7 Komentar Tulisan

Demensia Politik • penulis: Kaboel, 25 April 2011 13:52:16 • Menarik +4

Sebetulnya tak ada satu politikus pun yang mempercayai omongannya sendiri. Mereka justru akan terpana ketika ada orang mempercayai omongan mereka

Menampilkan 1 - 7 dari 7 komentar.
mbah joebir Kalau begitu ............ kembali ke 'google' :D
*cari lagi sistem politik dan bentuk negara yang paling ideal*
25 April 2011 14:50:00
Kaboel Mbah Joebir: Haruskah? :D
25 April 2011 15:04:00
botaksakti  @mbah joebir: paling ketemunya "khilafah":D:D:D
25 April 2011 16:14:00
djibrieljd Kayaknya ada yang ketinggalan; delusi, halusinasi, misidentifikasi, wandering... terakhir posisi.
25 April 2011 17:51:00
mbah joebir  @Kaboel: Ya harus.. ketimbang buka lagi buku-buku lawas. Cape de... :D

@botaksakti: Kalau ga "khilafah", "negara majapahit" atau "negara islam nusantara" :D
Maunya sih begitu, tapi yang repot bagaimana caranya memilih imam atau khalifahnya. Bagaimana kalo seorang seperti Abu Bakar Baasyir tiba-tiba tampil menyatakan dirinya sebagai khalifah. Sepakat aja gitu tanpa lihat bukti bahwa dia layak atau kompeten jadi khalifah? *umpamanya begitu yang terjadi*
25 April 2011 20:47:00
Black Horse  @Kaboel: [Bertrand Russell, “Demokrasi yang kita agungkan cenderung menganggap orang bodoh sebagai orang yang lebih jujur, ketimbang orang cerdas, dan para politisi kita mengambil keuntungan dari anggapan ini dengan tampil lebih bodoh dari yang disangka orang.”]

Berarti demokrasi itu secara substansi nggak beda dengan democrazy dunk pak. . . :D

Hanya kemasanya aja yang menghebohkan, getu kali :P
26 April 2011 02:39:00
Black Horse  @mbah joebir: [yang repot bagaimana caranya memilih imam atau khalifahnya]

Yup. . . inspiraif sekali mbah. . .

Summon @krisnov: @peddy: @adi:
26 April 2011 02:41:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »