29 Komentar Tulisan

Surat terbuka untuk warga Jakarta tentang kemacetan • penulis: uceenk, 30 Juli 2010 12:58:03 • Inspiratif +3

Disclaimer : saya kurang tau ini tulisan ini OOT apa tidak, kalo memang OOT tolong beri tau, saya kan segera ngehapusnya

Menampilkan 1 - 29 dari 29 komentar.
pradaksina [Disclaimer : saya kurang tau ini tulisan ini OOT apa tidak, kalo memang OOT tolong beri tau, saya kan segera ngehapusnya]

Bukankah sudah disediakan kategori OOT?
;))
30 Juli 2010 13:01:00
pradaksina [belum lagi proyek sebesar ini membuka ruang korupsi]

Jadi daripada kalau ada proyek nanti ada korupsi, gak udah ada proyek saja? Pemerintah tidur aja kalau gitu.
;))
30 Juli 2010 13:03:00
botaksakti maaf, Anda ponakannya kumis?
30 Juli 2010 13:05:00
pradaksina [tapi satu contoh tahukah seberapa banyak traffic KRL Jakarta - Bogor?]

Sekitar 15 menit sekali pada pagi dan sore hari. Di negara lain, kereta bisa datang hingga 5 menit sekali. Tentu saja operatornya menggunakan komputer, biar resiko tabrakan kecil. Dan keretanya -amat- jarang mogok juga, karena dirawat dengan baik.

;))
30 Juli 2010 13:05:00
pradaksina [padahal bukankah lebih mudah jika kawan keluar dari Jakarta, cari nafkah di kota lain]

Bagaimanapun, ajakan yg menarik juga..
30 Juli 2010 13:06:00
botaksakti padahal bukankah lebih mudah jika kawan keluar dari Jakarta, cari nafkah di kota lain]
--------------------------------------------------
sederhana itukah?
30 Juli 2010 13:08:00
uceenk @blentjong
maaf mas sy baru pertama kali nulis di politikana... tapi ini dah saya masukkan ke kategori OOT..., mungkin sebaiknya disclaimernya sy hapus, makasih koreksinya

oh iya tentang pemerintah tidur, tentu saja maksud saya bukan begitu ...:D, pemerintah tentu saja harus terus bekerja menyediaka sarana yg lebih baik

cuma yg saya ingin garis bawahi kemacetan itu menurut saya tanggung jawab semua pihak, bukan hanya pemerintah saja yang berkontribusi, tapi rakyatnya juga ... nah di tulisan ini saya cuma ingin berbagi secuil solusi dari perspektif rakyatnya sendiri, apa sih yang bisa warga jakarta lakukan untuk mengurangi kemacetan..


30 Juli 2010 13:11:00
uceenk @botaksakti

tentu saja, perubahan itu tidak ada yang sederhana, butuh perjuangan, termasuk mencoba mengais rizki di kota lain

skrng situasinya begini, di masa depan orang2 akan terus masuk ke jakarta, sementara pemerintah kita juga koq kayaknya mengurusi infrastruktur/transportasi ya begitu2 aja

nah dengan masa depan "suram" seperti itu apa bertahan di jakarta pilihan yg ideal ?, entahlah menurut anda bagaimana ?, sy sih hanya menawarkan solusi yg sudah sy implementasi sendiri, mungkin itu membantu... kalo tidak ya tidak apa2 :)


30 Juli 2010 13:18:00
pall [ saya tidak percaya kalau Alloh SWT menurunkan rizkinya hanya di satu kota ]

Kalau mau bawa-bawa urusan kayak gini dengan ALLAAH, jangan nanggung.

Sekalian aja tidak percaya bahwa Allah Yang Mahakuasa akan membiarkan Jakarta macet.

Dan kalau sampai sekarang Jakarta masih macet, sekalian aja dianggap itu azab.
30 Juli 2010 13:24:00
pradaksina  @uceenk: Anda tahu, 80% uang di Indonesia beredar di Jakarta?

Jadi sebenernya masih untung Jakarta cuma dijejali 10juta orang, bukan 20% penduduk Indonesia.

:D
30 Juli 2010 13:24:00
pradaksina  @uceenk: typo:
Jadi sebenernya masih untung Jakarta cuma dijejali 10juta orang, bukan 80% penduduk Indonesia.

30 Juli 2010 13:25:00
botaksakti  @uceenk: permasalahannya mungkin karena hanya Jakarta yang dikembangkan habis-habisan. Coba kalau pemerintah mau membangun infrastruktur kota-kota lain, atau dengan kata lain mengembangkan perkotaan di pulau-pulau lain. Kalimantan, kurang apa potensinya, tetapi kenapa pemerintah tak segera ambil langkah melakukannya. Atau haruskah rakyat di sana meniru masyarakat kampung saya di jogja yang untuk mengaspal jalan harus mencari batu sendiri di kali?
30 Juli 2010 13:28:00
uceenk @pall
saya percaya hukum2 yang terjadi di alam ini, termasuk sebab - akibat adalah kepanjangan dari Ciptaan tuhan, tapi beginilah saya tentunya tidak mungkin memaksakan keyakinan sy kpd anda

jika anda tidak percaya tuhan, baiklah anggap Tuhan itu tidak ada, dan yang terjadi di alam ini adalah hukum-hukum alam tok, berbicara soal rizki (makanan, pakaian, sandang , pangan, papan) , berdasarkan hukum yang ada di alam ini ... apakah mungkin hal2 tsb hanya tersedia di satu kota ?, sebegitu desperatenya kah kita ingin bertahan hidup, sampai - sampai hanya menggantungkan diri dari satu kota ?

mudah2an anda mengerti maksud sy :)


@blentjong
sy hanya tau sebagian besar uang memang beredar di JKT, angka persisnya kurang tau, thank's dah ngasih tau :)

sy jadi pingin bertanya, uang yang mengikuti manusia, apa manusia yang mengikuti uang ?
30 Juli 2010 13:39:00
uceenk @botaksakti

apakah rezeki itu sepenuhnya bergantung kpd infrastruktur yg ideal ?

mari kita bicara dengan analogi yg sederhana

katakanlah palu = infrastruktur
jika anda ingin memaku kayu, anda tidak punya palu ... apakah dengan demikian anda berpasrah saja sama sekali tidak bisa memaku kayu ? ...
30 Juli 2010 13:45:00
pradaksina  @uceenk: Dengan kondisi anda tinggal di Bandung, yang tingkat ekonominya tinggi (dan salah satu generatornya adalah warga Jakarta yang belanja di Bandung tiap weekend, yang anda protes itu), sebagaimana Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, maka mencari penghidupan di kota2 tersebut memang 'relatif mudah'.

Bagaimana penduduk kota-kota lain di Indonesia? Yang UMRnya 300ribu, sehingga untuk bisnis apapun susah karena masyarakatnya gak punya duit?

Dan bayangkan lagi, 5-10 tahun yang akan datang, kondisi Bandung udah sama dengan kondisi Jakarta saat ini. Mungkin akan ada orang Cianjur yg teriak2 seperti anda, ngapain tinggal di Bandung? Ngapain protes2 macet di Bandung?
;))
30 Juli 2010 13:47:00
uceenk @blentjong

saya tidak tinggal di Bandung, Bandung udah panas mirip Jakarta.. itulah makanya sejak 2 tahun lalu saya pindah ke Cihanjuang, sempalan kota Cimahi yang sejuk ... kalaupun Cihanjuang nanti penduduknya dah sumpek, tentu sy pindah lagi .. ke Garut mungkin :D

dengan teknologi internet, bisnis kecil2an skrng tidak lagi mengenal tempat, terutama bagi mereka yg punya skill, akuntant, writer, programmer dll dengan teknologi internet anda bisa bekerja di mana saja, sementara client anda mungkin berada di makassar, medan, singapore, anda bisa bekerja di rumah anda di blitar misalnya

well ngomong2 soal pekerja yg berskill, pekerja kantoran di Jakarta itu kebanyakan ber-skill tinggi , jika saja 30% mendirikan perusahaan konsultan di kotanya masing2, saya kira itu saja sudah bisa berkontribusi untuk mengurangi kemacetan



30 Juli 2010 14:07:00
pradaksina  @uceenk: Yang pasti, akan ada 30% lainnya yg menggantikannya.
:D
30 Juli 2010 14:08:00
uceenk @blentjong

itu lebih baik, setidaknya penduduk jakarta tidak bertambah :D
30 Juli 2010 14:13:00
pall  @uceenk:

Nyuruh orang pindah dari Jakarta dengan iming2 siapa tahu Allah membagi rezeki juga di luar Jakarta, adalah naif nggak ketulungan.

Bagaimana Anda bisa sebebal itu mempertimbangkan, misalnya, orang yang keahliannya hanya programming terus disuruh pindah ke Flores Timur yang listrik saja nggak ada.

Surat terbuka ini mestinya bukan buat orang yang lagi kerja di Jakarta, tapi pada pemerintah. Suruh mereka bangun infrastruktur yang memadai di seluruh wilayah Indonesia (kalau APBN tak mencukupi, toh masih ada organisasi finansial multilateral :D )

Suruh mereka bikin peraturan agar bank-bank di timur Indonesia meningkatkan rasio utang-deposit...

...atau ide gila apapun, asal bukan begitu saja ngelempar orang dari Jakarta ke daerah lain terus didoakan semoga dapat rezeki.

Give me a break!
30 Juli 2010 14:55:00
Dh2L Sumber daya tercolong berupa konsentrasi dana ke jakarta sah sah saja tapi akan lebih manusiawi pada daerah tertinggal tersebut membangun budaya copy paste terjadi Jakarta kota besar lain.Dahulu ada "pemberontakan" akibat dari Ibu kota sentris semangat seperti itu perlu untuk hapuskan Kemiskinan,tingkatkan mutu Pendidikan Pelayanan kesehatan berkualitas terjankau oleh seluruh rakyat, akan tetapi berada pada alam "Reformasi".dengan tetap teguh pada Merah Putih , Otonomi daerah Nuansa Republik Indonesia sebentar lagi merayakan HUT 65 tahun Merdeka.Devide of Wealth yang adil dengan perangkat perangkat yang masih tidur. @uceenk: Saya tidak mau melihat daerah tertinggal tetap tidur "Tamu harap lapor 24 Jam"Bagus tulisan ini saya tidak memberi rating dengan mengklik
30 Juli 2010 16:07:00
uceenk @pall

saya akui doa itu solusi saya juga, dan anda bilang saya bebal karena itu, well tak masalah buat saya

doa buat saya itu bagian dari pengharapan atas diri sendiri, semakin anda bergarap akan sesuatu (cita2), semakin anda akan termotivasi untuk menjadikannya kenyataan

doa untuk orang lain bagian dari memotivasi orang lain, kalo orang lain tsb tidak semangat karenanya, setidaknya saya telah memotivasinya dan itu energi positifnya kan memengaruhi sy sendiri, so overall sy tidak rugi :)

sekarang kalo anda cuma berharap orang lain (a.k.a pemerintah), yang menyelesaikan masalah anda, urusan tak akan selesai2, masalah sosial apalagi kemacetan seharusnya dipecahkan bersama, silahkan kita tuntut pemerintah, tapi kita sendiri punya kemauan untuk mengubah diri sendiri juga, mengubah diri bagaimana menghindari macet

di tulisan ini saya sudah sediakan solusi konkret, pindah ke kota lain (kota lain itu banyak, bukan Flores doank :D), anda bisa mencari kerja, kalo tidak ada, anda bisa buka bisnis, seperti yg saya bilang orang kantoran jakarta itu banyak yg skillful, dengan skill itu dia bisa mendirikan perusahaan konsultan buat dia sendiri minimal jadilah self employee dulu, client pertamanya bisa mulai berawal dari kolega2nya, cara kerjanya bisa dikerjakan secara jarak jauh, dgn teknologi ini bisa terjadi, atau kalo mau yg lebih ekstrem cari saja client dari luar negeri, ini juga bisa dilakukan, dan jika bisnis anda berkembang dan membutuhkan karyawan, anda bisa menyerap tenaga kerja di kota anda, sehingga orang2 tsb tak perlu lah pergi ke Jakarta tuk nyari kerja

saya perkenalkan kepada anda, istilah ini bernama telecommuting, Amerika Serikat sudah mengimplementasikan hal ini, dan sudah lumrah di sana orang bekerja di rumah, oke kalau Amerika menurut anda kejauhan, karena kualitas infrastruktur dan SDM nya memang sudah unggul, Bagaimana dengan India ?... karakteristik India mirip indonesia, negara berkembang, kualitas SDMnya hampir sama, tapi kenapa India maju dalam dunia telecommuting/outsourcing sementara indonesia tidak ?

di AS hal seperti ini sudah lumrah orang menjadi self-employee dan bekerja di rumah, oke mungkin kalo AS terlalu kejauhan karena di sana infrastruktur & SDM sudah bagus, bagaimana dengan India ?, di india hal seperti ini sudah lumrah, bahkan india adalah pemasok tenaga jarak jauh terbesar sekarang ini.. India dalam banyak hal mirip dgn indonesia, SDM-nya hampir sama, keadaan infrasturkturnya juga sama.. kalo mereka bisa, kenapa kita tidak ?

ide ini memang sulit, sangat sulit ... tetapi bukan berarti tidak mungkin, yah yang mudah memang komplain sih, pertanyaannya skrng tinggal di kita sendiri, mau menempuh yg sulit demi kemudahan masa depan, atau menempuh yg mudah tapi bertemu masa depan suram ?

ingat bbrp tahun mendatang jalanan jakarta diperkirakan akan stuck, masihkan anda mau menyerahkan nasib anda sepenuhnya ke pemerintah ? sementara sepertinya pemerintah kita skrng ini sulit untuk dipercaya ?, ...ok then i'll give you a break, so you can think about it :)

30 Juli 2010 16:18:00
Dh2L Ada benar sdr2 dengan perimbangan keuangan antar daerah
tidak banyak berharap
dengan seperi contoh beberapa negara kita harus bicara
komoditas lintas regional maupun interna(ional
"origin country sertifacate"

30 Juli 2010 18:57:00
The 7  @uceenk:
A cool idea to choose and start an internet business, work from home + a cup of coffee :D
30 Juli 2010 20:04:00
Striding Cloud  @pall:
[_alau APBN tak mencukupi, toh masih ada organisasi finansial multilateral_]

-1 promosi diri :))
30 Juli 2010 20:40:00
pall  @uceenk:

[ kota lain itu banyak, bukan Flores doank ]

Saya contohkan Flores agar, sesuai dugaan saya, Anda akan bilang bahwa kota lain masih banyak.

Mengapa kalau begitu menghindari Flores Timur? Apa cuma tak ada listrik, terus Allah tidak memberi rezeki? - saya sisakan pertanyaan ini untuk retorika.

Sisanya lagi, untuk saya tunjukkan bahwa sebuah kota/daerah tidak secara acak dipilih oleh 'orang yang nyari rezeki'. Tapi sesuatu yang amat riil seperti infrastruktur (jalan, listrik, dsb) yang hanya bisa ditanggung oleh yang namanya pemerintah - kecuali Anda mau kerja bakti mengaspal jalan di sepanjang NTT dengan uang Anda sendiri, misalnya.

Ide macam telecommuting itu gampangannya hanya akan mengatasi satu-dua orang, dan amat tak sebanding dengan jutaan orang/tenaga kerja lain yang merasa harus ke Jakarta karena disparitas pertumbuhan ekonomi yang curam antara Jakarta/Jawa dengan di luar itu.

Sama sekali tidak setimpal.
30 Juli 2010 21:54:00
pall  @Striding Cloud: be quite please, siapa tahu di sini ada aktivis anti-utang :D
30 Juli 2010 21:57:00
Subroto  @uceenk: Ini orang kayaknya mau pamer bahwa pekerjaannya di dunia inet dan tidak butuh absensi di kantor.
Dari atas ke bawah kayaknya point nya cuma itu

Di US juga orang pada kerja inet, tpi tetap aja pekerja kantoran dibutuhkan. Gk semua pekerjaan bisa ala wireless, kuli bangunan apa bisa kerjanya tinggal klik? ;))
30 Juli 2010 22:25:00
wawajie Ya sutralah ya...
Siapa suruh datang Jakarta!
31 Juli 2010 00:16:00
zizix basa basi gax jelas
31 Juli 2010 08:15:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »