24 Komentar Tulisan

Ora Cucul Ora Ngebul • penulis: Matt Zammy, 12 Mei 2010 12:31:31 • Menarik +2

Mendengar puisi berbahasa Jawa "Ora Cucul Ora Ngebul" karya Romo Sindhunata, yang dirapkan secara apik oleh Rotra, rasanya kok masih saja pantas dan sesuai dengan kondisi negeri ini. Seolah bukan hal baru dan terus berulang-ulang.

Menampilkan 1 - 24 dari 24 komentar.
Striding Cloud Jangan menjadi terlalu eksklusifis.

Tolong sertakan terjemahannya.
12 Mei 2010 12:47:00
pall  @Striding Cloud:
When you're making comments in English, would you have provided the translation as well, ha?

*nyiram bensin*
12 Mei 2010 12:54:00
The Crow  @pall: [When you're making comments in English, would you have provided the translation as well, ha?] I did with an article once. This one: http://politikana.com/baca/2009/09/01/prove-it-please
12 Mei 2010 13:04:00
TTTH Ora macul, ora wucul, ora cucul, ora ngebul...
12 Mei 2010 13:36:00
pradaksina  @TTTH:
kathes mental mentul
Jabulane mung dempul

:Dl
12 Mei 2010 13:38:00
Matt Zammy ada yang namanya Google Translate..

*eh, Google support Jawa ndak, sih?

oiya, ini dari teks puisinya Rama Sindhu. jadi yaa.. gitu deh.. :D
12 Mei 2010 13:40:00
TTTH  @pradaksina: genduk-genduk kemampul ;))
12 Mei 2010 13:46:00
Striding Cloud  @pall: Sure, if somebody admitted that they dont understand my words, and requested a translation, i will gladly give them google translate link.

As for me, i dont understand javanese. So please translate.


12 Mei 2010 13:48:00
Ibnu Muslim Ide bagus buat bikin artikel bahasa Padang ;))
12 Mei 2010 13:54:00
em je  @Striding Cloud: hihi @Matt Zammy : jaga ekslusifisme,

arep cucul apa mas? cucul klambi, cucul celono?
12 Mei 2010 13:57:00
Icarus  @em je: Cucul pitik!

Artinya apa ya? Kayaknya beracun. Translator manual dalam bentuk temen nongkrong ini cukup handal, tapi suka jail... ;))
12 Mei 2010 14:07:00
pradaksina Petruk bingung memeluk istrinya
Pikiran melamun memikirkan selingkuhannya
Memang terlanjur rusak negaranya
Maka jangan heran kalau miskin rakyatnya

Orang kaya selingkuh di hotel mahal
Main cinta lupa daratan gak ketahuan
Orang miskin selingkuh di hotel murahan
Belum hangat kena razia memalukan

Orang besar ketahuan selingkuh malah kondang
Orang kecil yang ketahuan diarak telanjang
Apa begini namanya negara berjuang
Segala sesuatu ditentukan dengan uang

Pada-pada gendakan hukume dewe-dewe
Pancen hukum kui gendakane wong-wong gede
Wong cilik kerja sengsara ninga tetep kere
Wong gede kemaki urip sak karepe dewe

Sama-sama selingkuh hukumnya sendiri-sendiri
Memang hukum selingkuhan orang besar
Orang kecil kerja sengsara tapi tetap miskin
Orang besar sombong hidup semaunya

Lirak-lirik karepe ngejak turu kelonan
Koalisi politike mung perselingkuhan
Beras larang minyak mundak ra karu-karuan
Politike nglambrah mung ribut ngurus gendakan

Melirik niatnya mengajak tidur bersama
Koalisi politiknya cuma perselingkuhan
Beras mahal minyak naik gak karuan
Politik cuma ribut ngurus selingkuhan

Maka jangan munafik kaya orang politik
Jadilah orang seni kritis peduli orang kecil
Orang politik munafik tidak terima kritik
Maunya terima uang jumlahnya tidak sedikit
12 Mei 2010 14:16:00
pradaksina Pak Dul kepaanya gundul
Beli rokok di Pasar Sentul
Mau berenang harus berani telanjang
Tidak telanjang dapur tidak ngebul
(bagian ini meragukan :D)

Ada temenku pelukis keluyuran malam-malam
Pamitnya pergi katanya mencari inspirasi
Di jalan ketemu Temon, body-nya seksi
Kenalan terus mau dilukis telanjang

Sesudah dilukis Temon senang bukan kepalang
Saking senangnya sampai mau diajak begituan
Cepat-cepat mencari hotel murahan
Lagi siap-siap kok ya ada penertiban

Yang operasi polisi naik picup jualan kursi
Tanpa basa-basi semua kamar disatroni
Lalu dikumpulkan disuruh mengantri
Semua digeledah kalau ada yang dicurigai

Polisi bilang anda telah berbuat tidak senonoh
Itu artinya ada sudah melanggar moral
Pelukis tanya apa moral itu mural?
Kalo memang itu ayo pergi dengan tergopoh

Moral itu adalah tata susila
Siapa yang melanggar akan kena razia
Pelukis bertanya apa toh tata susila?
Apa sama kaya wanita tuna susila?

Polisi bilang bagaimana kalau damai saja?
Damai itu artinya berani bayar berapa?
Pelukis jawab belum perang kok sudah damai?
Belum telanjang kok sudah ramai?

12 Mei 2010 14:31:00
pradaksina Akalnya lelaki jika ke Pasar Kembang
Cari alasan agar aman tidak ketahuan
Politik sekarang memang mani belakang
Luarnya bersih di dalamnya perselingkuhan

Lumpur Lapindo keluar di Sidoarjo
Istri dua semua senang menggoda
Sudah merdeka tapi masih ada Kompeni Belanda
Menembaki rakyat, rakyat alas Tlogo

Make tanktop jalan di Pasar Bantul
Bawa pepaya, pepayanya terpantul-pantul
Rakyat ditembak, ditembak betul-betul
Tapi katanya kena peluru pantul

Buah langsep mahal harganya
Motor nyungsep di selokan
Negara lemas kebanyakan hutang
Harta ludes yang nilep menghilang

Burung podang terbang masuk kurungan
Segera dituutp dengan gembokkuningan
Gak habis-habis aku selingkuhan
Sampai mati sampai di kuburan

Ceweknya Paijo terlanjur suka
Cukup sekian saya bicara
Ada ketupat kecemplung santan
Kalau salah mohon dimaafkan
12 Mei 2010 14:42:00
pradaksina Mampus!
:))

Terjemahan asal2an...
12 Mei 2010 14:42:00
Icarus  @pradaksina: Ngos-ngosan pasti... ;))
12 Mei 2010 14:52:00
Striding Cloud  @pradaksina:

Thanks man!

This is your reward: [ http://www.youtube.com/watch?v=aXfiPmzVemg ]
12 Mei 2010 14:55:00
pradaksina  @Striding Cloud: :))
internet lemot, gak selese2 liatnya :((
12 Mei 2010 14:59:00
Striding Cloud  @pradaksina: You should see it. Its one of those things that made me shout subhanallah out loud.
12 Mei 2010 15:00:00
pall  @Striding Cloud:
Emang lo beneran gak ngerti bahasa Jawa? Hm...

Pancen bocah ra nduwe udel kowe ki, boso jowo wae ora mudeng, ngisin-ngisinke. Kono minggato wae.

#eksperimen :D
12 Mei 2010 15:48:00
pradaksina  @pall: :)) :)) :))
12 Mei 2010 15:50:00
Striding Cloud  @pall:
Yang itu ngerti sebagian.

[something] bocah ndak punya [somthing] kamu ini, bahasa jawa saja ndak ngerti, [something]. Sana pergi saja.

Kalau di tempat saya, bahasa jawa biasanya dipakai untuk njelek2in/nggosipin orang lokal seperti saya, atau ngetawain/bikin joke yang menyinggung secara rahasia. Joke lempar batu sembunyi tangan lah gitu.
12 Mei 2010 16:03:00
samsara meskipun sdh dibikin rap, tapi, prasangka saya kepada bangsa Jawa tak juga luluh-luluh.

*salahkan pram, dia yg membuat sebagian dari kita akhirnya ikut membangkang kepada feodalisme Jawa (mekipun keturuan Jawa). Nenek moyang dan bangsa yang ditinggalkan olehnya atas kemalangan yang diberikan olehnya kepada Indonesia.
12 Mei 2010 22:11:00
samsara typo: mekipun maksudnya MESKIPUN
12 Mei 2010 22:13:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »