66 Komentar Tulisan

Munafik (Renungan) • penulis: Shouen, 02 Agustus 2011 20:33:07 • Menarik +7

Orang bilang, kepercayaan dan agama itu ada supaya manusia tidak menghancurkan kaumnya sendiri.

Menampilkan 1 - 30 dari 66 komentar.
boiga dasarnya itu saling mengingatkan. saat iman seseorang malah membuatnya menyimpang, yang lain mengingatkan. seperti tulisan ini, mempertanyakan, mengingatkan :)
02 Agustus 2011 20:55:00
pall Lho, siapa bilang agama itu awalnya untuk membuat manusia menjadi lebih baik? ;))

Bentuk awal kepercayaan, sebelum adanya agama samawi, adalah upaya pertama manusia untuk menaklukkan alam, dengan mempersonifikasikan mereka.

Itulah kenapa ada dewa matahari, dewa petir, dewa laut, dewa cinta *halah

Kepercayaan adalah teknologi paling awal manusia untuk mendomestifikasi diri dari kekuatan alam, sebelum kemudian menaklukkannya.
02 Agustus 2011 21:22:00
TTTH  @pall: Referensi bacaan, please.
02 Agustus 2011 21:53:00
pall  @TTTH:

Parasit lajang!

:))
02 Agustus 2011 21:53:00
TTTH  @pall: :)):)):))
02 Agustus 2011 21:58:00
Lailatul 'Ursy Penulis: Apa gunanya puasa penuh sepanjang Ramadhan ketika nanti selepas puasa berbuat dosa lagi?

--

masih mending selepas puasa baru berbuat dosa, ini sedeng puasa aja udah berbuat dosa...

--


02 Agustus 2011 22:05:00
Samz Munafik itu sebuah wujud penghormatan dari keburukan kepada kebaikan.
02 Agustus 2011 23:07:00
BMH Maaf ya utk penulis... tulisan Anda terkesan SARA. Seolah Anda berdiri di posisi netral di awal tulisan, namun di akhir tulisan ada kalimat: [Apa gunanya puasa penuh sepanjang Ramadhan ketika nanti selepas puasa berbuat dosa lagi?] yang kemudian disambung kutipan dari Bible. Well, ini sama saja dengan TamPar atau sejenisnya, cuma dari kubu berbeda saja...
02 Agustus 2011 23:35:00
Shouen @bhayu_mh
Gini, saya mengutip dari Bible karena yang saya tahu itu. Saya ogah mengutip dari apa yang tak saya tahu dan kenali dengan baik, karena bisa saja saya salah tafsir.
Dan mengenai Ramadhan itu, rasanya bukan cuma saya yang suka nyindir soal Ramadhan.

@mbahellxtr
Syukurlah situ nangkep esensi tulisan saya. :)
02 Agustus 2011 23:39:00
Shouen @bocahanteng
LOL, kan sudah saya bilang di awal tulisan. "Orang bilang". Saya cuma mengutip apa yang saya dengar. :))
Kalau memang pendapat situ begitu ya silahkan saja. :D

@sitty
Wah, lama ndak kelihatan. :D
Terima kasih karena sudah menangkap maksud artikel ini. :)

@samzu34
Rasanya kebaikan tidak butuh penghormatan, lebih butuh pengamalan. :)
02 Agustus 2011 23:43:00
Subroto  @Shouen: Tidak sepatutnya ente seolah mempertanyakan laku iman yang sedang dipraktekkan oleh para penganutnya

Ketika seseorang berpuasa dan berlaku sholeh pada saat bulan puasa, lalu kemudian dia melakukan perbuatan tidak pantas pada bulan lainnya, karena memang si pelaku merasa itulah waktunya

Di agama lain setau saya tidak ada yang memberlakukan sistem poin dalam penghitungan pahala dan dosa, jadi Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya

Barang siapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardu di bulan yang lain. Dan barang siapa yang menunaikan suatu fardu dalam bulan Ramadan maka samalah nilainya dengan orang yang mengerjakan 70 fardu pada bulan yang lain.
03 Agustus 2011 00:11:00
mbah joebir Ada banyak pertanyaan "Apa gunanya ...." dalam artikel ini yang tampaknya hanya ditujukan kepada orang-orang munafik dalam beragama. Tapi siapakah manusia-manusia munafik itu? Ada berapa banyak di Indonesia? Ada berapa persen pada umat Islam, Kristen, Hindu, Budha dll? Tentu tidak akan ada yang bisa jawab. Kalau begitu apa yang menjadi sasaran penulisan artikel ini dari sudut pandang penulis? Kalau penulisnya seorang Muslim tentu dia akan tahu esensi dari banyak pertanyaan yang diajukannya itu; bahkan dia pasti tahu apa ciri-ciri munafik menurut sabda Nabi Muhammad Saw..... dan ciri-ciri itu berlaku universal untuk semua manusia.

Tapi kalau penulis bukan muslim..... apa maksudnya mempertanyakan semua laku ibadah muslim itu? Perkara ada yg munafik adalah persoalan manusianya. Kalau persoalan agama mari kita diskusikan dengan argumentasi logis dan rasional.
03 Agustus 2011 01:19:00
Chairman Mao  @Subroto:[ Di agama lain setau saya tidak ada yang memberlakukan sistem poin dalam penghitungan pahala dan dosa]
Ada bro, dalam agama buddha selalu di hitung poin plus minusnya, ketika kita sudah tidak ada poin minus baru bisa dapat pencerahan tidak renkarnasi kembali.

[ jadi Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya... Barang siapa yang menunaikan suatu fardu dalam bulan Ramadan maka samalah nilainya dengan orang yang mengerjakan 70 fardu pada bulan yang lain.]
Disitulah menurut saya letak kemunafikan orang beragama, jadi berbuat pahala itu untuk tujuan egois pribadi masuk surga, berbuat baik dengan pamrih, dihitung hitung. Apa lagi dalam bulan suci Ramadhan, kalau seperti yang bro jelaskan maka banyak orang termotifasi atas dasar point multiplier tersebut untuk menjadi orang extra "baik", maka orang tersebut sesungguhnya belum mengerti makna dari berbuat baik, hanya show untuk dapat extra pint tersebut.
03 Agustus 2011 02:44:00
Chairman Mao  @mbah joebir: [Tapi kalau penulis bukan muslim..... apa maksudnya mempertanyakan semua laku ibadah muslim itu? ]
Santai aja bro, jangan sedikit sedikit pembahasan tentang agama bro langsung "apa maksudnya?"
[mari kita diskusikan dengan argumentasi logis dan rasional.]
Penulis menulis artikel ini dari sudut pandang dia, yang mungkin tidak sama dengan anda. Kalau anda berani menantang untuk argumen logis dan rasional, anda juga harus berani melepaskan sentimen anda terhadap subjek yang bersangkutan dan tidak mengkomentari dengan "apa maksudnya?"

Komentar anda kalau saya rangkum menjadi "kalau loe muslim you should know better than to write this article, kalau loe bukan jangan banyak cingcong" begitu?

Munafik tentu dituju kepada perorangannya, namun kemunafikan sudah tentu pasangannya adalah agama, karena hanya di agama yang diajarkan moralitas baik dan buruk, sedangkan munafik itu yang diucapkan dan ditunjukan itu baik sedangkan yang sesungguhnya dan yang dipikirkan berbeda..

[Ada berapa banyak di Indonesia? Ada berapa persen pada umat Islam, Kristen, Hindu, Budha dll? Tentu tidak akan ada yang bisa jawab. ]
Saya tidak paham maksud dan tujuan menghitung jumlah statistik untuk apa?

[Kalau begitu apa yang menjadi sasaran penulisan artikel ini dari sudut pandang penulis?]
I'm taking a wild guess here.. But maybe... Orang munafik?
Saya paham maksud anda, KALAUpun yang jadi sasaran penulis secara sangat spesifik adalah orang munafik golongan agama islam, lantas gimana? Anda akan tersinggungkah? Kenapa?
03 Agustus 2011 03:17:00
Chairman Mao Saya menantang polkanas sekalian untuk berdiskusi logis dan rasional mengenai agama yang mungkin anda anuti.

Ini pendapat saya pribadi. Dari yang saya amati, agama Islam adalah agama yang characternya sangat high profile, dalam arti umat islam dianjurkan untuk menunjukan ke luar bahwa pribadinya adalah seorang muslim, dari tutur sapa menyapa, cara berpakaian sampai pengolahan uang semua ada caranya muslim. Karakter ini yang menurut saya, bukan berarti jelek, atau mencela yah, tapi menurut saya karakteristik ini yang bisa membuat umatnya yang pengenalannya kurang dalam beranggapan bahwa muslim is all about saleh in the appearance, kesatu. Kedua, bisa juga karena lidah tidak bertulang, orang bisa dengan tidak sengaja mencitrakan atau mengajarkan orang yang diri pribadinya belum sanggup untuk laksanakan. Seringkali ketika nonton acara TV sinetron yang bernuansa Islam, dalam hati saya masih belum terbiasa mendengar karakter orang soleh yang di setiap saat dan kesempatan senantiasa menggurui orang.. Sangat high profile sekali menunjukan kalau dirinya sangat bijak. Dalam hati saya berpikir makin besar berkoar makin banyak yang harus dipertanggung jawabkan nantinya, apakah orang tersebut cukup kuat untuk menjalani hidupnya sesuai dengan apa yang di citrakan? Saya merasakan ada peer pressure juga untuk membudayakan high profile ini sehingga banyak umat penganut yang termotifasi untuk mencitrakan high profile yang kemudian melampaui batas kemampuan dirinya, sehingga menjadi yang disebut munafik.

Sebagai contoh perbandingan. Agama yang menurut saya relatif lebih low profile seperti buddha dimana penampilan dan pembawaan keseharian tidak dinilai dan pencitraan tidak membawa benefit yang signifikan.

Demikian pengamatan saya yang amat terbatas ini. Tolong jangan tersinggung sama komentar saya yah. Agama yang buat juga manusia. Tuhan sudah so powerful sehingga tidak perlu dibela juga udah fine. Dan kalau karena ini saya berdosa biar saya pribadi yang itung itungan sama yang diatas kelak.
03 Agustus 2011 04:12:00
Black Horse  @Chairman Mao: [karena hanya di agama yang diajarkan moralitas baik dan buruk, ]

Ngak selalu demikian. Bahkan mereka yang tidak memiliki agamapun bisa membedakan baik dan buruk. . .
03 Agustus 2011 04:27:00
boiga  @Chairman Mao: [Disitulah menurut saya letak kemunafikan orang beragama, jadi berbuat pahala itu untuk tujuan egois pribadi masuk surga, berbuat baik dengan pamrih, dihitung hitung.]
-
mungkin maksud anda bukan munafik. atau setidaknya bukan munafik menurut seorang muslim. dalam islam, sebagaimana dalam agama lain, ada iming2 surga dan neraka. jadi, sebetulnya tidaklah salah bila seorang muslim mengharapkan surga.

walaupun, saya setuju dengan anda bila arah pencapaiannya seharusnya bisa lebih tinggi dari sekedar pahala dan surga seperti itu.

and, really. rasanya tidak perlu ada yang tersinggung terhadap kritik agama jika ternyata kritik yang dilemparkan adalah baik. dari siapapun itu.
03 Agustus 2011 04:54:00
Subroto  @Chairman Mao: Mengenai itung2an poin pahala agar dapat masuk surga, saya kira itu bisa menjadi motivasi yang bagus buat orang beragama untuk selalu berbuat baik.
Di lain pihak, disitu pulalah letak kemunafikan agama itu sendiri :)

Bedakan dengan atheism yang berbuat baik tanpa harus hitung2an pahala

*mainan petasan... *pletak*
03 Agustus 2011 06:04:00
pras inget Tuhan, lalu lupa Tuhan
besok inget lagi, lalu lupa lagi
terus inget lagi, terus lupa lagi
ini bukan munafik menurut saya
inilah perjuangan hidup


03 Agustus 2011 07:36:00
The Crow  @BMH: @mbah joebir: The truth stands beyond the boundaries of any religion.
03 Agustus 2011 08:20:00
The Crow  @Chairman Mao: [Agama yang buat juga manusia.] Religion Inc.
03 Agustus 2011 08:22:00
Coulrophobia Hypocrisy is the state of pretending to have beliefs, opinions, virtues, feelings, qualities, or standards that one does not actually have.

-wikipedia-
03 Agustus 2011 08:56:00
The Crow  @Coulrophobia: Wikipedia is a free, web-based, collaborative, multilingual encyclopedia project supported by the non-profit Wikimedia Foundation. Its 19 million articles (over 3.6 million in English) have been written collaboratively by volunteers around the world, and almost all of its articles CAN BE EDITED BY ANYONE with access to the site.

-Wikipedia-


;))
03 Agustus 2011 09:13:00
The Crow  @Coulrophobia: Hypocrisy is the state of pretending to have beliefs, opinions, virtues, ideals, thoughts, feelings, qualities, or standards that one does not actually have.

-Wikipedia-


:D

03 Agustus 2011 09:19:00
Coulrophobia  @The Crow:

zzzzzzzzzzz
03 Agustus 2011 09:23:00
GaraMata Mari kita bedah artikelnya, walau apapun latar belakang penulis. :D
03 Agustus 2011 09:23:00
I wrote SYN not Tragedies apa gunanya mobil di cuci kalo entar kotor lagi...?


*pemikiran dangkal*

ya wes lah mboh...


:D
03 Agustus 2011 09:30:00
Coulrophobia  @I wrote SYN not Tragedies:

what is the point of living when you will die eventually?
03 Agustus 2011 09:31:00
The Crow  @BMH: @mbah joebir: Islam, when interpreted wrongly by its believers, had produced shit-festered son of a bitch like @gajahmada. Christianity, when interpreted wrongly by its believers, had produced cold-blooded murderers like Anders Behring Breivik. Nationalism, when interpreted wrongly and converted into ultra-nationalism with a liberal dose of occultism by its believers, had produced idiots like @baraja.
03 Agustus 2011 09:33:00
I wrote SYN not Tragedies  @Coulrophobia:

ngapain makan klo entar dibuang lagi..

*semakin asal*

:D
03 Agustus 2011 09:34:00
 1 2 3 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »