8 Komentar Tulisan

SBY, Ahmadiyah dan Pancasila • penulis: laler istana, 20 Februari 2011 14:58:01 • Menarik +5

Tembok-tembok putih istana itu semakin kusam saja. Pesan yang keluar dari sana juga menyiratkan kegalauan dan pembelaan diri. Tidak ada yang tegas, semua kembali ke laptop dialog. Langkah yang sudah terlalu mudah dibaca oleh lawan-lawan politik, sekaligus membuat aparat keamanan kebingungan dalam menerjemahkan sikap di lapangan.

Menampilkan 1 - 8 dari 8 komentar.
botaksakti artinya sampai saat ini SBY sudah mengingkari Pancasila dan UUD 45?
20 Februari 2011 15:02:00
laler istana  @botaksakti: sufeng, bukan mengingkari mungkin hanya lupa masih ada senjata cakra pamungkas yang belum dikeluarkan :D
20 Februari 2011 15:08:00
Rivan Mubaroq SH  @laler istana: (kasus ahmadiyah bisa menjadi contoh yang baik, tetapi membakar,menganiaya orang lain adalah urusan negara)? jika seperti itu,bagaimana jika ahmadiyah menjadi agama baru di indonesia biar sama hak harkat dan martabat bagi umatnya yang sesuai didalam sila I ketuhanan YME Pancasila, biar tidak ada lagi tindakan anarkis kepada ahmadiyah..
20 Februari 2011 17:06:00
botaksakti  @laler istana: konon, 'lupa' merupakan salah satu tanda sudah dekatnya ajal. Gimana tuh?


20 Februari 2011 20:09:00
Rajawali Itu kan harapan mu pak @botaksakti :D
21 Februari 2011 05:34:00
botaksakti  @Rajawali: iya juga sih:D
21 Februari 2011 07:28:00
Rajawali :D WES JAN KOK PAK @botaksakti NJENENGAN WI
21 Februari 2011 09:07:00
mbah joebir  @laler istana: [Pak Beye, silahkan dicoba]

Masalahnya sebelum pedang Pancasila ditebaskan ke luar, di dalam sendiri harus sudah bersih-bersih. Kalau tidak bakalan saling tebas nantinya. *seram juga akibatnya*
21 Februari 2011 16:43:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »