Black Horse ---------------------------------
Ide negara teokratis itu masih berlangsung dan menjadi hantu yang menakutkan di zaman modern ini. Kimball merujuk pada kegagalan Raja Daud dan Sulaiman, di titik nadir pemerintahannya. Kebangkrutan itu diakhiri dengan hancurnya total Yerusalem, dan pembuangan orang Yahudi ke Babilonia tahun 587 SM. Situasi kritis yang ditimbulkannya, menjadi konteks kemunculan para nabi. Mereka mengecam kebobrokan agama, negara, dan masyarakat. Tradisi profetis kritis mereka kiranya lebih cocok diperjuangkan dalam iklam pluralistis di zaman ini.
------------------------------------------
Ho… ho…. ini lagi, ketika kita menilai dengan tatanan yang masih ambigu, kemudian kita sendiri tidak memiliki standard nilai yang tepat, dari mana kita akan dapat menunjukkan yang ini berhasil dan yang itu tidak, atau bagaimana kita “sekarang” melihat suatu negara dikatakan berhasil atau gagal,. Bukankah kita terpaksa harus menentukan tata nilai dan menyepakati standard nilai itu?. Pertanyaan mendasar saya adalah bagaimana kita sepakat, sementara penilaian dan tata nilainya saja belum kita sepakati ?. Atau, lebih praktis lagi, mana yang sudah disepakati oleh manusia sehingga dapat menilai benar salah sesuatu atau berhasil dan tidaknya sesuatu?.
---------------------------------------------
Tanda keempat
---------------
Pertanyaannya, apakah Kimball dapat memberikan alternative dari semua nilai hakiki tersebut dan syarat yang diberikan sebagai contoh. Perlu diingat, Islam dan Kristen bukan agama yang membenarkan semua cara untuk tujuan-nya. Saya yakin dia telah menyatukan antara agama dengan pengikut agama, antara ajaran dengan praktisi, antara teori dan pelaksana
.-------------------------
Kimball menyarankan untuk belajara dari Mahatma Gandhi. Gandhi memiliki tujuan yang jelas, sesuai dengan ajaran agamanya. Namun dalam merealisasikan tujuannya itu, ia tidak pernah memarjinalkan kelompok tertentu. Ia malah mengajak kelompok lain untuk membantu kelompoknya mencapai tujuannya. Namun ia tak pernah mengubah tujuan menjadi sarana, dan memutlakkan sarana hanya sebagai pencapaian tujuan.
-----------------
Yup, Kimball disini telah berpendapat bahwa ada agama yang dapat dilaksanakan dengan benar, minimal oleh orang yang dikenalnya dengan nama Mahatma Gandhi, inipun berdasarkan penilaian dia kan?.
--------------------------
kelima menurut Kimball bahwa agama mulai menjadi korup. Sejarah tentang perang suci dan aksi teror bisa menunjukkan itu.
-------------------------------
Dinilah point yang menunjukkan Kimball tidak objektif, yaitu dia tidak memahami agama dengan baik, dia sudah menilai agama dengan melihat apa yang dilakukan pengikutnya. Sama saja saat kita “hanya” menilai demokrasi dengan invasi militer, seperti yang dilakukan Amerika di Iraq dan Afghanisan atau Israel di Palestina.
---------------------------------------
Kimball sendiri menunjukkan bahwa Islam adalah agama perdamaian. Bukankah Islam berasal dari akar kata Arab s-l-m, yang pengertiannya berkaitan dengan "tunduk kepada Tuhan" dan "damai". Turunannya adalah salam, Islam, dan muslim. Salam, dalam bahasa Ibrani shalom, berarti perdamaian. Dalam Islam berulangkali dijelaskan betapa pentingnya jihad melawan diri sendiri, melawan egoisme, dan dosa yang selalu menghuni hati manusia, lebih penting daripada melawan orang luar.
---------------------------------
Ajaib sekali neh….., bagaimana pandangan ini sesuai dengan ungkapan yang diatas, saat dia sudah mengeneralisasi ajaran Islam dan Kristen, dan sekarang dia juga melihat bahwa Islam juga agama yang benar !!!
Bukankah Kimball berpendapat: “Agama itu sendiri adalah masalah, dengan argumen bahwa pandangan dunia keagamaan bersifat anakronistik. Agama itu sendiri adalah masalah, dengan argumen bahwa pandangan dunia keagamaan bersifat anakronistik”. Lalu disini Kimball menyatakan bahwa Islam adalah agama perdamaian dan pembenenaran jihad, sekalipun dengan penilaian yang terbatas. Inilah pendapat yang menurut rasionalitas saya absolutly salah, irasional. Dengan dua alasan:
1. Pembenaran agama dan personal agamis Gandhi.
2. Islam sebagai agama yang membawa damai. Tentunya penilaian ini sudah mendahului pembenaran agama Islam itu sendiri, karena damai adalah salah satu misi dari agama Islam.
Jadi sejak awal bahwa pandangan Kimball ini telah bertentangan dengan realitas. Minimal dari sudut pembawaan nilai yang saling bertentangan.
Kata “lebih penting”,menunjukkan bahwa dia juga menyakini bahwa melawan orang yang merusak agama juga “penting”.
-----------------------------------------------
pandangan Kimball terhadap tanda-tanda terkorupsinya agama oleh manusia, muncul dari gagasan pemurnian ajaran ini. Bahwa kaum putihan memandang negara ini telah menjadi abangan, dan tidak layak disebut Islam. Mereka tidak bisa melihat, bahwa pemimpin sekarang, dalam ukuran Islam Jawa abad ke-18 sudah sangat saleh. Perkembangan jaman akan selalu jadi serba salah, karena perspektif ideal buat mereka adalah masa lalu, lengkap dengan atributnya.
-----------------------
Benar, bahwa banyak pengikut agama tertentu merasa telah mewakili ajaran agamanya, tanpa memberikan dalil yang tepat, atau tanpa dalil sekalipun, atau hanya klaim semata. Maka inilah korupsi itu, tapi kalau ada yang dapat menunjukkan dalil dengan baik, tentu mereka tidak dapat disalahkan sebelum membahas dalilnya, tentunya. Karena kalau langsung menilai, maka ini juga sudah korupsi dari nilai kebernaran manusia itu sendiri.
--------------------------------
Akankah ini yang akan terus melahirkan kekerasan? Semoga tidak. Jauh lebih penting mewaspadai kelompok yang memanfaatkan kehadiran mereka, demi kepentingan politik dan keuntungan materi semata. Biar bagaimananpun, perbedaan pandangan kaum "putihan" dan "abangan" adalah alami, dan sesuatu yang pantas dihargai. Dan seperti kata Kimball di atas, Kegagalan kolektif kita dalam membuka ruang dialog terbuka, hanya akan memberi celah bagi "orang ketiga", dan mengambil keuntungan atasnya. Wallahualam. Peace...
------------------
Yup, peace, yaitu salam, yaitu Islam, sebagaimana kata Islam adalah kata perdamaian, dan jangan ada yang marah dengan pendapat ini, karena jika Anda marah, maka menentang perdamaian.
12 Maret 2010 05:03:00