30 Komentar Tulisan

[copas] Berantas Korupsi, Tiru Latvia dan China! • penulis: Rakai Mamrati, 05 April 2010 22:55:03 • Menarik +4

Dengan UU Lustrasi ini, negara Latvia yang dulunya terkenal sebagai negara korup saat ini menjadi negara bersih tanpa korupsi.

Menampilkan 1 - 30 dari 30 komentar.
Striding Cloud Saya seringkali tidak sepakat dengan mahfud, tapi ide lustrasi itu jitu! Sudah sejak lama saya berpikir bahwa itulah satu2nya solusi: Potong generasi!
05 April 2010 23:04:00
TTTH  @Striding Cloud: Yeah seperti tawuran juga itu
05 April 2010 23:18:00
NOS Generasi Fadjroel Rachman termasuk yg harus dipotong?..:)
05 April 2010 23:25:00
Striding Cloud  @NOS:

Saya dulu masih berharap beliau itu cuma anomali.

Tapi setelah gayus, saya kira generasi saya pun harus ikut dipotong.

Ayo hilangkan ego generasi. Pikir dan rancang negara ini untuk generasi cucu.
05 April 2010 23:30:00
Rakai Mamrati  @Striding Cloud: setuju.

mungkin gak undang2 semacam Lustrasi itu wujud di indonesia untuk mencegah Frustrasi berkepanjangan akibat korupsi?
06 April 2010 00:21:00
sastrodjojo kalo UU Lustrasi diterapkan di sini, jangan2 malah pejabat angkatan 1998 keatas yang dipotong.... :p
06 April 2010 06:32:00
Neof Ana Tidak akan semudah mengunyah mentega, tapi layak dicoba. Mental birokrat, sekarang tidak berdasar hierarki lagi. Seorang gubernur justru dengan panik merekrut orang-orang tua yang berpengaruh dalam jajaran birokrasi, hanya karena ia sendiri muka baru di jajaran itu. Kalau dilakukan, maka akan ada chaos di birokrasi, dan selama siap dengan itu, monggo... :D
06 April 2010 09:14:00
hamatamu saya lebih setuju dengan kicauan Hotradero di twitter :D
06 April 2010 09:15:00
The Crow  @Neof Ana: Vorlorns vs Shadows? ;))
06 April 2010 09:22:00
Neof Ana  @The Crow: What is that? Another cartoon's? :P
06 April 2010 09:30:00
Rakai Mamrati  @Neof Ana: dulu banyak pengamat meramalkan bahwa indonesia pasca reformasi adalah indonesia yang chaos dan berpecah-belah. kenyataannya biasa-biasa saja.

mungkin kita harus mulai lebih percaya diri dengan modal sosial dan politik yang ada di negara ini supaya lebih berani melakukan perubahan yang signifikan.
06 April 2010 09:35:00
The Crow  @Neof Ana: Order vs chaos. Arguing which one should be preferred to reach First Ones status would only lead to fighting over the preferences and no real action done.

I say just do it see where it'll lead us to. And get ready for any possible consequence, of course.
06 April 2010 09:38:00
Neof Ana  @Rakai Mamrati: Asumsi saya, Anda tidak menganggap kualitas DPR dan kepemimpinan kita sekarang ini dalam posisi chaos... ;))

But, as I said: Selama siap dengan itu, monggo...

*Termasuk siap menjelaskan kepada rakyat bahwa era ini tetap lebih baik dari jaman Suharto ;))
06 April 2010 09:39:00
Neof Ana  @The Crow: I say just do it see where it'll lead us to. And get ready for any possible consequence, of course.

Well said... :D Let's GO! :D
06 April 2010 09:40:00
Rakai Mamrati  @Neof Ana: karena orang2 partai dan politisinya juga gak kena pemotongan 1 generasi.

gak apa2lah mulai dari birokrasi dulu.

'taman kanak-kanak'-nya sih ditambahin arena bermain dulu aja biar gak mengganggu yang lain.

:D
06 April 2010 09:46:00
Neof Ana  @Rakai Mamrati: Nah. Saya usul Partai-nya dulu yang dimutilasi... ;))
06 April 2010 09:49:00
Aa' Bian mari brantas korupsi sejak dini dengan menghilangkan budaya curang saat ujian dan mengajarkan putra bangsa agar bertanggungjawab dalam setiap tindakan
06 April 2010 10:21:00
akusuka ide "lustrasi" sebenarnya bukan ide baru ...

jaman muhammad jadi "presiden" di Madinah, yang beliau terapkan, yang saya ingat, adalah dendam balas bunuh riba yang sebelumnya dianggap nol.

kira2 ngomongnya begini :

Ketahuilah sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak boleh dipakai lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan ( seperti pembunuhan, dendam, dan lain-lain ) yang telah terjadi di masa jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi. (Sebagai contoh ) hari ini aku nyatakan pembatalan pembunuhan balasan atas terbunuhnya Ibnu Rabi’ah bin Haris yang terjadi pada masa jahiliyah dahulu.

Transaksi riba yang dilakukan pada masa jahiliyah juga tidak sudah tidak berlaku lagi sejak hari ini. Transaksi yang aku nyatakan tidak berlaku lagi adalah transaksi riba Abbas bin Abdul Muthalib. Sesungguhnya seluruh transaksi riba itu semuanya batal dan tidak berlaku lagi.

Kenapa kita harus niru latvia? latvia saja niru madinah ...

http://immasjid.com/cetak.php?id=663

sebenarnya yang jadi masalah ketika hukum badan diterapkan (entah ala islam atau ala cina) apakah aparatnya konsisten? apakah aparatnya bisa mengatakan bahwa mereka wakil tuhan (atau wakil partai) yang punya dedikasi dan moral tinggi? dan tidak bisa dibeli entah cuma 1 juta atau 3 miliar ...

* ini bukan sok mnegidolakan muhammad atau mimpi siang bolong akan kejayaan islam
06 April 2010 11:25:00
Rakai Mamrati  @Neof Ana: lebih susah memutilasi partai daripada memutilasi birokrat.

partai di indonesia cenderung bergantung pada figur yg dikultuskan. 'kepala' partai ini bergantung pada satu atau dua generasi antek-antek di bawahnya sebelum sampai pada level grass root.

nah, kalau kepala dan antek2 partai ini diganggu, pasti ujung2nya merekayasa gerakan massa.

birokrat itu ikatan antar manusianya lebih longgar dan rasional ketimbang partai yang cenderung fanatik dan irasional.
06 April 2010 12:36:00
Rakai Mamrati  @Aa' Bian: [mari brantas korupsi sejak dini dengan menghilangkan budaya curang saat ujian dan mengajarkan putra bangsa agar bertanggungjawab dalam setiap tindakan]

saya sudah nyaris gak percaya dengan prinsip yang mirip2 3M-nya Aa' Gym ini.

negara sebesar indonesia ini perlu gerakan menyeluruh dengan intervensi dari tangan(-tangan) yang kuat.

06 April 2010 12:46:00
Striding Cloud  @Rakai Mamrati: You ORBA™
06 April 2010 12:47:00
pradaksina  @Rakai Mamrati: 'Dicari: otoriter baik hati' ?

;))
06 April 2010 12:49:00
Striding Cloud  @pradaksina:
Istilah umumnya: Benevolent Dictator
06 April 2010 12:50:00
Rakai Mamrati  @akusuka: ide dasarnya boleh sama, tapi konsep latvia dan china sepertinya lebih applicable karena kemiripan model entitas sosial politik ala negara modern.
06 April 2010 12:51:00
Rakai Mamrati  @Striding Cloud: @pradaksina: kuat = otoriter? kayaknya nggak deh.

terlalu traumatis sama ORBA? :D
06 April 2010 12:55:00
Neof Ana  @Rakai Mamrati: Partai bisa dibilang resource-nya birokrasi skrg. Ketika kelakuan para pejabat, merekrut bawahan berdasarkan kepartaiannya, birokrasi kita sekrang tak ubahnya kepanjangan tangan partai.
06 April 2010 13:05:00
Rakai Mamrati  @Neof Ana: kalau untuk posisi tertentu memang diambil dari politisi. tapi badan utama birokrat tetap sdm dari jenjang karir.

pemerintah dan birokrasi sebagai entitas yg lebih solid dari partai dan merupakan pihak pertama dalam konteks 'kekorupsian' tentu juga harus bermain pintar.

lewat PR yang efektif tentu bisa mengkondisikan agar politisi (kalaupun tidak betul2 mendukung) terpaksa mendukung langkah pemutilasian koruptor tsb.

di sini lah pentingnya mapping terhadap 'stakeholder' koruptor supaya langkah pemutilasian bisa mengantisipasi setiap serangan balik dengan baik.

:D
06 April 2010 13:25:00
Neof Ana  @Rakai Mamrati: Coba deh bergaul sama para pejabat di lingkungan pemerintah. misalnya direktorat anu... Mereka sendiri kan loyal pada partai tertentu, jadi kadang-kadang hanya menurut kalau bos nya se partai sama mereka.

Digimanain coba? :D
06 April 2010 13:29:00
nasionalisosialis lagi-lagi bawa ajaran agama...cukuplah, jangan menyelesaikan masalah dengan masalah juga...agama cukup di hatimu ngga usah dijual....

KORUPSI akan selalu ada di hati, selama dirimu tidak bisa membunuhnya....
06 April 2010 16:47:00
Rakai Mamrati  @Neof Ana: kalo itu sih sepertinya bukan loyalitas ke partai, tapi loyalitas pada kepentingan.

justru yg begitu itu termasuk yg perlu dimutilasi.

:D
06 April 2010 18:01:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »