41 Komentar Tulisan

Politikana sudah telampau OOT kah? • penulis: GaraMata, 09 April 2010 18:35:20 • Menarik +7

OOT atau out of topic sangat terkenal di dunia perbloggeran -- setidaknya jaman saya dulu aktif jadi blogger di wordpress.com. Ber-OOT adalah hal yang tabu bagi sebagain besar para blogger kecuali memang artikelnya memang sudah OOT juga. Banyak blogger yang langsung mendelete komen-komen yang OOT agar tidak menggangu jalannya diskusi menarik dari artikel menarik.

Menampilkan 1 - 30 dari 41 komentar.
ipool lho bukane sampean sekarang nulisnya di topik OOT? :D
09 April 2010 18:40:00
TTTH  @ipool: :)) :)) :))
09 April 2010 18:42:00
iloenx  @ipool: dan bukannya komentar sampean juga OOT??? :)
09 April 2010 18:48:00
enda Cek kategori diatas, maka Anda bisa liat O O T
09 April 2010 19:02:00
ipool  @iloenx: Lha ini (artikel) kan kategori OOT :D
09 April 2010 19:05:00
GaraMata  @ipool:

Artikel ini sih kategori OOT, tapi artikel bagus yang lain rasanya bukan kategori OOT. :D
09 April 2010 19:08:00
Ibnu Muslim Politikana memberikan ruang untuk menulis, berpikir dan ber-OOT, terserah "politikaner" mau pilih yang mana. Tulisan-tulisan yang bernas di Politikana cukup banyak kok, komentar-komentar serius dan berisi juga ada, OOT-juga ada. Terserah anda mau pilih yang mana, itulah Politikana.
09 April 2010 19:10:00
ipool  @Ibnu Muslim: setuju...

setiap OOT di artikel yang serius, menurut pengamatan saya lebih kepada menurunkan tensi debat.

Coba bayangkan debat tensi tinggi yang ternyata tidak menghasilkan keputusan AC dan kedua belah pihak bertahan dengan A, yang lain kekeuh C. Bisa-bisa kopdar hanya untuk saling tukar hadiah celurit dan parang... :D
09 April 2010 19:13:00
ipool typo: "komentar bersifat OOT" di artikel yang serius :D
09 April 2010 19:14:00
yusro Sori kalo salah menyimpulkan tulisan ini. Mungkin yang dimaksud @GaraMata adalah komentar di beberpa posting yang keluar dari topik posting.

Kadang kala komentar yang OOT itu memang diperlukan untuk mengendorkan ritme diskusi yang tak jarang kenceng. Tapi kalo OOT lebih banyak dari yang OTT (On The Topic), sering pula mengganggu.

Tapi semua tentu kembali pada anggota untuk saling mengingatkan. Karena dalam ketentuan toh tidak ada larangan memberikan komentar OOT :)
09 April 2010 19:14:00
GaraMata  @Ibnu Muslim:

Cuma kadang menggangu jalannya diskusi bahkan diskusinya bisa nggak berlanjut karena OOT.
09 April 2010 19:15:00
boiga biar seger gpapa lah dicampur sedikit ketawa ketiwi.. :D

tapi kesal juga kalo terlalu banyak komentar OOT di artikel yg menarik, seperti artikel headline di sebelah..
09 April 2010 19:16:00
GaraMata  @boiga:

Dikit dikit okelah, cuma kalo terlalu rasanya kok gimana gitu.
09 April 2010 19:19:00
Ibnu Muslim  @GaraMata: Mungkin suatu saat bung bisa mengingatkan untuk kembali ke topik, sering-seringlah menjenguk politikana ;))
09 April 2010 19:20:00
boiga  @Ibnu Muslim: bener uda, semakin banyak yang mengingatkan semakin baik..
09 April 2010 19:21:00
boiga  @GaraMata: bener tuh, ibarat ikan asin sudah tersedia tapi gak ada nasinya.. :D

*ups, OOTnya segini aja.. :D
09 April 2010 19:24:00
GaraMata  @Ibnu Muslim:

:D
09 April 2010 19:24:00
Ibnu Muslim  @boiga: keakraban khas Politikana, "berdebat" dengan hebat tapi persahabatan tetap terjaga :D Salam dari blogger persa..Ups nyaris OOT
09 April 2010 19:27:00
Rakai Mamrati OOT itu manusiawi kok.

apalagi kalau sama2 sudah merasa gak bakal ada kesamaan pendapat, OOT bisa jadi salah satu exit strategy untuk tetap menghargai pendapat masing2.

jadi tidak harus memaksakan org lain menerima pendapat kita, dan sebaliknya kita juga tidak dipaksa menerima pendapat org lain.

yang penting masing2 sudah dapat kesempatan untuk mengekspresikan pikirannya.

kalau ada yang telat berpartisipasi dan masih penasaran mau melanjutkan diskusi, silakan cari cara untuk menghidupkan lagi suasana diskusinya. kesempatan itu selalu terbuka kok.

diskusi/debat yang terlalu serius pada akhirnya juga malah membosankan.
09 April 2010 19:43:00
kang tutur  @Ibnu Muslim: takana dek ambo, proyek anu wak jo Uda Yus tuh, bak a nyo?

# sabana oot komen ko mah? ;))
09 April 2010 20:10:00
Ibnu Muslim  @kang tutur: indak ado perkembangan doh, alah rasan pulo barang tu ;))
09 April 2010 20:14:00
Marshall Rommel  @Ibnu Muslim: wooi jadi ke wetiga gak? kt mo cabut nih kalo gak jadi

#nambah-nambaihOOT
09 April 2010 20:17:00
boiga  @kang tutur: bener @kang tutur.. bener..

*boro2 ngerti.. ;))
09 April 2010 20:18:00
kang tutur  @boiga: betul, betul, betul... *upin ipin*

@Ibnu Muslim: ulang geseknyo balieak, wak raso rasan alun lih?

:))
09 April 2010 20:22:00
Ibnu Muslim ntar om, lagi cari akal ninggalin ausy ama malay nih :D
09 April 2010 20:22:00
Ibnu Muslim  @kang tutur: rasan bana alun, biko ambo cubo manggosok-gosok baliak :D
09 April 2010 20:24:00
wawajie entah mengapa, kadang2 saya lebih banyak mengambil pelajaran dari komen2 oot tersebut :D.
Lagi pula, artikel2 sy yg sedikit d P, lbih banyak yg oot :))
09 April 2010 20:31:30
GaraMata  @wawajie:

yah, seharusnya memang lihat lihat artikelnya.
09 April 2010 20:37:00
iloenx biar OOT kalo menarik, diskusinhya tetap asyik. Beda dengan, sudah OOT, terus isinya kafirrrrrrrrrrr mulu, ya sumuklah...... ;))
09 April 2010 20:51:00
GaraMata  @iloenx:

Hehehe... om TamPar kemana ya?
09 April 2010 21:13:00
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »