29 Komentar Tulisan

Laku Politik Partai Keterlaluan Sekali • penulis: Pedy, 05 Oktober 2010 12:45:42 • Menarik +9

Jauhi partai yang plintat-plintut seperti ini...

Menampilkan 1 - 29 dari 29 komentar.
The Crow  @Pedy: What do you expect? They are, after all, political party. And in a political party, the keyword is not 'party' but 'political'.
05 Oktober 2010 12:55:00
liwung ya udah, presiden ama sekjen tinggian mana
suruh jewer telinganya aja, ntar kan nurut
lha kalau nggak nurut ya anggap aja pembela Ahmadiyah, lalu mau diapain, ya biasanya juga diapain sih?
05 Oktober 2010 12:58:00
Pedy  @The Crow: Maybe 'party' like dugem and clubbing is more suitable for such a humiliate and dishonor actions like them. :D
05 Oktober 2010 13:20:00
PakCilik  @Pedy: Tetep ada ideologinya mas, yakini uang, kuasa. Namanya naturalisme.
05 Oktober 2010 13:27:00
Pedy  @PakCilik: Kalo itu dilakukan oleh partai sekular, oke lah. Tapi partai yang dedengkotnya ustadz? Spechless! :|
05 Oktober 2010 13:33:00
PakCilik  @Pedy: hal seperti ini memang dapat dipahami sebagai kritik.

Tetapi membayangkan sebuah politik dengan laku yang lurus adalah kemustahilan. Bahkan di masa kejayaan Islam sekalipun.

Jangan sampai imajinasi kita tentang "partai bersih", mengantarkan kita pada kebencian yang menghabiskan energi.

Tetapi bagaimanapun kritik memang perlu.
05 Oktober 2010 13:39:00
Pedy  @PakCilik: [Tetapi membayangkan sebuah politik dengan laku yang lurus adalah kemustahilan. Bahkan di masa kejayaan Islam sekalipun.]

Not agree.

[...mengantarkan kita pada kebencian yang menghabiskan energi.]

Agreed.
05 Oktober 2010 13:44:00
PakCilik  @Pedy: [Not agree.]

Mungkin saya terlalu hiperbolik tetapi yang saya maksud, sebuah keputusan politik umumnya dilandasi alasan pragmatis. Contoh, penggantian sistem khalifah menjadi monarkhy Umayyah, dapat menstabilkan politik, juga pemberantasan Umayyah oleh abasyyiah sampai akar-akarnya dilandasi alasan pragmatis. Kalau dibiarkan satu saja hidup, berbahaya. Sedangkan kedua dinasti itu tercatat sebagai masa keemasan Islam.
05 Oktober 2010 13:55:00
Dh2L Komentar Anda... @PakCilik mutual symbiose.
[Mengantarkan kita kepada kebencian menghabiskan energi] diluar mainstream
05 Oktober 2010 14:07:00
iwan njk sama......................
05 Oktober 2010 14:14:00
Why Young  @Pedy: [Tapi partai yang dedengkotnya ustadz? Spechless!]
kalau dedengkot nasionalis ngejual aset negeri... kalau orang kaya tapi masih doyan duit rakyat...
kalau partai besar berkelakuan tikus....
kalau baju yang dikenakan oleh punggawa negeri ini adalah kepentingan pribadi...menurut saya mereka adalah T E R O R I S
mereka menjadikan kita tidak lagi percaya pada institusi yang bernama negara
05 Oktober 2010 15:32:00
Pedy  @PakCilik: [Contoh, penggantian sistem khalifah menjadi monarkhy Umayyah, dapat menstabilkan politik, juga pemberantasan Umayyah oleh abasyyiah sampai akar-akarnya dilandasi alasan pragmatis...]

Saya punya solusi yang lebih simpel; cukup katakan saja peristiwa-peristiwa di atas bertentangan dengan konsep siyasah syar'iyah yang benar. Apa yang dilakukan Muawiyah dan Abasiyah saat itu adalah salah alias haram.
05 Oktober 2010 16:07:00
Rahwana Dasamuka pks=partai kafir sejati
05 Oktober 2010 16:29:00
PakCilik  @Pedy: Betul itu haram pak. Tetapi ini hanya langkah pertama dari solusi. Dan mendefinisikan apa yang disebut 'ustadz', yang memang tugasnya itu.

Karena sistem politik sesungguhnya diperlukan (atau masyarakat khaos), kita lihat saja seberapa para politisi muslim (termasuk yang mantan ustad) bakal jauh dari yang "haram-haram". Dalam realitasnya.
05 Oktober 2010 17:04:00
Black Horse [Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan negara perlu melindungi sekte atau aliran yang ada di Indonesia. Termasuk Jemaah Ahmadiyah.]

Ah... intermezo Matta yang ga lucu....

[Partai Keadilan sejahtera (PKS) mendesak Presiden SBY agar segera mengeluarkan Surat keputusan Bersama (SKB) mengenai Aliran Ahmadiyah. "Ini masalah penodaan agama, kepentingan rakyat banyak.]

LOL.....

@Rahwana Dasamuka: ;)) ;))
05 Oktober 2010 17:28:00
Black Horse  @Pedy: [Jauhi partai yang plintat-plintut seperti ini]

Cukup dijauhi saja tadz..?
05 Oktober 2010 17:31:00
Black Horse  @Pedy: [Kalau lah yang didagangkan dan digadaikan itu hanya nilai dan kepentingan partai, oke lah.]

Not agree

[Tapi kalau yang didagangkan dan digadaikan itu ajaran Islam yang mulia]

Fadhlan anhu...
05 Oktober 2010 17:35:00
PakCilik  @Black Horse: [Cukup dijauhi saja tadz]

Sory nimbrung gan,

Setahu saya, semua partai plintat plintut, kecuali partai yang belum masuk senayan (belum dibuktikan). Jadi seruan ini berarti, jauhi semua partai politik yang bermain di senayan.

Begitu menurut saya.
05 Oktober 2010 17:37:00
Black Horse  @PakCilik: :)) :))
05 Oktober 2010 17:44:00
Black Horse  @PakCilik: [kecuali partai yang belum masuk senayan]

Tidak ada pengecualian nampaknya pak...:D
05 Oktober 2010 17:47:00
PakCilik  @Black Horse: Itu tuduhan namanya :D
05 Oktober 2010 17:51:00
Pedy  @PakCilik: Intinya dibedakan lah, antara konsep dan praktek. Seperti dalam demokrasi, konsepnya pemilihan kepala negara lewat pemilu yang bersih. Jika ada yang curang dalam pemilu, ya kita katakan itu penyimpangan dari demokrasi yang "benar". Tidak ada yang mengatakan demokrasi meniscayakan curang. Sama seperti sistem khilafah dan "praktek curang" Bani Umayyah atau Abasiyah.
05 Oktober 2010 18:11:00
Sun g yang sy lihat disekeliling ketika mendekati hari pemilu pada lupa diri setelah dikumpulin, deceramahi, dibagi2 duit dan makanan, meskipun tadinya antipati pada partai atau oknumnya
05 Oktober 2010 19:11:00
PakCilik  @Pedy: Kekuasaan lah yang meniscayakan dlm suatu kekuatan kolektif seperti partai, ada bakal ada kecurangan di dalamnya. Walaupun kalau secara individu, lebih mudah mencari perkecualiannya (individu yg saleh dlm berkuasa). Di luar kekuasaan lebih mudah mengejar kesalehan. Setidaknya demikian yang saya mengerti.
05 Oktober 2010 20:42:00
PakCilik  @Pedy: Dari pengamatan saya dari organisasi-organisasi mikro saja seperti sekolah, kampus. Di level negara diasumsikan situasinya lebih sulit.
05 Oktober 2010 20:43:00
rakjat ketjil SKB itu sebenarnya bermaksud mengatur atau meniadakan aliran2 tho?
06 Oktober 2010 07:36:00
Pedy  @rakjat ketjil: [Kekuasaan lah yang meniscayakan dlm suatu kekuatan kolektif seperti partai, ada bakal ada kecurangan di dalamnya...]

Ya itu maksud saya, PRAKTEK kekuasaannya yg menyimpang. Bukan KONSEP-nya. Politik yang sehat tetap lah harus berpegang kepada KONSEP yg benar, sesulit apa pun keadaannya.
06 Oktober 2010 08:45:00
conscientizacao TERLALU! :))
06 Oktober 2010 08:59:00
aswandi yang mananya yang plin plan
kan dari dulu dibilang Ahmadiyah buat agama baru aja. nah kalo sudah jadi agama baru diluar Islam. agama apapun wajib dilindungi.
06 Oktober 2010 10:16:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »