85 Komentar Tulisan

[COPAS] "Mungkinkah" JIL Dalam Cengkeraman Dollar? • penulis: RETROVIRUS, 16 Maret 2010 15:10:04 • Menarik +7

Soal kucuran dana pihak asing tersebut juga diakui sendiri oleh Koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla. Saat diwawancarai Majalah Hidayatullah Desember 2004 lalu, Ketua Lakpesdam NU ini mengaku dapat kucuran dana sebesar 1,4 miliar rupiah per tahun dari TAF untuk tujuan mendorong politik sekular di Indonesia.

Menampilkan 1 - 30 dari 85 komentar.
Gantenksco_Kerensky Kan Ulil udah bilang sendiri, kalau nggak gitu, dia nggak bakal kaya...

16 Maret 2010 15:11:00
Gantenksco_Kerensky [Jika ilmu rusak, akan lahir ulama rusak yang lebih bahaya daripada orang kafir yang rusak]

Inilah tanggung jawab besar umat Islam. Umat Islam harus kaffah, bukankah dalam Al Qur'an orang yang berilmu dan beriman yang tinggi derajatnya. Masa keemasan Islam terjadi saat gairah ilmiah tinggi di komunitas muslim.

Salah kaprah pemahaman terhadap gerakan reformasi oleh Imam Ghazali yang menyebabkan kemunduran. Imam Ghazali tidak melarang filsafat.
16 Maret 2010 15:16:00
GaraMata Yah -- nggak mungkin dalam cengkraman dinar sepertinya. ;)
16 Maret 2010 15:37:00
RETROVIRUS Garamata:...
Ketika Ulil ditanya berapa JIL mendapat kucuran dana dari pihak Asing? Koordinator Jaringan Islam Liberal itu menjawab “Setiap tahun kami mendapat sekitar Rp 1,4 milyar. Selain itu, JIL juga mendapatkan dana dari sumber-sumber domestik, Eropa, dan Amerika. Tapi yang paling besar dari TAF". (hidayatullah.com 2004).

16 Maret 2010 16:17:00
RETROVIRUS "Pada akhir zaman akan muncul sekelompok orang yang berusia muda dan jelek budi pekertinya. Mereka berkata-kata dengan menggunakan firman Allah, padahal mereka telah keluar dari Islam seperti melesatnya anak panah dari busurnya. Iman mereka tidak melewati tenggorokannya..." (HR Bukhari)
16 Maret 2010 16:19:00
RETROVIRUS Sebuah kejadian unik terjadi dalam diskusi antara Forum Kiai Muda JATIM dengan Ulil yang kala itu mewakili JIL, ketika salah seorang peserta diskusi bertanya kepada Ulil, *“Darimana JIL memperoleh dana? Jangan cuma Saifuddin Zuhri (tersangka aksi terorisme) dan kawan-kawannya saja yang diobok-obok, dicari sumber dana mereka darimana, sementara JIL kok tidak pernah diselidiki darimana sumber
dananya?!?”.*
Mendengar pertanyaan ini, Ulil kontan marah bereaksi keras. Dengan wajah memerah penuh amarah, Ulil menegaskan, bahwa di era globalisasi seperti sekarang, menerima dana asing dari *founding-founding* Amerika itu biasa dan banyak organisasi lain yang menerima bantuan dari Amerika.

16 Maret 2010 16:26:00
anti-fenomena dukung Ulil menjadi ketua PBNU!!!!
16 Maret 2010 16:55:00
Rakai Mamrati saran: kalo copas, tolong paragrafnya dibenerin dong. biar gak bikin pusing yg mau ngebaca. :)
16 Maret 2010 16:59:00
Subroto Sepertinya semua menyalahkan bantuan asing

Teroris dibantu danat luar kena sorot, pemerintah dapat bantuan IMF kena semprot, PKS dapat hibah dari mesir kena sorot, pesantren dapat dana dari kelompok tertentu timteng malah dianggap antek ajaran baru.
Ormas dapat bantuan asing, juga kena sentil

Nunggu bencana alam aja baru bantuan asing bisa halal bin subroto
16 Maret 2010 17:24:00
Rakai Mamrati  @Subroto: bantuan asing tuh gak ada yg gratis walaupun konon katanya hibah. kata pribahasa orang sana: there's no free lunch.

pasti ada keuntungan yg ingin diraih oleh negara pemberi bantuan itu. ibarat kata: investasi jangka panjang.

termasuk bantuan asing untuk bencana alam, apa ente gak tau bahwa penjaga toko di amrik sono bisa jadi manajer proyek bantuan di sini. sedangkan SDM kita yang punya kualifikasi malah cuma jadi bawahan melulu.
16 Maret 2010 17:30:00
Rinaldiwati Sebenarnya nggak ada yang salah dengan kucuran dana. Yang salah itu asumsi bahwa "liberalisasi agama" adalah buruk.

Daripada anda mempersoalkan kucuran dana, entah dollar entah riyal, dinar, shekel, atau lainnya, kalau anda tidak setuju dengan suatu pemikiran maka bantahlah substansinya.

Terorisme juga didanai asing, yaitu dana Al Qaedah. HTI dan sejenisnya, didanai dari mana emang? Jadi soal "dana asing" itu bagi saya bukan pokok masalahnya.
16 Maret 2010 18:37:00
RETROVIRUS  @Rinaldiwati: Terimaksih soal tanggapan dan konfirmasinya bahwa aktivitas JIL memang didanai oleh asing dengan tujuan mendorong politik sekuler dan liberalisasi islam di Indonesia.

Soal substansi sudah sangat banyak ulama yang menentang ide dan pemikiran JIL. Bahkan ulama-ulama muda NU sendiri menentang ide JIL.
Anehnya, dalam diskusi dengan Forum Kiai Muda JATIM yang sebagian besar anggotanya adalah ulama muda NU, Ulil sering membantah ide-idenya sendiri tentang liberalisasi agama. Padahal FKM sudah membawa bukti bundelan KLIPING artikel-artikel JIL yang dimuat diberbagai media...

16 Maret 2010 19:04:00
RETROVIRUS kalo bahasanya warga "P" cuma numpang nelek, menulis lalu pergi dan lupa bahwa dia pernah menulis...
16 Maret 2010 19:10:00
Black Horse  @RETROVIRUS: "kalo bahasanya warga "P" cuma numpang nelek, menulis lalu pergi dan lupa bahwa dia pernah menulis"

---->> ingat teleknya pak bot disini :)) ;)) http://www.politikana.com/baca/2010/01/20/burung-politikana.html
16 Maret 2010 19:16:00
Rakai Mamrati  @Rinaldiwati: jadi masalah utamanya adalah perang sponsor ya? maju tak gentar membela yang bayar?
16 Maret 2010 19:20:00
adrikna sudah menajdi suratan, semua butuh uang. kalau ada uang agama pun rela dijual! negara plus rakyatnya sekalian juga kalau ada yang mo beli yo monggo!
16 Maret 2010 20:00:00
lila  @Subroto: diskusi bantuan asing seperti kembali ke jaman si Harto. Dapet bantuan asing = jual negara, padahal pemerintahannya ngutang terus sama IGGI.
16 Maret 2010 22:06:00
pall Satu lagi artikel yang memahakuasakan Amerika.
16 Maret 2010 22:24:00
Black Horse Beberapa bulan lalu saya mendapat kiriman buku dari teman di Kairo (Konservatifisme Versus Liberalisme di Tubuh NU) cetakan pertama Kairo, Oktober 2004. Terbitan Lajnah Ta'lif Wa Nasyr Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama' (LTNU) Republik Arab Mesir 2004-2006.

Pada halaman 58 ada tulisan M. Abdun-Nasir dengan judul; MEMPERTANYAKAN INDEPENDESI LSM NU. Disana ada beberapa catatan menarik dan info menarik pula. Lalu pada halaman lain, saya lupa halaman berapa... terdapat catatan-catatan yang cukp buat perenungan.
16 Maret 2010 23:12:00
adrikna  @Black Horse: kasih tahu dong bro. apa yang terdapat di hal 58 itu, seberapa menarikkah?
17 Maret 2010 06:03:00
Subroto  @Black Horse: Hal 58 itu membahas dana zionis yg masuk lewat beberapa pergerakan islam di mesir dan sampai ke LSM NU itu ya?
17 Maret 2010 06:16:00
hamatamu @ajaran, coba pajang disini itu halaman 58 :D
17 Maret 2010 06:52:00
Sesat Timur Dari Sabili ya? Majalah penyemai bibit kebencian kepada semua liyan. Pantes :))


17 Maret 2010 09:20:00
Coulrophobia emang ada yang gak terbelenggu dolar, dinar, dan riyal?
17 Maret 2010 09:51:00
krisnov JIL = Jaringan Iblis Liberal
17 Maret 2010 09:54:00
Ya'Asurandi JIL mencoba melogikan kebodohan ...
17 Maret 2010 11:27:00
Ali_Baros Kesimpulannya..apakah berdasarkan alat yg digunakan utk meneror maka TERORIS dpt dikelompokkan menjadi 2 (DUA) yaitu Hard TERORIS dan SOFT TERORIS..Hard Teroris adalah teror yg menggunakan kekerasan fisik spt bom, senapan, dll. Sedang SOFT TERORIS adalah teror yang menggunakan dng fitnah, adu domba, dsb. Kalo setuju, kita harus mewaspadai LSM-LSM yang mendapat sponsor dana dari pihak asing...
17 Maret 2010 11:28:00
botaksakti kalau teror dengan "kancrut" termasuk yang mana,ya ????
17 Maret 2010 11:31:00
pall  @krisnov: berarti HTI = Hizbut Tahrir Iblis?
17 Maret 2010 11:36:00
conscientizacao Saya jadi geli kalau membaca jawaban Ulil di Twitter... ;))
17 Maret 2010 11:44:00
 1 2 3 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »