67 Komentar Tulisan

Habis Gelap (Belum Tentu) Terbit Terang • penulis: Yudiantoro, 25 Januari 2011 16:34:09 • Penting +10

Rumitnya ngurus listrik di negara ini memang 'menyebalkan' dan malangnya kita sebagai konsumen, PLN (almost) have no effort untuk menjelaskan kesusahan dia dalam menjalankan usaha listrik ini terutama dalam manajemen energi.

Menampilkan 1 - 30 dari 67 komentar.
Whispering Wind [Jadi kalo kemudian ada pemadaman bergilir lagi, harus diingat, selain PLN jangan lupa 'salahkan juga' pemerintah yang gagal mengurusi manajemen energi di negeri ini ]

Malah kaget kalau ada yang berhasil ;))


*tebar paku payung
25 Januari 2011 16:37:00
botaksakti butuh dorongan untuk lulusan SMA atau tukang bengkel agar mengembangkan pembangkit-pembangkit kecil di wilayah masing-masing.
25 Januari 2011 16:39:00
Yudiantoro  @botaksakti: ESDM, GTZ (Jerman), ITB via PAU + PJB dan Indonesia Power selain PLN kan sudah punya program Listrik Mikro Hidro yang memanfaatkan debit air sebagai penggerak listrik, lumayan dapet 500 kW, cukup lah buat desa dengan 100 KK
25 Januari 2011 16:42:00
botaksakti  @Yudiantoro: yang gak ada air, Kang? Sepertinya, sesuai dengan mandegnya program KB maka yang sangat berpotensi kiranya adalah tinja. Bisa gak tinja diolh menjadi listrik? Ya, meskipun pas nyalain lampu bau-bau tinja dikit, gak papa lah:D
25 Januari 2011 16:44:00
pradaksina  @Yudiantoro: Pengelolaan listrik dengan subsidi model Ostralinya kok kagak ada?

:D
25 Januari 2011 16:45:00
pradaksina  @botaksakti: Pemda DKI lagi rencana bikin listrik dari sampah di Bantargebang.
25 Januari 2011 16:45:00
pradaksina  @botaksakti: Kalau mau, tinja bisa dibikin biogas juga.

*busetdahampehattrick*
25 Januari 2011 16:46:00
botaksakti  @pradaksina: masih percaya Foke?:D
25 Januari 2011 16:47:00
Yudiantoro  @botaksakti: Bisa banget, pake teknologi biogas, saya lupa kata kuncinya, tapi sudah mulai dirintis, tapi belum scalable buat industri, paling buat beberapa rumah. Jangan takut bau tinja, karena biogas yang asalanya dari kotoran ini ngambil dari kotoran sapi/kerbau/kambing dan sifatnya penguapan gas metan, jadi ya udah ga bau mas, alias berasal dari spotaker=sepotong tai kering :D

25 Januari 2011 16:48:00
Yudiantoro  @pradaksina: @botaksakti: monggo dibaca http://www.ptpjb.com/index.php?option=com_content&view=article&id=344%3Apltsa-bantar-gebang-terancam-meledak&catid=1%3Alatest-news&Itemid=138&lang=id

Mengenai PLTSa Bantar Gebang yang udah mau meledak ;))
25 Januari 2011 16:49:00
botaksakti  @Yudiantoro: minimalnya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat kepada PLN. Masalahnya, kok para profesor kita gak mau sih ngoprek yang kecil-kecil gitu?
25 Januari 2011 16:50:00
botaksakti  @Yudiantoro: biar gak meledak, kayaknya mentri ESDMnya perlu ditumbalkan:D
25 Januari 2011 16:52:00
Yudiantoro  @botaksakti: wah saya ga bisa komen masalah profesor, tapi setuju bahwa harus dimulai mengurangi ketergantungan kepada PLN, sayangnya di Indonesia belum ada skema penjualan listrik secara individu.

Sebagai contoh, di Jepang, rumah tangga yang 'membangkitkan' sendiri listriknya (biasanya dengan solar cell), kelebihan listriknya bisa dijual ke Tepco (Tokyo Electric Power Company/PLN-nya Jepun). Di kita mekanismenya belum ada (untuk penjual individu, bukan badan hukum).

25 Januari 2011 16:53:00
botaksakti  @Yudiantoro: kalau pake solar cell itu untuk masyarakat kecil sanggup gak kira-kira?
25 Januari 2011 16:55:00
Yudiantoro  @botaksakti: perawatannya njelimet mas, apalagi di daerah yang debunya banyak, tapi untuk daerah yang masih jauh dari polusi dan mataharinya berlimpah, macem Flores, patut dicoba.

CMIIW, tahun 2005-an Sharp pernah studi ke Mataram untuk komersialisasi solar cell untuk rumah tangga, sayang saya ga dapet hasilnya
25 Januari 2011 16:57:00
Whispering Wind  @Yudiantoro: Oom kayanya ada di desa mana gitu pakai pembangkit air dari sungai yang ada di desanya. Kalau diterapkan ke masing2 wilayah di Indonesia dengan memanfaatkan kelebihan daerah masing2 memungkinkan nggak sih?
Btw, daerah yang minim pasokan di Indonesia masih banyak lho, tuh yang di luar jawa, mati bisa 10 jam sehari tiap hari
25 Januari 2011 17:00:00
botaksakti  @Yudiantoro: bukan patut dicoba, Kang. Yang saya tahu sudah beberapa kali kakak gw ngirimgituan ke sana:D
25 Januari 2011 17:03:00
Nazil Kalau pakai air susah, konon ada yang mencoba mengembangkan dengan kincir angin.
25 Januari 2011 17:03:57
Maximillian  @Whispering Wind: Cinta Mekar, at Subang. By Tri Mumpuni, micro hydro project. http://www.ashoka.org/fellow/3870

I've got her number :)
25 Januari 2011 17:04:00
yusro  @Yudiantoro: Pokoknya™ asal listrik modyar pemerintah salah :))

#mrenges
25 Januari 2011 17:05:00
botaksakti  @Nazil: lha kalau GunKid itu kan air ada, angin ada, ombak banyak, tinja moprol, udah ada belum yang gituan?:D
25 Januari 2011 17:06:00
Whispering Wind  @Maximillian: Oh iya tri mumpuni, hebat memang pejuang2 sunyi itu.
25 Januari 2011 17:06:00
Maximillian  @yusro: Dulu pas kuliah, saya suka neriakin anak jurusan elektro, kalau mati lampu dadakan

" Woii modar, mana anak elektro ! Tanggung jawab, woii!" :))
25 Januari 2011 17:08:00
Nazil  @botaksakti : kemarin anak-anak praktek di bengkel
25 Januari 2011 17:08:31
botaksakti  @Nazil: praktek? Apaan tuh?Yang saya tahu 'praktik'. Mohon pencerahan:)
25 Januari 2011 17:09:00
Nazil Ya, bentar aku ke belakang dulu ya. Sabar. ;))
25 Januari 2011 17:11:39
Felipe  @Maximillian: @Whispering Wind: [tri mumpuni]
woww,, that's so cool!! :o


25 Januari 2011 17:12:00
Maximillian  @botaksakti: Praktek, apotek,kreatif, kreativitas, motif, motivasi :)

( EBTANAS SD Jadul)
25 Januari 2011 17:13:00
botaksakti  @Maximillian: apotek, kalau tukang apoteknya menjadi 'apotikir' atau'apotiker'. Gak beda dong dengan penjual 'tiker':D
25 Januari 2011 17:15:00
Felipe  @Whispering Wind: [kayanya ada di desa mana gitu pakai pembangkit air dari sungai yang ada di desanya.]

waktu di nengok longsor Ciwidey pernah lihat disana pake sistem hydroelectric juga, udah gitu model perumahan pekerja yang dibangun sederhana tapi modern, hemat energy, ramah lingkungan. desa terpencil tapi keren abis.
25 Januari 2011 17:16:00
 1 2 3 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »