34 Komentar Tulisan

Pilkada Sleman, Potret Pelecehan Suara Rakyat • penulis: Lantip, 27 April 2010 10:44:10 • Penting +10

Tidak gelisahkah hatinya karena dia sama sekali belum membuktikan kinerjanya di tempat dimana masyarakat mempercayakan mandatnya? Periode 2009-2014 sebagai anggota DPD, ditinggalkan begitu saja bahkan di awal masa jabatan untuk maju ke pemilihan kepala daerah.

Menampilkan 1 - 30 dari 34 komentar.
liwung mungkin dengan jadi DPD dia merasa tidak dapat berbuat banyak untuk rakyat sleman
27 April 2010 10:53:00
liwung tidak dapat berbuat banyak dan tidak mendapat banyak ;))
27 April 2010 10:54:00
liwung harusnya jadi bupati, bupati sukses terus jadi senator, senator sukses terus jadi presiden, gitu ya

disini memang lain, habis menteri jadi wakil gubernur, habis senator mau jadi bupati

ini namanya komitmen, berjuang demi rakyat, jabatan apapun diterima
27 April 2010 11:00:00
liwung biarin aja deh, tunggu aja kalau apes kan bisa nyusul itu bupati sleman yang dipenjara kasus buku sekolah itu
27 April 2010 11:01:00
ginasthel si doi tu memang terobsesi banget jadi bupati, jadi kalau kali ini kalah lagi, maka tunggu aja 5 tahun lagi pasti maju lagi, kalau kalah lagi, pasti maju ;lagi 5 tahun berikutnya
27 April 2010 11:06:00
Ning [..hal itu "keharusan"..] mungkin karena Daerah Istimewa
masih banyak lagi yang istimewa disana...
27 April 2010 11:40:00
Icarus [pintu rumah didatangi tamu, menyampaikan keinginannya untuk menempelkan stiker salah satu pasangan]

Bagus juga masih pake permisi. Rumah saya pernah langsung ditempel -- di dinding, lagi! -- tanpa ba-bi-bu, padahal saya di dalam. Saya langsung keluar dan mencopot stiker itu di depan hidung si tukang tempel. Cat tembok mengelupas seukuran stiker. ;))
27 April 2010 11:54:00
pradaksina  @Icarus: minta ganti rugi cat tembok 1 peil dong..
:D
27 April 2010 11:56:00
Icarus  @pradaksina: Gengsi dong! :))

Ga sih. Sengaja saya biarin jadi "monumen".
27 April 2010 12:02:00
Yudiantoro  @Lantip: haiah saya mau pencet penting malah kepencet menarik. Eniwei buswei, saya setuju ini adalah potret cerminan perilaku politik di Indonesia, mengingat sekarang pun sudah coblos foto/nama untuk anggota DPR masih banyak contoh lain yang 'ga tau malu' untuk mencalonkan kembali dalam pilkada, sebagai contoh: Saudara Prof. Irwan Prayitno, Anggota Komisi I DPR asal Fraksi Keadilan Sejahtera yang nyalon jadi cagub Sumatera Barat. For the record, ini adalah kali kedua bagi ybs untuk nyalon jadi cagub di Sumbar, periode lalu kalah dari Gamawan Fauzi (yang saat ini Mendagri), dan calon lain adalah Jeffrie Geovanni (yang dulu diarak PAN, sekarang Anggota DPR dari Fraksi Golkar).

Well....
27 April 2010 12:17:00
The Crow  @ginasthel: [si doi tu memang terobsesi banget jadi bupati] Does he own a furniture business? Or are you talking about another candidate? :D
27 April 2010 12:29:00
pradaksina  @Yudiantoro: Apakah peraturannya memungkinkan? Nggak harus mengundurkan diri-kah?
27 April 2010 12:52:00
botaksakti herannya.........kenapa (kita) kok nggak kapok-kapok to,ya, milih....mbok sekali-sekali nggak usah milih semua gitu lho.....:D
27 April 2010 13:06:00
pradaksina  @botaksakti: anda mengajak golput nasional? serius? anda bisa ditangkap pangkopkamtib!

:D
27 April 2010 13:07:00
botaksakti  @pradaksina: pangkopkamtib!****lari ajah...paling udah tua doi, mantan pimpinannya aja udah tua gitu.....
--------------------
lain soal kalau pangkoptramtib........:D

27 April 2010 13:24:00
perdana kalo yang dimaksud HA, ini kan untuk kali ketiga dia nyalon bupati. 2000 masih model pilihan DPRD dia kalah, 2005 pilihan langsung kalah lagi dari calon yang sama. sekarang njago lagi, gak tahu menang pa kalah.
klo soal jadi anggota DPD, waktu 2005 kan dia juga sudah jadi anggota DPD dan dia tetep nyalon, sekarang diulang lagi.
Yang jadi pertanyaan sekarang kenapa tidak ada aturan yang mengharuskan anggota DPR, DPD maupun bupati/walikota dan sebagainya untuk mengundurkan diri sebelum mencalonkan diri.
Sekarang ini enak, contohnya walikota/bupati atau anggota DPR/DPD rame-rame mencalonkan diri sebagai bupati atau walikota atau gubernur, toh misalnya kalah tak mengapa bisa balik lagi ke jabatan semula.
Seharusnya ketika sudah niat mencalonkan diri ya harus ada yang dikorbankan, enak bener mereka.
27 April 2010 14:02:00
Galembo' di surabaya jg ada,
eh udah menjadi walikota,karena abis periodenya rela menjadi calon wakil walikota.
yg bikin heran gw kok mau ya calon itu? kan turun pangkat tuh.
27 April 2010 14:31:00
Apprayo  @Lantip:
http://politikana.com/baca/2010/01/14/belum-genap-100-hari-menjadi-anggota-dpr
27 April 2010 14:33:00
tunggalp Hal ini sudah jadi perbincangan yang hangat juga kok di kalangan aktipis :) cuma klo mau bicara legal formal, maka mmg tidak ada satu pasal pun yang bisa mencegah mereka maju jd kepala daerah meski sdg mengemban satu amanah jd DPD misalnya...

Kegelisahannya sama kok bung... bagaimana bisa, rakyat dikhianati suaranya...

Mudah-mudahan ini bisa jadi salah satu agenda revisi di kemudian hari.



27 April 2010 14:50:00
Yudiantoro  @pradaksina: honestly gue ga tau, pasti harus mundur, tapi apakah saat pencalonan atau saat sudah terpilih itu yang gue ga menguasai. walaupun secara logika hukum aneh juga, sudah menduduki satu jabatan, dan jabatan ini sebenernya ga bisa di take over orang lain (karena sudah pemilihan nama langsung, bukan partai). Yah well
27 April 2010 15:04:00
Ibnu Muslim  @Yudiantoro: Jeffrey Geovanni gak nyalonin diri untuk pilkada kali ini, kalau dulu iya :p

http://www.padangkini.com/berita/single.php?id=6303
27 April 2010 15:21:00
Yudiantoro  @Ibnu Muslim: yee memang gue bilang dulu :-p *comprehensive reading buruk*
27 April 2010 15:31:00
Ibnu Muslim  @Yudiantoro: iya deh, ntar malam ditunggu di Langsat ;))
27 April 2010 15:33:00
Mbah Darmo Calon Bupati Sleman ada 7 (tujuh) pasang Le....bukan 6 pasang..... hehehe.
27 April 2010 15:37:00
Mbah Darmo Perlu juga dicatat, Hafid Asrom (sang calon itu) kali ini merupakan pencalonan yang ke-3 kalinya, setelah 2 kali dalam Pilkada sebelumnya ia dikalahkan oleh Ibnu Subiyanto.

Mungkin ia berpikir, inilah saatnya merebut kursi Bupati itu, setelah Ibnu harus terjerembab masuk penjara sebelum 2 periode jabatannya berakhir.

Silakan saja mencalonkan diri, no problem. Asal tahu saja, rakyat Sleman itu tidak bodoh. hehehe....
27 April 2010 15:51:00
pradaksina  @tunggalp: DPR gak mau bikin aturan yg merugikan diri mereka sendiri, kayaknya..
27 April 2010 15:53:00
tunggalp  @pradaksina: bener juga lu...ini bakal merugikan soalnya.... nanti klo ada update dr kawan2 pegiat isu ini, gw akan update lah
27 April 2010 15:59:00
pradaksina  @tunggalp: ditunggu kabarnya..
27 April 2010 16:01:00
Lantip wah! banyak juga atensinya. terimakasih. *duh maaf nggak reply satu-satu*.

inti tulisan saya sih menyoroti perilaku politikus yang dengan mudah "mengkhianati" kepercayaan rakyat. para partai tak kalah bodohnya dengan mendorong dan mendukung perilaku tersebut.

setuju buat @pradaksina dan menunggu update dari @tunggalp :D
27 April 2010 16:12:00
ginasthel  @The Crow: ya kandidat yang anggota dpd itu om, 5 tahun lalu kala juga sudah jadi anggota dpd si doi juga maju di pilkada sleman namun kalah oleh ibnu-sri purnomo, kini dia maju lagi untuk mengalahkan sri purnomo
27 April 2010 16:27:00
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »