145 Komentar Tulisan

Di Balik Gagasan Kekerasan dalam Agama • penulis: conscientizacao, 11 Maret 2010 10:03:56 • Menarik +10

Kegagalan kolektif kita dalam membuka ruang dialog terbuka, hanya akan memberi celah bagi "orang ketiga", dan mengambil keuntungan atasnya.

Menampilkan 61 - 90 dari 145 komentar.
conscientizacao  @gulu toklek: I'm not really sure about what I said... Itu hanya nalar saya pada logika Fu/Wu yang dipakai @pall untuk memahami agama...
11 Maret 2010 14:52:00
adi  @GusBushTom: itulah yg saya heran...mohon maaf nih ya, anda memberi rating bagus (dalam persepsi sy anda setuju dengan isi artikel itu) tp begitu sy mintakan penjelasan malah menolak dengan alasan tertentu. bukannya kita ingin membangun dialog?
11 Maret 2010 14:52:00
Why Young  @GusBushTom: :)
11 Maret 2010 14:54:00
Why Young  @conscientizacao: [Apapun agamanya, kalau lima tanda itu muncul, Kimball berkesimpulan ada bahaya disana...]
Saya kira bukan agamanya tapi lebih ke organisasinya. Kalau menggunakan kata agama seperti ada aroma yang kurang sedap. Karena potensi itu hadir dimana-mana, dan itulah pada manusia sebagai masalahnya, bukan agama itu sendiri.
11 Maret 2010 15:01:00
Wonggantenk  @gulu toklek: BBWI melanggar kaidah fisika. waktu bukan vektor. Jadi, yang benar tetap WIB.
11 Maret 2010 15:03:00
GusBushTom 

@adi: saya bilang sikondom mas...
memberi rating bagus bukan berarti dialog itu harus di sini...
saya lebih memperhatikan "sikondom" saja kalo ingin berdialog....
11 Maret 2010 15:05:00
conscientizacao  @Why Young: "Saya kira bukan agamanya tapi lebih ke organisasinya."

Betul, setuju. Organisasinya itu akan saya konkritkan menjadi, manusianya... :D Begitu?
11 Maret 2010 15:06:00
GusBushTom  @Wonggantenk: tp tidak melanggar kaidah bahasa kan kang?
he.e.e.
bukan masalah benar ato salah tp pada rasa lebih sreg mana untuk memakainya..
secara pribadi saya lebih suka BBWI....
karena BBWI dan WIB secara bahasa akan menimbulkan makna berbeda...
11 Maret 2010 15:06:00
GusBushTom  @Why Young: itu tanda emoticons melambangkan apa yah kang?
he.e.ee.
11 Maret 2010 15:07:00
Why Young  @conscientizacao: kalo bhs @The Crow: dlm cangkir dan teh, air tetep air, manusia sering menambah gula dan teh untuk lidahnya, tapi kadang kala tidak hanya itu yang ditambahkan tapi racun.
Kalau ada air yang beracun tidak serta merta menjadikan semua air itu berbahaya, tapi racunnyalah yang berbahaya.
11 Maret 2010 15:20:00
Why Young  @GusBushTom: melambangkan minyak yang batal dituang...:P
11 Maret 2010 15:32:00
Ibnu Muslim Ngomong2 Tuhan-nya Charles Kimball, siapa ya?
11 Maret 2010 15:56:00
conscientizacao  @Why Young: Anda membuatnya semakin jelas... Thanks... :D
11 Maret 2010 16:00:00
conscientizacao  @Ibnu Muslim: "Ngomong2 Tuhan-nya Charles Kimball, siapa ya?"

Atau, APA ya? :D
11 Maret 2010 16:01:00
gulu toklek  @conscientizacao: akal ?? :D
11 Maret 2010 16:08:00
Ibnu Muslim  @conscientizacao: siapa atau apa "Tuhan"-nya Charles Kimball
11 Maret 2010 16:25:00
conscientizacao  @Ibnu Muslim: Saya nggak tahu Uda... Mungkin hanya dia dan Tuhan-nya yang tahu...
11 Maret 2010 16:28:00
Wonggantenk  @GusBushTom: okelah kalau begitu. However, karena bahasa, bahkan matematika, bukanlah ilmu, tetapi sarana komunikasi
11 Maret 2010 16:29:00
conscientizacao  @gulu toklek: Mengenali Tuhan HANYA dengan AKAL? Ndak mungkin ketemu lah... :D
11 Maret 2010 16:54:00
Striding Cloud  @pall:
[_Dan bagi saya, Tuhan semestinya melampaui konsep dan pemahaman manusia tentang "ada" dan "tiada"._]

And THAT, is "wu".
11 Maret 2010 17:06:00
Striding Cloud  @conscientizacao:

[_Mengenali Tuhan HANYA dengan AKAL? Ndak mungkin ketemu lah..._]

Apakah Tuhan tidak mampu menjelaskan/mengejawantahkan diri-Nya, dalam konsep AKAL? ;))
11 Maret 2010 17:08:00
Why Young  @Striding Cloud: kalau gajah dimasukkan kulkas bisa, tapi bagaimana menuang seluruh isi samudera ke dalam mangkuk...? :))
11 Maret 2010 17:16:00
Ibnu Muslim  @Striding Cloud: apa untungnya bagi "Tuhan" kalau itu dilakukan?
11 Maret 2010 17:25:00
Striding Cloud  @Why Young:
Berarti tidak mampu ya?

NB: hati2, jangan sampai objectify Tuhan. Saya tidak yakin kalau Tuhan adalah sesuatu yang dituang2 kesana-kemari.

@Ibnu Muslim:
Entah,
...tapi mampu atau tidak?
11 Maret 2010 17:30:00
Ibnu Muslim  @Striding Cloud: kalau tidak "mampu" maka otomatis tidak layak disebut Tuhan
11 Maret 2010 17:34:00
LCFR  @Striding Cloud: [And THAT, is "wu"]

You mean 'mu'?
11 Maret 2010 17:35:00
LCFR  @Striding Cloud: ...nevermind. Same kanji, different country. My bad >__>;;
11 Maret 2010 17:36:00
conscientizacao  @Striding Cloud: "Apakah Tuhan tidak mampu menjelaskan/mengejawantahkan diri-Nya, dalam konsep AKAL?"

Garis bawahi HANYA... ;)) http://politikana.com/baca/2010/03/11/dibalik-gagasan-kekerasan-dalam-agama.html#comment-183261

IMHO: Tuhan lebih dari apa yang ada dalam jangkauan akal manusia...
11 Maret 2010 17:37:00
Why Young  @Striding Cloud: lha yang selama ini dipelajari para santri dan para Teologist itu apa?
beberapa kali umat pilihannya dijadikan sarana menyampaikan konsep itu. Tidak sedikit yang menolak pun memlintirnya ato pun gagal memahami.
wah kog jadi Tuhan yang dituang, ya konsepnya lah?
jadi serius nih mau nuang samudera ke mangkuk?

11 Maret 2010 17:43:00
TTTH  @conscientizacao: Wah kalau saya sih jangankan menjelaskan soal Tuhan, wong mengenal diri sendiri saja belum khatam. *peace* :D
11 Maret 2010 17:43:00
 < 1 2 3 4 5 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »