113 Komentar Tulisan

Dilarang Mengaji • penulis: Leksa, 10 Agustus 2010 09:21:18 • Penting +10

Tulisan lama ini saya angkut lagi. Kenapa? Sebuah bentuk rasa prihatin dan kecemasan mungkin. Atau entahlah..

Menampilkan 1 - 30 dari 113 komentar.
Why Young dulu kalau ada yang menebar kebencian konon langsung kena pasal subversif, dan dulu juga dakwaan subversif suatu kebanggaan...
sekarang yang sering jadi senjata teroris...
10 Agustus 2010 10:04:00
Coulrophobia hm ...
10 Agustus 2010 10:05:00
Leksa  @Coulrophobia sepertinya mengerti 2 sayap dalam artikel saya ini ya? ;)

begitulah..

Bagi yg lain, baca keseluruhan,
jgn judul, atau paragraph terakhir saja..

"mengaji" itu bukan cuma hak orang Islam..
10 Agustus 2010 10:07:00
Leksa  @Why Young:
Persoalan teroris dan sekawannya saya serahkan pada hukum dan pengadilan.

Kalau Hukum dan pengadilannya pun tidak bisa dipercaya,
maka kita reform dulu mereka..

Persoalan skarang yg terjadi, banya "teroris" terjebak dengan perang pikiran mereka sendiri. Dari yg awalnya dakwah dan jihad, entah kenapa bergeser seolah2 mereka sedang berperang dengan pihak keamanan?
Bagian dakwah ke masyarakat? Saya ga tahu dimana letaknya itu..

Jika mereka tidak memodifikasi strategi dan metode jihad mereka saat ini, pada ujungnya nanti mereka2 cuma akan berperang dengan TNI di hutan2 nusantara..
percayalah..


10 Agustus 2010 10:12:00
Why Young  @Leksa: [ banya "teroris" terjebak dengan perang pikiran mereka sendiri]
bukan hanya teroris, reform sendiri juga kebingungan mencari arah.
Tidak tahu lagi, mana kawan mana pengkhianat. Semua berbicara atas nama kencintaan kepada negeri dengan cara 'meludahi bendera sendiri'
10 Agustus 2010 10:46:00
Coulrophobia  @Leksa:

[sepertinya mengerti 2 sayap dalam artikel saya ini ya?]

bagi saya bukan lagi sayap tapi sudah seperti tentakel

sekarang hanya sekedar menikmati wajah host yang cantik ... dan skip acara rohani yang ga ada cewek cakepnya
10 Agustus 2010 11:03:00
pradaksina  @Coulrophobia: Ada acara yg pake host cewek cakep? :o

@Leksa: Dulu ibu saya suka nonton 'fragmen' drama dalam siaran rohani agama lain. Maklum... haus hiburan, sinetron belum banyak. :D
10 Agustus 2010 11:05:00
Coulrophobia  @pradaksina:

[Ada acara yg pake host cewek cakep?]

tayangnya subuh ... si cece kirani tuh ... :D
10 Agustus 2010 11:07:00
The 7 Dalam pemikiran keagamaan masalah yang pertama kali dipersoalkan adalah konsep Tuhan (teologi) kemudian doktrin atau dogma agama. Dan kemudian memisahkan hubungan agama dan politik (sekularisme).

10 Agustus 2010 11:14:00
TTTH  @The 7: Akhlak belakangan?
10 Agustus 2010 11:18:00
The Crow  @Leksa: [Mungkin beliau tahu benar bagaimana saya akan menemukan "kitab kuning" nya tersebut dengan cara saya sendiri.] You are very lucky to have such a grandfather. I hope there more like him in this world.

[sehingga hanya dinamakan pendek sembilan huruf saja] L-E-K-S-A-N-A-K-E-N.... That's TEN.
10 Agustus 2010 11:20:00
Leksa  @The 7:
Teologi, paling tidak seiring bertambah umur, kita bisa erus belajar soal ini. Saya juga.

2 hal terkahir ini yg saya cermati baik2.
Jika sampai pada level Dogma agama atau Sekulerisme, apakah itu berarti salah, Mas?
Sekularisme dan dogma agama itu terdengar seperti hantu bagi sebagian kita keknya

bagi saya itu bahasa keren sih :D


10 Agustus 2010 11:21:00
The Crow Recommended reading for everyone here: Herman Hesse's "Siddharta".
10 Agustus 2010 11:21:00
pradaksina  @The Crow: [Herman Hesse's "Siddharta]

Read it. And confused. :D
10 Agustus 2010 11:22:00
Coulrophobia  @The Crow:
link
10 Agustus 2010 11:22:00
Leksa  @Coulrophobia: host cewe cakep juga banyak bulan puasa.. ini berani jamin 1000% saya..

Tapi kalau make hotpant pas nge-host?
Nah ini yg ga ada..
10 Agustus 2010 11:23:00
The Crow  @pradaksina: [Read it. And confused.] This: [saya akan menemukan "kitab kuning" nya tersebut dengan cara saya sendiri]
10 Agustus 2010 11:26:00
Coulrophobia  @Leksa:

[Tapi kalau make hotpant pas nge-host?]

ada .... acara musik tapi bukan religi :D
10 Agustus 2010 11:26:00
The Crow  @Coulrophobia: [link] Try Project Guttenberg. If it's not there, give me a working e-mail address to send it to.
10 Agustus 2010 11:27:00
Leksa  @The Crow:
I can say, yes i'm lucky to know him. But not much like others grandsons maybe. He passed away when i was in High School.

Tetapi seperti banyak keberuntungan, kadang ada yg "nyesekin" juga sih..
karena berhubungn dia paling banyak tahu soal adat dan agama, maka bisa dipastikan keras kepalanya terhadap pelaksanaan ibadah yg dia yakini.. :))

But yes, he was a tolerance man for another people (except his family maybe :p )
10 Agustus 2010 11:31:00
Coulrophobia  @The Crow:

found it ... thx :D
10 Agustus 2010 11:35:00
The Crow  @Leksa: [except his family maybe] That's normal. Every father would think the same. However, a good father is also a good archer. He has to know when to let go.


*obrolanbapakbapak* :D
10 Agustus 2010 11:38:00
Leksa  @The Crow: Beliau punya selemati buku2 "kitab kuning"..
semacam literatur dalam bahasa arab, baik arab gundul maupun arab beneran. Selain itu beliau juga rajin menulis, dan entah apa saja yg ditulis, baik arab maupun bahasa indonesia. Dari ramuan obat2an, doa2, sampai terjemahan kitab.

Selain itu dia rajin baca buku2 lainnya, juga nonton berita (jika sudah acara berita, tidak boleh seorang pun mengganggu televeisi, makanya kami pindah ke rumah saudara disebelah untuk nonton acara lain) .. klasik seperti kakek2 lainnya..

SMP sy jarang dirumah, lbh banyak maen dan menginap dirumah2 saudara. SMU? Saya malah terbang ke Jawa.. jadi ilmu dari beliau sedikit yg saya serap.

Yang beruntung adek sepupu saya yg perempuan (iya perempuan), yg justru diberi kepercayaan. Hanya perempuan ini satu2nya yg diajari mengajari dan ilmu2 beliau yg selemari itu.. Semua literarutur itu diamanahkan ke perempuan ini.

so i think, my cousin, a girl, is luckier than me
10 Agustus 2010 11:39:00
The Crow  @Leksa: [my cousin, a girl, is luckier than me] Don't be so sure.

A father has three sons. He bought a car for the first one, a motorbike for the youngest one, and nothing for the second one.

I say the second son is the luckiest one.
10 Agustus 2010 11:48:00
The 7  @TTTH:
Ahlak dalam kerangka relatif tapi berposisi absolut, jadi bisa didulukan atau dibelakangkan.

@Leksa:
Tapi itu kenyataan yang tidak mungkin bisa dielakan sebagai evolusi budaya manusia (yang terkait erat dengan faktor kebutuhan dasar hidup manusia), termasuk di Indonesia, karena gelombang pemikiran modern yang menjunjung tinggi pluralisme, persamaan, dan relativisme. Liberalisme menjadi ideologi, dan ideologi menjadi teologi , akhirnya teologi = liberalisme....Masalah waktu saja, perkiraan saya gitu :D
10 Agustus 2010 11:50:00
pradaksina  @The Crow: Because the second son can buy a car by him self?

:D
10 Agustus 2010 11:50:00
The Crow  @pradaksina: [the second son can buy a car by him self?] Four.

:D
10 Agustus 2010 11:52:00
Why Young  @The Crow: he buy cars and HARLEY DAVIDSONs...;))
10 Agustus 2010 12:01:00
Apprayo  @The Crow:
And you are that second son? :D
10 Agustus 2010 12:01:00
The Crow  @Why Young: :))
10 Agustus 2010 12:03:00
 1 2 3 >  Last ›
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »