62 Komentar Tulisan

Kami Ingin Perubahan, Kami Ingin Berubah • penulis: boiga, 12 Juni 2011 06:17:59 • Bagus +10

cari cermin dua arah di bawah jalan layang pasar kebayoran lama

Menampilkan 1 - 30 dari 62 komentar.
Nazil  @boiga : aku menikmati tulisanmu sambil ngopi Mas, mancaap!

Tapi kita mau mulai darimana dulu Mas, ketika keluargapun (yang dalam lingkup masyarakat kecil) sudah tidak bisa membangun pribadi-pribadi yang jujur, santun, baik dan berakhlak mulia #jiah
12 Juni 2011 06:31:21
boiga  @Nazil: mulai dari keluarga sendiri saja, mas. mumpung masih bisa dibentuk. mungkin yang lain bisa ikut mencontoh.

*bagikopinya :D
12 Juni 2011 06:38:00
Love  @Nazil: mulai dari diri sendiri :D


12 Juni 2011 07:04:00
Love  @Love: koment dulu baru baca yah? :))
12 Juni 2011 07:05:00
Love  @Love yoo'i :D

*lanjut baca*
12 Juni 2011 07:06:00
Nazil  @boiga : Benul Mas, ini yang sering saya dengar dari orangtua. Banyak yang sekarang memasrahkan anak-anaknya (satu hari penuh) kepada sekolah tanpa melakukan keseimbangan. Di sekolah dididik baik-baik, termasuk praktek ibadahnya cuma ketika sampai di keluarga dibiarkan saja. :)
12 Juni 2011 07:09:06
Love jadi ingat kata nya Westminster Abbey

" ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin mengubah dunia agar bisa lebih baik.lalu, seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, ku dapati dunia tiada pernah menjadi lebih baik.

maka cita2 itu agak aku persempit. lalu, aku putuskan untuk hanya mengubah negeriku sendiri, namun tampaknya hasrat itupun tiada membawa hasil.

ketika usia makin senja, dengan semangat yang masih tersisa, lalu ku putuskan utk merubah keluarga ku sendiri, yakni orang2 yang paling dekat denganku, namun celakanya merekanpun tidak mau berubah.

dan, dihari ini sementara aku berbaring untuk menanti ajal, tiba2 saja aku sadari, seandainya saja dulu aku berpikir untuk bahwa yang pertama2 kuubah adalah diriku sendiri. maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku terlebih dahulu. lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi aku pun akan mampu memperbaiki negeri ku. kemudian, siapa tahu dengan begitu aku bisa mengubah potret dunia..

*fuuuih pegal euy*

dan @Love sepakat dengan program Indonesian Strong From Home yang dicanangkan oleh seorang pakar pendidik anak usia dini di negeri.
12 Juni 2011 07:31:00
Nazil Ais, jarang-jarang ada artikel di hari Minggu yang cepat sekali HL :))

Yang punya lapak lagi mendengkur kayaknya :D
12 Juni 2011 08:37:53
Love  @Nazil: [Ais, jarang-jarang ada artikel di hari Minggu yang cepat sekali HL]

ah, itu karna ada @Love disini :D :))

*dihajar yang punya lapak*
12 Juni 2011 08:47:00
Love  @boiga : kata nya John C Maxwell " Dalam setiap kesalahan yang dibuat orang lain, kita pasti memiliki konstribusi di dalamnya....

[Orang tua banyak tersesat dalam kesibukan, memandang materi semata mampu mendidik anak-anaknya]

pertanyaan nya sebenarnya anak yang gagal di didik atau kita yang gagal mendidik?

12 Juni 2011 09:02:00
Kurang Asin Nah..... senang betul saya.... Politikana semakin meriah.
Bung Boiga :
Untuk bisa memahami dan menghargai arti kesehatan, maka orang itu harus sakit terlebih dahulu. Demikian juga bangsa Indonesia ini akan terus berjalan menuju sakit, sampai pada tahap tak tertahankan, yang kemudian akan sadar artinya persatuan dan kesatuan serta semangat untuk berkorban bagi negeri kita ini.
Untuk sekarang ini setiap protes ataupun kritik itu bagaikan angin sepoi sepoi yang semakin melenakan para elite negeri ini. Salam......
12 Juni 2011 09:45:00
Love  @Kurang Asin: [emikian juga bangsa Indonesia ini akan terus berjalan menuju sakit, sampai pada tahap tak tertahankan]

semoga saja sakit yang dialami negeri ini tidak berakibat pada kehancuran :((
12 Juni 2011 09:51:00
Maximillian  @boiga: [ Harapan palsu semacam ini, membuat warga negara justru menjadi lemah, karena akan selalu mengharapkan pemerintah bisa menyelesaikan semua masalah, sangat menyalahkan pemerintah ketika ada masalah, dan kebergantungan terhadap pemerintah menjadi terlalu besar, yang itu justru membuka peluang untuk korup, sekorup- korupnya.]

Senada sama situ, Oom @boiga, semakin warga jadi penggerutu, semakin entitas pemerintah - yang juga manusia biasa - seolah merasa sangat diperlukan. Semakin besar juga peluang jadi korup.

Selamat pagi, selamat berbisnis di hari Ahad :))
12 Juni 2011 10:47:00
mbah joebir Kalau tulisan pak @boiga: ini munajat dan keluh-kesahnya diujung malam, maka.......... "amiien ya Rabbal 'alamin".

@Maximillian: Gerutuan warga juga pertanda harapan untuk perubahan. Tapi apakah gerutuan itu juga tanda kelemahan atau ketak-berdayaan untuk melakukan perubahan (?). Jika ya, mengapa?

Mitos orang kuat mungkin tetap terpatri pada sebagian besar warga. Tapi selalu orang-orang 'kuat' yang real sekarang ini yang sebenarnya diharapkan tampil.

Oh ya, kalau ada mitos orang kuat di Indonesia, maka agaknya mitos itu juga semacam harapan dalam ketidak-berdayaan bukan? Dan sejarah sendiri telah membuktikan bahwa selalu orang-orang 'kuat' yang tampil dan bergulat dengan situasi saja yang membuat harapan-harapan itu jadi kenyataan --setidaknya itu terbukti dalam sejarah perjuangan kemerdekaan kita. Dan sekarang pun hukum besi sejarah itu mestinya begitu juga.

Oh ya pak @boiga: . Saya masih meragukan kalau diktator besar pernah tumbang karena gerakan protes rakyat. Setidaknya peristiwa tumbangnya Soekarno karena faktor dukungan militer; dan lengsernya Soeharto karena krisis moneter (berkat kekuatan asing saja) yang membuat sedikit kerusuhan di Jakarta. Jadi.... sebagaimana mitos "orang besar", maka bisa saja "gerakan protes" ini pun mitos juga sebenarnya. :D

Salam saya. :)
12 Juni 2011 12:40:00
boiga wow, headline! :o

@Nazil: tentang pendidikan anak itu, banyak pihak yang seharusnya berkepentingan, namun saat satu pihak lepas tangan, bisa timpang hasilnya

@Love: [ @Love: ]
-
pada akhirnya, keduanya akan menyandang titel 'gagal', bukan?

@Kurang Asin: justru semangat berkorban inilah yang makin hari makin sulit ditemukan prakteknya :(

@Maximillian: kontinuitas terus diawetkan, mimpi terus berkepanjangan :(

@mbah joebir: oh iya, faktor itu masih dipertanyakan. tapi kita berbangga, karena hari itu jutaan rakyat bisa saling kompak turun ke jalan dengan satu tujuan. sayang sekali keberlanjutan misi tidak dipikirkan atau keburu kandas lagi di tengah jalan.
12 Juni 2011 13:03:00
boiga *kucek2 mata, berangkat kondangan :p
12 Juni 2011 13:04:00
Love  @boiga:[ pada akhirnya, keduanya akan menyandang titel 'gagal', bukan?]

dan itu sama dengan rusaknya negeri ini yakan? :((




12 Juni 2011 13:40:00
krisnov Jiiaahhh.....mulai dari keluarga ni ye.....btw penulis emang dah berkeluarga ??? Hehehehe.
12 Juni 2011 16:28:00
krisnov Tidak bisa dimulai hanya dari "keluarga"

Ada 4 komponen yang harus dimulai dan berjalan bersama-sama.
12 Juni 2011 16:34:00
conscientizacao  @boiga: Uhm.... dimulai dari diri sendiri?

Apakah Anda yakin, individu yang baik, berkumpul dalam negara yang sistemnya korup oleh pejabatnya, negara ini bisa jadi baik?

*suletmercon*
12 Juni 2011 16:53:00
boiga  @krisnov: punya keluarga dan belum memulai keluarga sendiri :D

[4 komponen] silakan jelaskan :)

@conscientizacao: [negara ini bisa jadi baik?]
-
yakin, kok. kalo dari bawah mau terus berusaha, terus menularkan usahanya hingga terus naik ke hierarki atas, sambil terus bersuara menyumbangkan pendapat dan protesnya. yakin, hasil yang didapat bisa lebih baik :)
12 Juni 2011 17:14:00
pall Kelemahannya adalah, penulis sebenarnya JUGA sedang mengkritik orang lain ;))

It's like how could you say never say never without really saying never :P
12 Juni 2011 21:34:00
boiga  @pall: anda benar sekali.. :p
12 Juni 2011 21:37:00
botaksakti  @boiga: weh, beneran mau berubah? Ke http://www.AyoNikah.com/?id=sindu aja......(ha..ha...ha....ha........dapet juga akhirnya!):D
12 Juni 2011 22:58:00
Love  @botaksakti: :)) :)) :)) :)) :))
12 Juni 2011 23:48:00
boiga  @botaksakti: @besok saja, pak bot.. @besok saja :p

@Love: tsk! [-(
13 Juni 2011 00:56:00
Love  @boiga: DMM dikerjain om @botaksakti :D :D
13 Juni 2011 02:06:00
don espresso Hayo mulai dari sekarang berubah

Suami ; Jika ada tambahan penghasilan diluar gaji tetap , lapor dong sama istri, jangan dugem, tukar gadget, kirim ke kemenakan, ponakan , selingkuhan diam diam

Istri ; Jika kelebihan uang belanja bulanan, ayo balikin sama suami

Anak ; Jangan nadah tangan terus sama Bokap dan Nyokap, sekali kali bilang " Tidak usah dikasi jajan setiap hari Ayah *statistik ; rata rata Jajan anakSD Negeri RP. 2,500 perhari penghasilan ayahnya rata rata Rp.3-5Juta perbulan* , ganti sama Magnum aja tiap hari ..

Hayo berani coba enggak ? :P
13 Juni 2011 07:56:00
Striding Cloud  @pall:

You can always "sometimes say never".

[ http://www.youtube.com/watch?v=yRVtlk_6r3I ]
13 Juni 2011 08:46:00
pall  @Striding Cloud:

You also watch nigahiga? ;))
13 Juni 2011 08:51:00
 1 2 3 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »