begitu mesti solusi yang ekstrem. Bubarkan departemennya, bentuk yang lain atau yang baru dengan PNS yang baru pula. :D
07 September 2011 22:38:00
The Crow  @TTTH: Or sell them all to Saudi Arabia.
08 September 2011 09:45:00
boiga dammit, another rebecca black! :|
08 September 2011 10:57:00
96  @TTTH : Sulit juga.
Pembubaran dept dan pemangkasan PNS saya kira itu dua masalah yg berbeda.
Pernah kasus Dept Sosial dibubarkan, PNS-nya dialihkan ke dept lain (tidak dipecat).

Di struktur yang lebih rendah dari dept, malah lebih sering lagi. Unit anu dihapus, dilebur, diubah, dsb. Tapi perubahan/penghapusan itu tidak serta merta diikuti pengurangan PNS-nya.

Langkah ekstrim spt dipecat (tanpa pensiun) penerapannya tetap harus ke penilaian kinerja yang benar-benar bersih. Sebetulnya kalau sistem penilaian kinerja diterapkan benar-benar baik banyak PNS yang bisa dipecat karena kinerja / etos kerjanya memang buruk. Cuma ya ntu die.. Dalam sistem yg korup kek gini masih ga akan bisa jalan.
08 September 2011 12:44:47
The Crow  @96: [Dalam sistem yg korup kek gini masih ga akan bisa jalan.] That's just it. It's no secret that positions can be easily bought here. I've seen at least two examples of such a case in Dinparda DIY.
08 September 2011 12:48:00
96 Di sisi lain, bobroknya sistem penerimaan/pengelolaan SDM di birokrasi ini juga bikin PNS (yang kualitasnya rendah) jadi victim juga.

Kasian kadang melihat mereka yang sudah tugas puluhan/belasan tahun tapi skillnya masih tetap rendah. Banyak faktor, mulai dari pendidikan yg memang minim, sampai juga ke soal pengelolaan SDM. Pelatihan (Diklat, Prajab, dsb) di kalangan PNS utk naik pangkat sistemnya lebih kental formalitas doang. Ilmu yang diberikan dalam diklat dsb itu kalau dinilai-nilai rasanya minim.

Akibatnya ada PNS yang etos kerjanya sih baik (atau ya lumayanlah) tapi tetep kinerjanya ancur, karena sistem di lingkungan kantornya memang bobrok (job deswc ga jelas, banyak leha-leha krn alur kerja/sistem kerja memang berjalan lamban, koordinasi antar bagian ga jelas atau banyak diwarnai korup, dsb).

PNS yg semacam itu suka menerbitkan iba juga. Karena mereka kalau dinilai ya memang SDM yang lemah, tapi mereka bisa nyemplung (dan terus-menerus lemah) juga karena sistem yang korup. Kalau yg begini dipecat mereka kehilangan periuk nasi, sementara yg bertanggung jawab thd sistem malah tetap bertahan ya malah jadi tidak adil.
08 September 2011 12:55:11
96  @The Crow : Persis. Jabatan dibeli, penerimaan PNS diatur berdasar sistem koneksi, dsb.

Di Pemda asuhannya bang kumis masih sangat dikenal akronim babi (batak-bima) atau akronim lain yang menggambarkan anekdot bagaiman kesukuan sangat berperan dalam penerimaan, mutasi dsb. Kalau pimpinan satu unit naik orang bersuku batak atau asal daerah bima, maka ngga lama unit itu akan dipenuhi juga mutasi-mutasi yang dipengaruhi kesukuan.

Kasus terakhir yg kita dengar Partai (PKS) juga bermain pola yang sama di departemen.
08 September 2011 13:11:10
Icarus Dari kemarin baca lapak ini, masih terbingung-bingung dengan poinnya. Apaan sih? Rebecca Black PNS, getu? ;))
08 September 2011 15:56:00
TTTH  @Icarus: :)):)):))
08 September 2011 16:21:00
pall Wah... ternyata banyak juga ya yang tahu betul seluk beluk masalah PNS.

Thanks for your discussion, saya jadi tahu ^^
08 September 2011 18:07:00
pradaksina  @96: Konon pernah ada program tawaran pensiun dini dengan pesangon yg lumayan.

Yang terjadi adalah, PNS yg bagus milih pensiun dengan pesangon, karena merasa pasti dapat bersaing di dunia kerja atau mulai bikin usaha dengan modal pesangon.

Dan yg tersisa adalah PNS KW II, atau KW 11.

@pall: Jadi, masih semangat mau daftar PNS tho? Sampai bikin artikel penolakan morotarium...

:D
09 September 2011 11:36:00
Icarus  @pradaksina: [morotarium]

Apa pula hubungannya dengam pulau di Maluku?

Hedeh, ini lapak betul-betul bikin botak nganggur...
09 September 2011 11:44:00
pradaksina  @Icarus: Cih, salah dikit aja rewel!
09 September 2011 12:01:00
Icarus  @pradaksina: Oh, itu typo ya? Saya pikir sengaja, dan saat ini mikir keras menuju kemana "sayap" itu terkembang...
#parnotingkattinggi
09 September 2011 12:14:00
Icarus  @Icarus: Macem ni: http://www.facebook.com/topic.php?uid=106752906133&topic=10718&post=71767
09 September 2011 12:19:00
conscientizacao http://politikana.com/tag/balada-abdi-negara.html

You're welcome :D
09 September 2011 12:37:00
pradaksina Omong2 soal moratorium, lagi tren juga nih moratorium mall.

Dengan segala alasan macam2, bang foke bilang: karena banyak mall kosong (http://www.republika.co.id/berita/regional/jabodetabek/11/07/13/lo9fyk-banyak-mall-kosong-dki-moratorium-izin-mall-baru)

Moratorium jadi berkesan pesanan pemodal mall lama yg gak ingin kedatangan saingan baru.
09 September 2011 13:37:00
Icarus  @pradaksina: Blank, cuy! Mungkin dianggep porno... :|
09 September 2011 13:39:00
pradaksina  @Icarus: http://www.republika.co.id/berita/regional/jabodetabek/11/07/13/lo9fyk-banyak-mall-kosong-dki-moratorium-izin-mall-baru
09 September 2011 13:55:00
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »