26 Komentar Tulisan

Alfred Riedl, Ternyata Tidak Disukai ? • penulis: Mas Abdi, 09 Desember 2010 07:09:04 • Menarik +3

Tentu para penonton yang menyaksikan pertandingan tsb juga dapat melihat bagaimana sikap Alfred Riedl yang dikatakan nyaris tanpa ekspresi seperti yang dikatakan komentator RCTI tsb.

Menampilkan 1 - 26 dari 26 komentar.
botaksakti pada bagian awal dulu juga, NH udah mulai mempertanyakan ketika hasil uji coba tidak memuaskan. Nah, ini kesempatan sebenarnya untuk menunjukkan bahwa yang tidak disukai oleh masyrakat Indonesia itu sebenarnya: NH dan antek-anteknya!(Kirim NH ke neraka!)
09 Desember 2010 07:12:00
TruthSeeker Mental PSSI-nya saja yg cemen.

Itu kan bagus, jadi pemain respek sama pelatih yg tegas. Jose mourinho, anyone??
09 Desember 2010 07:47:00
Whispering Wind  @TruthSeeker: [Jose mourinho, anyone??] Jose Mourinho? Jadi ingat @Marshall Rommel
09 Desember 2010 07:54:00
tukang_nanya yah alfred riedl jg ga suka sama PSSI kayaknya...liat aj mukanya asem mulu ;))
09 Desember 2010 08:43:00
Whispering Wind  @tukang_nanya: [liat aj mukanya asem mulu] jangan2 tunjangannya kurang ;))
09 Desember 2010 08:48:00
Coulrophobia kalau riedl dibilang arogan ... la nurdin halid itu apa namanya?
09 Desember 2010 09:12:00
Marshall Rommel eh, ada yg sebut2 nama gw... jd tersandung.
dasar lebay aja pengurus PSSI
09 Desember 2010 10:58:46
Icarus Kalo kepribadian diperhitungkan buat jadi pelatih timnas, masukin aja biaya diklat John Robert Powers ke tunjangan pelatih! [-(


09 Desember 2010 11:16:00
Icarus [Pak Andi menyatakan prinsipnya seperti ini: “Saya orangnya terbuka. Kalau tidak suka, saya bilang tidak suka. Daripada berbicara di belakang.”]

Udah ngomong langsung ke Riedl belom? Kalo belom bilang langsung, malah ngomong ke reporter, ya itulah 'bicara di belakang'! Heran, deh... :|
09 Desember 2010 11:18:00
sumanto DJ Yang tidak tahu itu adat itu adalah Andi Darussalam Tabussala. Sudah gagal berkali-kali tapi masih tak mau pergi.

Di Laos dan Vietnam, Riedl juga bersikap seperti itu, tapi tidak ada masalah.

Riedl itu pelatih profesional, bukan melatih dengan sistem kekeluargaan.

Harus diketahui Riedl adalah orang yang tidak akan pernah puas sebelum trofi berada di tangan. Itu aja. Pelatih itu dinilai dari trofi, bukan catatan menang besar, atau menang gengsi.

Pengurus model Andi Darussalam itu dihargai dengan kemampuannya menjilat, bukan prestasi.
09 Desember 2010 11:30:00
tukang_nanya andi darussalam ini ternyata direktur PT Minarak yang ngurusin ganti rugi korban lumpur lapindo...emang klop kayaknya sama nurdin ;))
09 Desember 2010 11:34:00
The Crow [“Saya rasa Riedl harus tahu adat.”] The one that made Indonesian team a long time underdog? ;))
09 Desember 2010 11:35:00
sumanto DJ Pantas jika Riedl masam ketika Indonesia mengalahkan Malaysia. Beberapa gol Indonesia terjadi lewat keberuntungan, hanya gol Irfan Bachdim yang berkelas, dan hasil proses cerdas.

Saat melawan Laos, Riedl berkali-kali memperlihatkan rasa kecewa ketika proses cerdas pemainnya tak menghasilkan gol, dan Indonesia hanya menang 6-0.

Saat melawan Thailand, Indonesia tampil buruk, dan amat buruk dalam 70 menit. Indonesia baru bisa mengejar ketinggalan setelah Thailand kelelahan, dan Reidl memasukan Arif Suyono dan Bustomi untuk menambah daya gedor.

Lebih kecewa lagi adalah dua gol balasan Indonesia lahir dari titik penalti, bukan proses cerdas. Tidak ada pelatih profesional yang suka menang dengan gol penalti.

Kritik Andi Darussalam adalah khas masyarakat Indonesia, yang cepat puas dan ingin segera berpesta. Ini negara besar, yang butuh prestasi besar. Riedl juga ingin menjadi pelatih besar, dengan memberi gelar bergengsi.
09 Desember 2010 11:37:00
sumanto DJ Apakah Rinus Michels pernah tersenyum sebelum Belanda mengangkat trofi Euro 1998?

Apakah Franz Beckenbauer berhenti marah-marah, dan muka tegang, sebelum Jerman meraih trofi Piala Dunia 1994?

Semua tidak ada masalah. Jika kedua orang itu melatih Indonesia, Andi Darussalam pasti didepak.
09 Desember 2010 11:47:00
Icarus  @The Crow: [The one that made Indonesian team a long time underdog? ;))]

Ramah tamah berbanding lurus dengan mental payah? ;))

*ditampol blangkon*
09 Desember 2010 11:48:00
boiga [Andi Darussalam menyatakan bahwa ia tidak suka kepada Alfred Riedl]
-
whaaatever!!
09 Desember 2010 12:07:00
Maximillian  @Icarus:
[ Ramah tamah berbanding lurus dengan mental payah? ;)) ]

Kayaknya kok begitu ya ? Yang suka ramah biasanya kurang fokus, dan emosinya gampang ikut, kalau lagi kerja. Nggak tuntas kalau beban kerjanya berat dan butuh waktu lama ( pengalaman )
09 Desember 2010 12:13:00
The Crow  @Maximillian: @Icarus: Not to mentioned being spoiled and ready to whine anytime? ;))
09 Desember 2010 12:26:00
The Crow  @The Crow: typo => not to mention
09 Desember 2010 12:27:00
Maximillian  @The Crow: The current president as sample figure ?

Agree
09 Desember 2010 12:31:00
Icarus  @Maximillian: @The Crow: MDD pula; Mau Duitnya Doang! :P
09 Desember 2010 12:31:00
Icarus  @Icarus: Gaji buta memang sedap... :D
09 Desember 2010 12:33:00
Icarus  @Icarus: Bonus gratifikasi dari sana-sini! :|
09 Desember 2010 12:34:00
Ning  @sumanto DJ: saya setuju dengan anda, karena saya juga tidak bangga melihat kemenangan hanya dari tendangan penalti, permainan team kita jelek sekali dibandingkan Thailand..., pasang muka masam juaga ah... :(
09 Desember 2010 13:45:00
GaraMata  @Ning:

Kalo kata Jose Maurinho, yang penting hasil akhir bagimanapun prosesnya. Jadilah dia treble bersama Inter Milan. :)
10 Desember 2010 15:26:00
Moonlight Gwe suka Timnas (baca BUKAN PSSI) mengalahkan Team Thailand, soalnya team Thailand arogannya huh bikin nek gwe, apalagi maen di kandangnya.

Tuk Andi D : dibayar brape ame NH ?
10 Desember 2010 15:37:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »