iloenx @
Why Young: [iloenx: tapi mestinya ada syarat dan ketentuan yang berlaku...:D ]
[... mestinya agama dilihat dalam dua sudut, sebagai lembaga dan tuntunan. sebagai lembaga atau organisasi sudah sepantasnya memiliki hierarki otoritas. dan dalam sisi yang lain sebagai tuntunan, agama adalah wilayah yang sangat privat. menjalankan atau mengabaikan tuntunan....]
=======
kalau dua komentar itu disatukan, maka yang dimaksud dengan syarat dan ketentuan itu tentu mengacu pada agama sebagai lembaga. Point saya juga di situ, dan mazhab itu sejatinya adalah bagian dari dan/atau sesuatu yang memperlihatkan agama itu sebagai lembaga. Pada wilayah mazhab, syarat dan ketentuan itu tentu berlaku. mestinya ada kesadaran toleransi antar mazhab, sebagaimana toleransi antar (umat) agama yang berbeda..... Fakta yang ngegirisi selama ini adalah ada mazhab dalam Islam yang tak memiliki toleransi itu, dan maunya mematikan mazhab yang lain....
Apakah tak ada solusi? mestinya ada. ya Merumuskan syarat dan ketentuan itu yang bersifat mengatasi semua mazhab, di mana semua mazhab itu mestinya menjadikan syarat dan ketentuan itu sebagai pedoman bersama. Saya kira hal ini bukan tak diupayakan, terbukti denga adanya dialog-dialog antar pemuka mazhab2 Islam yang berlangsung secara periodik, tetapi mungkin sosialisasinya yang tak berlanjut sampai ke akar rumput. padahal masa akara rumput ini yang paling mudah terbakar (dibakar?), apalagi jika rumputnya adalah rumput2 kering di bahwa tiupan angin kencang....
Selebihnya, pada level tertentu, agama sebagai tuntunan mestinya merupakan penjabaran dari implementasi syarat dan ketentuan tersebut, di mana kebebasan beragama secara personal mestinya dijamin, sehingga tak ada yang terlanggar hak-haknya, dan seluruh pertanggungjawaban setiap orang hanya akan dimintai pada hari pengadilan di alam sana.... tetapi apakah sebuah Front, misalnya, bisa menerima pandangan yang sebetulnya elementer ini?
14 Juli 2010 16:14:00