21 Komentar Tulisan

Mutu Pendidikan Kita Meningkat Lho • penulis: liwung, 19 April 2011 08:09:02 • Lucu +7

nilai siswa di jenjang SMA/MA/ SMALB menunjukkan mayoritas nilai murid memperoleh nilai 8 dan 9.

Menampilkan 1 - 21 dari 21 komentar.
Modred it means our future generation are far... way... much... more... very... cleverer... smarter... than us :P
19 April 2011 10:32:00
boiga  @liwung curigaan aja nih ;))

kalo depdiknas sengaja begitu, itu untuk kebaikan guru2 juga. supaya guru bisa mengatrol. guru mengatrol itu juga untuk kebaikan siswa2 juga, supaya mereka bisa lulus dengan brilian. gitu..

saya mulai berpikir, aturan2 gak bener di negeri ini jangan2 ujung2nya buat kita2 juga :D
19 April 2011 12:16:00
botaksakti gw sih tetep: Yang membelajarkan menipu itu siapa sebenarnya?:D
19 April 2011 12:20:00
Catastrophe lulusan karbitan, pekerja karbitan, rakyat karbitan, presiden karbitan uups;))
19 April 2011 12:29:00
liwung  @boiga: (curigaan aja nih)

hex3 nggak ah, seneng kok gue, ini adik2 kita pinter2, gurunya jg pasti pinter2, apalagi kaseknya itu lho pinter2 banget ;))

kalau gue bupati itu kasek2 berprestasi bakalan tak kasih umroh gratis :D :D

19 April 2011 12:34:00
boiga  @botaksakti: yang membelajarkan? bukannya yang membelajarkan itu guru ya? :D

@liwung: ;))
19 April 2011 12:36:00
botaksakti  @boiga: nggaklah, bagi gw guru cuma 'menemani' belajar, tetapi kadang juga ada yang 'mencontohkan tidur nyaman dalam keadaan darurat', ada yang mengajarkan 'membaca tulisan yang disorotkan LCD(padahal di RPPnya ditulis: instrumen: LCD):D:D:D
19 April 2011 12:39:00
pras hahahahahahahahahahaha
ini kan namanya nilai siaga
buat antisipasi kalau nilai UN jatuh masih bisa lulus, makanya dibikin 8 dan 9
hahahahahahahahahaha

Nilai UN=4
Nilai Sekolah=9
dihitung (NU*40%)+(NS*60%)=NA
NA, nilai akhirnya 6,6
horreeeeee lulus, guruku baik sekali
cuuuuuuppppp aaahhhhhhhhhhhhh

19 April 2011 13:25:00
liwung  @pras: wah situ bongkar2 rahasia sj

@botaksakti: itu pakai teori pendidikan apa bung
soalnya yang teringat kok malah teori akal bulus ya, huh sekolah tinggi2 lha kok
19 April 2011 14:01:00
liwung  @pras: wah situ bongkar2 rahasia sj

@botaksakti: itu pakai teori pendidikan apa bung
soalnya yang teringat kok malah teori akal bulus ya, huh sekolah tinggi2 lha kok
19 April 2011 14:02:00
botaksakti  @liwung: lha antemono mentrimu kui:D:DLD
19 April 2011 14:12:00
Bee Semuanya pada bejat, gak guru, gak siswa, gak ortu, gak kepsek, gak kepdisdik, sami mawon. Ntar kalo siswa diberi nilai jujur sesuai kemampuannya, njuk protes trus demo sekolahnya. Bukannya evaluasi diri dan sekolah, eh malah nuding pihak2 yg jujur sbg penghambat siswa. Piye jal? :p
19 April 2011 14:15:00
botaksakti  @Bee: hapuskan pendidikan formal!:D
19 April 2011 14:18:00
conscientizacao  @liwung: "Mutu Pendidikan Kita Meningkat Lho"

dibaca,

"Mutu (Pengkatrolan) Pendidikan Kita Meningkat Lho"
19 April 2011 16:05:00
96 Jadi pak Nuh nilai rapotnya berapa pak SBY? ;))
19 April 2011 17:04:36
boiga  @botaksakti: [hapuskan pendidikan formal!]
-
jangan, kasihan para guru

*eaaaaaaa :))
19 April 2011 17:05:00
pras  @Bee: (semua pd bejat)
Bagus kan, anak2 ini di sekolah telah mendapatkan pelajaran berharga yg akan membekali mrk utk bisa survive dalam jagad politik ekonomi kontemporer kita.
Hahahahahahahahahah
19 April 2011 19:58:07
Ismail Sunni nilainya jelek --> bingung
akhirnya dibaguskan, eh....
nilainya bagus --> bingung

apa gak bisa dianalisis pake ilmu statistika ? persebarannya kan bisa dicek tuh...

statistika kok cuman buat ngramal togel, bola,
19 April 2011 23:54:00
Striding Cloud  @conscientizacao: @liwung:

Apa tidak sedikit aneh ya, bapak2 sekalian?

Dulu ketika UN menjadi satu2nya faktor, banyak pendidik yang protes, mengatakan bahwa penilaian pendidikan seharusnya dikembalikan ke sekolah, karena kondisi masing2 sekolah berbeda.

Banyak pula yang protes, karena menganggap penilaian a la UN sama saja dengan mempabrikkan pendidikan.

CMIIW, bukannya dulu Anda berdua termasuk dalam kubu tersebut ya?


Sekarang setelah diakomodir, kenapa malah berbalik 180 derajat juga pendapatnya?


20 April 2011 04:10:00
Wonggantenk Jika Nilai UN dan nilai sekolah selisih lebih dari 2 poin, maka validitas nilai salah satunya sebgaai pengukur prestasi siswa bisa dipertanyakan

Contoh: Nilai UN = 5, nilai sekolah = 8, berarti nilai sekolah nggak valid
Sebaliknya, Nilai UN = 9, nilai sekolah =6, ini ada apa, apa sekolahnya standarnya hebat atau si guru sentimen sama murid yang cerdas (banyak kasus lho)?atau soal UN terlalu gampang (kayaknya enggak deh)?

Sekarang, dengan sekolah menyetor nilai sekolah terlebih dahulu, diharapkan sekolah - sekolah yang ngaco (main katrol atau main sentimen) bisa dideteksi dan dijadikan dasar akreditasi sekolah bersangkutan
20 April 2011 08:05:00
conscientizacao  @Striding Cloud: Aishh... Anda yakin tidak salah login kan? ;))
21 April 2011 12:54:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »