145 Komentar Tulisan

Di Balik Gagasan Kekerasan dalam Agama • penulis: conscientizacao, 11 Maret 2010 10:03:56 • Menarik +10

Kegagalan kolektif kita dalam membuka ruang dialog terbuka, hanya akan memberi celah bagi "orang ketiga", dan mengambil keuntungan atasnya.

Menampilkan 121 - 145 dari 145 komentar.
conscientizacao  @pall: @TTTH: Nyooh... tak benakke... :P
11 Maret 2010 18:19:00
pall  @conscientizacao:

*berbalik, meniup ujung popor senapan*

:D
11 Maret 2010 18:21:00
krisnov Sorry, aku rating JELEK karena ujung-ujungnya Islam yang dipentung.

Kekerasan itu ada di mana-mana....bisa berjubah apapun....mengapa hanya kekerasan Agama (apalagi agama tertentu yang selalu disorot ?).

Bukan tidak mungkin, motif ekonomi atau kepentingan menjadikan agama sebagai kambing hitam yang bertanggungjawab karena melahirkan kekerasan.






11 Maret 2010 18:24:00
conscientizacao  @krisnov: It's ok. Komen Anda, apakah cukup terefleksi dalam paragraf terakhir saya? :)
11 Maret 2010 18:31:00
Striding Cloud  @Why Young:

Lhooo.. ada yang melarang? ada yang memaksa? siapa saja itu?

Benar, bukan kekuatan akal, lagi2, kehendak bebasnya sendiri.

Sebenarnya, kalau mau digali lebih dalam, argumen saya adalah begini, ada orang yang berpegang pada iman only, ada yang berpegang pada perbuatan only, ada yang berpegang pada akal only. Ada pula yang mencomot sana sini menggabungkannya.

Kalau saya, berpegang pada Grace/Rahmat/Anugrah only. Mungkin sekali saya salah, tapi itu perjalanan yang harus ditempuh.

@krisnov:

Itu berangkat dari asumsi bahwa @conscientizacao dari luar Islam. Tapi kalau berangkat dari asumsi bahwa @conscientizacao adalah muslim, kita dapat bilang bahwa ini semacam perenungan diri/introspeksi/self-critic.

...dan karena saya orang luar, maka saya mengagumi kedewasaan pikiran, jiwa serta akhlak @conscientizacao hingga mau menggali diri sendiri sampai sebegitunya.

I mean, Wow, ajaran agama yang ia anut sedemikian agungnya hingga ia begitu rendah hati mencoba melakukan koreksi diri?

Ajaran yang Anda anut, apakah tidak mengajarkan hal seperti itu?
11 Maret 2010 18:41:00
GusBushTom  @Wonggantenk: yup......
11 Maret 2010 19:44:00
GusBushTom  @Why Young: he.e.e.e.e.e.
11 Maret 2010 19:44:00
alone. mata saya sakit ........arghhhhh rating saja .
11 Maret 2010 21:58:00
Ning saja @conscientizacao: Teror itu lebih bertujuan politik, agama hanyalah sebagai kambing hitamnya saja. Peristiwa 11 September 2001 ternyata adalah buatan Bush untuk menjadikannya alasan menyerang negara-negara Islam. Kita jangan melihat teror hanya dari kulitnya saja.

11 Maret 2010 22:09:00
hamatamu Tuhan hari ini sudah tidur belum? mbok tidur han ;))
12 Maret 2010 00:05:00
Black Horse  @conscientizacao: Hem.... terlambat saya.... tapi nggak papa, biar terlambat asal selamat. Ada beberapa noktah yang disepakati namun ada beberapa noktah yang perlu saya tanyakan kepada penulis. Seperti biasa saya akan nukil tulisan diatas dan dibawahnya adalah pertanyaan sekalgus "mungkin" jawaban. Karena tulisan ini panjang, maka saya mencoba memposting sedikit-sedikit biar runut. Bentar......
12 Maret 2010 04:26:00
Black Horse  @conscientizacao: Karenanya agama dipandang tidak relevan, karena berpotensi memecah belah dan merusak. Bukankah klaim kebenaran yang saling bertentangan secara tak terelakkan mengarah pada konflik?-----------------------------------------
Inilah adalah klaim belaka, kenapa “agama” yang dituduh berpotensi dapat memecah belah”. Bukankah pernyataan ini sendiri merupakan klaim atas kebenaran?. Kalau saja kita perhatikan, bahwa setiap pendapat atau pandangan atau isme, terutama yang masih bersifat ambigu, maka semua hal tersebut akan berpotensi menjadi pemecah belah, apapun dia, isme atau ajaran ataupun agama sekalipun, tapi selama dia didukung dengan dalil yang dapat dipertahankan, maka dalil itu lah yang membuktikan kebenarannya, dan dari situ dapat dinilai benar salah.
Tapi ketika dalil sudah diberikan, kemudian dalil yang memenuhi syarat rationalitas tetap ditolak, maka penolakkan tersebut merupakan perpecahan yang actual, yaitu menolak sebuah kebenaran. -------------------------------------------------------------------
Kisah-kisah yang berbau kekerasan dalam perkembangan kedua agama ini, mungkin yang paling banyak mewarnai sejarah kekerasan dalam garis waktu keagamaan.------------------------
Yup…. Anda betul, kalau kita lihat sejarah manusia, apa lagi dengan sejarah yang ditulis dalam kitab suci kedua agama tersebut. Tapi permasalahannya adalah bagiamana kita meletakkan kedudukan benar- salah itu dalam agama yang kemudian diikutinya, dan akibatnya adalah pertentangan yang terjadi dari gejolak manusia dalam mempertahankan pandangannya.
Coba kita lihat perjalanan apa yang dikatakan oleh mereka sebagai nabi dan rasul, semuanya berpotensi “pertentangan”, tapi kemudian pertanyaanya adalah mana yang benar dan siapa yang salah, siapa yang memberikan dalil dan siapa yang memaksakan kehendak.
Pertentangan itu sampai berkuasanya para ruhaniawan gereja dan kekhalifahan Islam, tapi apakah dalam hal ini, kita fair menilai saat kita menilai bahwa pertentangan yang terjadi ini adalah pertentangan antar ajaran agama atau dengan pandangan manusia, atau tindakan oknum (manusia) dari agama tertentu, atau orang yang mengklaim pemilik pandngan tertentu?.---------------------

12 Maret 2010 04:56:00
Black Horse dibutuhkan analitis kritis atas masalah inti yang terdapat pada setiap agama. Meskipun banyak anggapan tabu untuk memperdebatkan agama di muka publik, tetapi kegagalan membangun dialog ini berkontribusi cukup signifikan dalam terjadinya konflik yang melahirkan bencana.
-----------------------------------

Anda betul, selama tidak terjadi dialog, jika ini terjadi, maka yang ada adalah klaim, siapapun dan darimanapun, termasuk pendukung dan penentang agama itu sendiri. Keduanya manjadi sempit. tapi dengan dalil dan rasio akan membantu manusia mencari jalan keluar. Sejauh yang saya fahami Islam adalah agama yang membuka diolog rasional, disemua bidangnya, setidaknya begitu perintah yang diberikan dalam ajarannya dan tuntutan bagi penentangnya?. “Berikanlah dalil kalau kamu merasa benar”, (haatu burhanakum in kuntum shadiqin”, kata “burhan” menunjukkan nilai rasionalitas

.----------------------------------
Pertama, bila suatu ajaran mengklaim kebenaran agamanya sebagai kebenaran mutlak dan satu-satunya. Agama itu tidak lagi peduli bahwa Tuhan (1) sebenarnya "hanyalah" sebutan manusia tentang Ke-Segala-Maha-an yang tak sanggup diekspresikan manusia dengan kemiskinan bahasanya. Ini adalah bentuk korupsi manusia terhadap kekayaan Tuhan (2).

------------------------------
Inilah dinamakan klaim. Dan membuktikan pemilik pandangan ini sedang korupsi terhadap kekayaan Tuhan. Buktinya, bagaimana dia hendak menilai Tuhan yang disebutnya Tuhan pertama dan Tuhan yang disebutnya kedua.
Dalam hal ini, saya setuju, selama itu klaim, selama itu tidak mutlak, tapi ketika dapat dibuktikan dengan rasionalitas, maka kebenaran mutlak dapat dibuktikan, kalau tidak maka pendapat dia terhadap pandangannya yang pertamapun, tidak dapat dilihat sebagai kebenaran, atau masih perlu kita pertimbangkan lagi.

12 Maret 2010 04:58:00
Black Horse .-------------------------------------------------------------
Tanda kedua, agama apabila autentik, tidak pernah menafikan intelektualitas dan kebebasan manusia. Apabila ajaran agama tertentu bertentangan dengan akal sehat, membatasi kebebasan intelek, meniadakan integritas individual pengikutnya dengan cara menuntut ketaatan buta terhadap pemimpin karismatik mereka, maka patut diwaspadai. Kimball merujuk pada kasus Peoples Temple-nya Jim Jones di Guyana, Aum Shinrikyo di bawah Asahara Shoko di Jepang, dan gerakan David Koresh di Texas.

-------------------------
Coba perhatikan, Kimball memberikan batasan tentang agama, yaitu agama akan dapat diterima ketika dia autentik dan tidak menafikan intelektual dan kebebasan manusia. Artinya dia menentang agama yang bertentangan dengan kreteria yang dia tentukan sendiri. Dia menentukan untuk dirinya agama yang dapat diikuti dan apa yang tidak dapat diikuti, menurut dia tentunya. Boleh saja, itupun haus sesuai dengan kreteria yang dia tentukan, kalau bias!?.

------------------
Ketiga, yang bisa menunjukkan agama jadi korup adalah bahwa agama mulai gandrung merindukan zaman ideal, lalu bertekad merealisasikan jaman tersebut ke dalam zaman sekarang. Visi religius tentang kesempurnaan itu sebenarnya bukan sesuatu yang buruk, tetapi Kimball memperingatkan jika visi itu mulai direalisasikan, dan para pemeluknya percaya bahwa Tuhan sendiri yang menginginkannya, itu adalah tanda agama mulai korup dan jahat. Kimball merujuk pada rejim Taliban di Afganistan, ide negara Yahudi Rabi Mei Kahane, dan kelompok koalisi Kristen Amerika Pat Robertson.

------------------------------------
Disini pandangan Kimball sendiri sudah tidak rasional, bukan saja agama, tapi semua manusia yang berfikir akan mencari ke-ideal-an, karena itu kita menggunakan akal dan rasio, standard dan batasan, serta menuntut semuanya sesuai dengan apa yang kita sepakati, bukankah ini ideal itu sendiri?!, kemudian,… kenapa dia sendiri munutup agama untuk melakukan itu?!. Kalau boleh saya katakan, ini sudah pemaksaan pendapat!.

12 Maret 2010 05:01:00
Black Horse ---------------------------------
Ide negara teokratis itu masih berlangsung dan menjadi hantu yang menakutkan di zaman modern ini. Kimball merujuk pada kegagalan Raja Daud dan Sulaiman, di titik nadir pemerintahannya. Kebangkrutan itu diakhiri dengan hancurnya total Yerusalem, dan pembuangan orang Yahudi ke Babilonia tahun 587 SM. Situasi kritis yang ditimbulkannya, menjadi konteks kemunculan para nabi. Mereka mengecam kebobrokan agama, negara, dan masyarakat. Tradisi profetis kritis mereka kiranya lebih cocok diperjuangkan dalam iklam pluralistis di zaman ini.
------------------------------------------
Ho… ho…. ini lagi, ketika kita menilai dengan tatanan yang masih ambigu, kemudian kita sendiri tidak memiliki standard nilai yang tepat, dari mana kita akan dapat menunjukkan yang ini berhasil dan yang itu tidak, atau bagaimana kita “sekarang” melihat suatu negara dikatakan berhasil atau gagal,. Bukankah kita terpaksa harus menentukan tata nilai dan menyepakati standard nilai itu?. Pertanyaan mendasar saya adalah bagaimana kita sepakat, sementara penilaian dan tata nilainya saja belum kita sepakati ?. Atau, lebih praktis lagi, mana yang sudah disepakati oleh manusia sehingga dapat menilai benar salah sesuatu atau berhasil dan tidaknya sesuatu?.
---------------------------------------------

Tanda keempat
---------------
Pertanyaannya, apakah Kimball dapat memberikan alternative dari semua nilai hakiki tersebut dan syarat yang diberikan sebagai contoh. Perlu diingat, Islam dan Kristen bukan agama yang membenarkan semua cara untuk tujuan-nya. Saya yakin dia telah menyatukan antara agama dengan pengikut agama, antara ajaran dengan praktisi, antara teori dan pelaksana
.-------------------------
Kimball menyarankan untuk belajara dari Mahatma Gandhi. Gandhi memiliki tujuan yang jelas, sesuai dengan ajaran agamanya. Namun dalam merealisasikan tujuannya itu, ia tidak pernah memarjinalkan kelompok tertentu. Ia malah mengajak kelompok lain untuk membantu kelompoknya mencapai tujuannya. Namun ia tak pernah mengubah tujuan menjadi sarana, dan memutlakkan sarana hanya sebagai pencapaian tujuan.
-----------------
Yup, Kimball disini telah berpendapat bahwa ada agama yang dapat dilaksanakan dengan benar, minimal oleh orang yang dikenalnya dengan nama Mahatma Gandhi, inipun berdasarkan penilaian dia kan?.
--------------------------
kelima menurut Kimball bahwa agama mulai menjadi korup. Sejarah tentang perang suci dan aksi teror bisa menunjukkan itu.
-------------------------------
Dinilah point yang menunjukkan Kimball tidak objektif, yaitu dia tidak memahami agama dengan baik, dia sudah menilai agama dengan melihat apa yang dilakukan pengikutnya. Sama saja saat kita “hanya” menilai demokrasi dengan invasi militer, seperti yang dilakukan Amerika di Iraq dan Afghanisan atau Israel di Palestina.
---------------------------------------
Kimball sendiri menunjukkan bahwa Islam adalah agama perdamaian. Bukankah Islam berasal dari akar kata Arab s-l-m, yang pengertiannya berkaitan dengan "tunduk kepada Tuhan" dan "damai". Turunannya adalah salam, Islam, dan muslim. Salam, dalam bahasa Ibrani shalom, berarti perdamaian. Dalam Islam berulangkali dijelaskan betapa pentingnya jihad melawan diri sendiri, melawan egoisme, dan dosa yang selalu menghuni hati manusia, lebih penting daripada melawan orang luar.
---------------------------------
Ajaib sekali neh….., bagaimana pandangan ini sesuai dengan ungkapan yang diatas, saat dia sudah mengeneralisasi ajaran Islam dan Kristen, dan sekarang dia juga melihat bahwa Islam juga agama yang benar !!!
Bukankah Kimball berpendapat: “Agama itu sendiri adalah masalah, dengan argumen bahwa pandangan dunia keagamaan bersifat anakronistik. Agama itu sendiri adalah masalah, dengan argumen bahwa pandangan dunia keagamaan bersifat anakronistik”. Lalu disini Kimball menyatakan bahwa Islam adalah agama perdamaian dan pembenenaran jihad, sekalipun dengan penilaian yang terbatas. Inilah pendapat yang menurut rasionalitas saya absolutly salah, irasional. Dengan dua alasan:
1. Pembenaran agama dan personal agamis Gandhi.
2. Islam sebagai agama yang membawa damai. Tentunya penilaian ini sudah mendahului pembenaran agama Islam itu sendiri, karena damai adalah salah satu misi dari agama Islam.
Jadi sejak awal bahwa pandangan Kimball ini telah bertentangan dengan realitas. Minimal dari sudut pembawaan nilai yang saling bertentangan.
Kata “lebih penting”,menunjukkan bahwa dia juga menyakini bahwa melawan orang yang merusak agama juga “penting”.
-----------------------------------------------
pandangan Kimball terhadap tanda-tanda terkorupsinya agama oleh manusia, muncul dari gagasan pemurnian ajaran ini. Bahwa kaum putihan memandang negara ini telah menjadi abangan, dan tidak layak disebut Islam. Mereka tidak bisa melihat, bahwa pemimpin sekarang, dalam ukuran Islam Jawa abad ke-18 sudah sangat saleh. Perkembangan jaman akan selalu jadi serba salah, karena perspektif ideal buat mereka adalah masa lalu, lengkap dengan atributnya.
-----------------------
Benar, bahwa banyak pengikut agama tertentu merasa telah mewakili ajaran agamanya, tanpa memberikan dalil yang tepat, atau tanpa dalil sekalipun, atau hanya klaim semata. Maka inilah korupsi itu, tapi kalau ada yang dapat menunjukkan dalil dengan baik, tentu mereka tidak dapat disalahkan sebelum membahas dalilnya, tentunya. Karena kalau langsung menilai, maka ini juga sudah korupsi dari nilai kebernaran manusia itu sendiri.
--------------------------------
Akankah ini yang akan terus melahirkan kekerasan? Semoga tidak. Jauh lebih penting mewaspadai kelompok yang memanfaatkan kehadiran mereka, demi kepentingan politik dan keuntungan materi semata. Biar bagaimananpun, perbedaan pandangan kaum "putihan" dan "abangan" adalah alami, dan sesuatu yang pantas dihargai. Dan seperti kata Kimball di atas, Kegagalan kolektif kita dalam membuka ruang dialog terbuka, hanya akan memberi celah bagi "orang ketiga", dan mengambil keuntungan atasnya. Wallahualam. Peace...
------------------
Yup, peace, yaitu salam, yaitu Islam, sebagaimana kata Islam adalah kata perdamaian, dan jangan ada yang marah dengan pendapat ini, karena jika Anda marah, maka menentang perdamaian.

12 Maret 2010 05:03:00
GusBushTom kalo dilihat dr aspek historisnya khan memang agama (Yahudi, Kristen dan Islam) akan menemui runtutan sejarahnya dimana berurutan sehingga kita bisa menemukan dlm logika sederhana ini saja maka yg lebih komprehensif dan holistik dlm memaknai sesuatu tentunya yang datang kemudian......

dan jika mau jujur dlm sejarah bagaimana perlakuan manusia thdp "kitab Tuhan" yg diturunkan itu....

masalahnya seperti permintaan bung @adi di atas pada saya ....seringkali dlm dialog itu saat kita menemukan "kebenaran" ...kita berusaha mengelak...banyak tindakan kaum akademisi yg demikian..... so?
12 Maret 2010 05:14:00
GusBushTom  @Black Horse: analisa yg bagus.....

(gelar tikar sambil nyeruput kopi pagi2 ditemani kue2......menunggu respon dr warga P lain)

12 Maret 2010 05:19:00
conscientizacao  @Ning: "Peristiwa 11 September 2001 ternyata adalah buatan Bush untuk menjadikannya alasan menyerang negara-negara Islam"

Saya tidak punya bukti kuat untuk menyatakan itu. Bahwa peristiwa itu adalah sebuah reaksi atas sesuatu, saya masih percaya.

Tapi imajinasi pribadi saya, setelah menonton film Fahrenheit 9/11 Michael Moore, isu teror itu sasaran empuk Bush dalam rangka menguasai minyak di Irak, dan Afganistan adalah jalur pembuatan pipanya. http://www.youtube.com/watch?v=ec-gxFAU3M0&feature=related

Jadi, saya sendiri berpendapat, tidak ada persengkokolan menjatuhkan Islam. Yang ada hanyalah kepentingan politik dan ekonomi. Kalau AS (Bush) memang benci Islam, ia tidak akan "bermesraan" dengan Arab Saudi.

Bahwa sebagian dari umat Islam menerimanya sebagai aksi Anti Islam, menurut saya itu kesimpulan yang agak emosional. Lagipula ada dugaan permainan politik dan korupsi di dalam negeri sendiri. Coba cek berita ini: http://mampus.wordpress.com/2009/09/25/inside-indonesias-war-on-terror/

Komen selanjutnya akan saya gabung dengan komen untuk bung @Black Horse
12 Maret 2010 06:30:00
conscientizacao  @Black Horse: "Inilah adalah klaim belaka, kenapa “agama” yang dituduh berpotensi dapat memecah belah”. Bukankah pernyataan ini sendiri merupakan klaim atas kebenaran?"

Ini adalah pernyataan umum, dan awam. Bukan pernyataan pribadi Kimball. Saya tidak bermaksud membela Kimball, tapi hanya sekedar klarifikasi. Dia mencoba merangkum opini umum, terutama oleh kalangan yang mengkritik agama. Justru pernyataan ini yang dikritisi oleh Kimball, dengan menyatakan HANYA kalau kelima tanda itu muncul dalam suatu agama atau kepercayaan, maka agama itu menjadi terkorupsi oleh manusianya.

==========

@Black Horse: "apakah dalam hal ini, fair jika kita menilai bahwa pertentangan yang terjadi ini adalah pertentangan antar ajaran agama atau dengan pandangan manusia, atau tindakan oknum (manusia) dari agama tertentu, atau orang yang mengklaim pemilik pandngan tertentu?"

Saya tidak mudheng dengan klaim Anda sendiri. Penilaian yg dibuat Kimball ini sendiri. menurut saya adalah kritisi terhadap "tindakan oknum (manusia) dari agama tertentu." Dalam kasus yang dijelaskan, ia tidak merujuk khusus pertentangan ANTAR agama, bahkan pada bagian perang suci ada prasyarat, ketika SARANA diubah menjadi tujuan. O, atau 1?

Bagaimana kok bisa jadi pertentangan antar agama?
12 Maret 2010 06:41:00
conscientizacao  @Black Horse: "Inilah dinamakan klaim. Dan membuktikan pemilik pandangan ini sedang korupsi terhadap kekayaan Tuhan."

Klaim di atas klaim? Artikel itu sendiri sudah bilang, "bila suatu ajaran mengklaim..." Itu memang klaim, saudaraku™... :D

Dan kita setuju soal dialog itu...
12 Maret 2010 06:47:00
conscientizacao Jiaah.. komen saya yg berpanjang-panjang ilang... :((

Oke deh, saya rangkum saja bung @Black Horse:

Tentang autentik, IMO: yang dimaksud kalimat itu adalah, agama yang autentik TIDAK memaksakan ketaatan buta terhadap pemimpin.

Tentang visi ideal, IMO: Kimball percaya agama itu up to date. Ajaran agama tidak harus plek-keteplek diikuti tanpa melihat konteks waktu itu dan sekarang. Menyalin-tempel kenyataan waktu itu pada kondisi saat ini, tentu kurang bijak. ANda seharusnya juga melihat pernyataan bahwa Visi Ideal itu tidak buruk, dst.

Tentang negara teokrasi: Kimball merujuk banyak kasus, ya Israel (Yahudi), Kristen, dan Islam, bahkan di Amerika. Ia mengkritik semuanya. Saya tidak bisa tuliskan semuanya, lebih baik Anda baca sendiri di Bab itu. Tetapi Kimball menutup kesimpulan Bab ini dengan menulis:

"Mereka yang secara sempit mendefinisikan struktur negara temporal yang ideal, dan menetapkan bahwa mereka wakil Tuhan (di muka bumi) dalam membangun teokrasi, adalah orang yang sangat berbahaya. Agama dalam konteks ini dengan mudah dapat disalahgunakan..."

Tentang agama salah, itu bukan pendapat Kimball. Lihat lagi komen saya di atas, atau baca dengan teliti artikelnya.

Karena itu, menurut saya tidak ajaib ketika Kimball menghargai ajaran Islam. Ia tidak bermaksud menyerang ajaran agama manapun, ia mengkritik pelaku-pelakunya.
12 Maret 2010 08:00:00
krisnov Kimball menghargai ajaran Islam. Ia tidak bermaksud menyerang ajaran agama manapun, ia mengkritik pelaku-pelakunya.
================
Jadi, sudah jelas bukan karena agamanya, tapi karena oknum pelaku beragama. Case closed !
12 Maret 2010 15:58:00
Subroto  @krisnov: Jadi, sudah jelas bukan karena agamanya, tapi karena oknum pelaku beragama. Case closed !
---------

Setoedjoe... dan tentu saja berdasar pada ajaran agamanya itu sendiri
15 Maret 2010 07:46:00
Black Horse  @conscientizacao: Thank's bro..... tabik..
16 Maret 2010 23:20:00
jamur :D
06 Mei 2012 23:56:00
‹ First  < 3 4 5
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »