13 Komentar Tulisan

"The Rigis", Shah Iran, dan Neokon Amerika • penulis: Black Horse, 10 Maret 2010 04:52:19 • Menarik +4

Yang lebih problematis bagi hubungan Amerika dengan Iran adalah kelompok "United Against a Nuclear Iran" yang didirikan dan diketuai Holbrooke, dimana dewan penasihat kelompok ini meliputi para Neokon pro-Israel seperti James Woolsey dan sesama "Trojan Horse" pro-Israel dalam pemerintahan Obama, Dennis Ross

Menampilkan 1 - 13 dari 13 komentar.
Harlan Eryandi lantas bagaimana gerakan dan operasi rahasia CIA di Indonesia, ada info kah ?!
10 Maret 2010 08:23:00
jamur gini nih kalo pemerintahan yg united states, kerja ngurusin negara lain mulu..
10 Maret 2010 11:46:00
adi sy kira di sinilah letak urgensi seruan menyatukan kaum muslim sedunia dalam satu khilafah, termasuk muslim iran, agar mampu menghadang amerika dan antek2nya
10 Maret 2010 12:56:00
Black Horse  @Harlan Eryandi: menarik sekali prof..... sebenarnya peran-peran dinas rahasia asing beroperasi dan sejauh mana pengaruhnya di Indonesia bisa kita lihat pada peristiwa-peristiwa besar di tanah air. Misalnya G 30 September, lalu peristiwa reformasi, lalu peristiwa cicak vs buaya, Century dll. Hanya saja kita bersibuk ria dengan hal-hal parsial. Kalau boleh saya ibaratkan, rumah kita dilempar batu oleh seseorang, sementara kita sibuk dan menyibukkan diri pada "suara" batu yang mengenai atap rumah kita. Padahal seharusnya kita mencari darimana sumber pelemparan tersebut. siapa pelakunya. Dan inilah yang kita lakukan saat ini. bergaduh ria meredam suara dan melupakan si pelempar batu.

dari peristiwa-peristiwa besar di tanah air, banyak kita temukan peran dan aktivitas "agen" asing di Indonesia, hanya saja kita lengah prof..
10 Maret 2010 16:52:00
Black Horse  @adi: @jamur: Saya pkir terpenting bagi kita adalah bagaimana kita mendukung ES BE YE. Saya masih percaya, kalau kondisi demikian ini masih membayangi Republik Indonesia, maka siapapun presidennya pasti akaan mengalami hal sama. Terserah apakah setuju sama ES BE YE atau tidak, namun saya melihat dalam diri ES BE YE ada semacam jiwa patriotisme yanag masih terjaga, hanya saja, tinggal bagaimana rakyat Indonesia menjaga patriotisme ES BE YE.
10 Maret 2010 16:56:00
jamur  @Black Horse: ohh ngomongin sby toh. pdhl maksud poin saya tadi itu pemerintahan AS memang untuk ngurusin foreign policy, krn sbg negara federasi urusan domestik udah diurus2 msg negara bagian. bgmn pemerintahan AS bisa bekerja, ya ngurus negara lain. terutama mrk butuh teater perang buat jalan. irak mau dibikin spt jepang dan jerman, hancurin lalu bangun dgn utang. alasan lainnya ya jualbeli senjata. ini ide2 org konservatif.
untuk (nuklir) iran sendiri mungkin sbnrnya gak segitunya obsesi pada nuklir. ahmadinejad boleh aja vokal abis, tapi kuncinya tetep khamenei. dan satu serangan pemicu perang saja berarti kejatuhan rezim khameini. dan khameini sptnya belum siap akan hal itu.
intelijennya mati kutu justru di pakistan, dmn taliban dan alqaeda lari ke perbatasan pakistan. pdhl pakistan belum "dijinakkan" AS, dan punya nuklir.
AS sendiri ditekan terus krn jumlah tentara yg mati, private military company dimainin, cth: blackwater.

tapi kyknya lebih seru gmn CIA ke china nih. makin besar aja ni negara :D
10 Maret 2010 17:19:00
Black Horse  @jamur: Yup...... Anda benar... kekuatan itu memang ada pada Khamenei, dan itu dibuktikan pada pawai hari kemerdekaan 22 Bahman kemarin, hampir seluruh rakyat turun ke jalan dan demo anti Amerika. Dan "satu serangan" dari Paman Sam itu yang sampai detik ini di tunggu oleh rakyat Iran, namun sampai sekarang satu serangan itu tidak (akan) terealisasi. :))

Kalau baca ini, http://www.islammuhammadi.com/content/view/1803/68/ maka akan dapat disimpulkan ternyata intelejen Iran mampu mengintip Rigi 24 jam sebelum di tangkap. Diambil videonya mulai dari pakistan lalu ke Afghanistan, lalu ke Dubai. Video itu diserahkan ke pemerintah Amerika via dubes Swis. Sementara sampai saat ini Dinas Intelejen Amerika yang katanya canggih bahkan super cangih itu tidak mampu menangkap seorang "teroris" yang bernama Bin Laden. :))

Untuk China, kita lihat babak selanjutnya, sebab nampaknya situasi semakin panas pasca Dalai Lama di panggil ke Gedung Putih. :D
10 Maret 2010 18:36:00
Wonggantenk  @Harlan Eryandi: CIA?Lihat saja yang jadi sleeping agent berkedok perwakilan LSM asing di daerah - daerah
10 Maret 2010 18:52:00
jamur  @Black Horse: emang gila ni perjalanan Rigi-Jundullah-Neokon. :D hhmmm.. spertinya Bin Laden ga akan ketangkep sebelum AS mendapatkan teater perang yg baru :D

China emang keren, situasi panas tapi ttp ga sembrono. udah2 2 kali dipancing AS buat combat pesawat tempur masih anteng aja. :D AS juga ngebantuin anti-misil taiwan, yg udah kaya. hohoho
10 Maret 2010 19:12:00
Wonggantenk Beranikah US masuk Xinjiang? Kalau berani, problem solved
10 Maret 2010 19:16:00
Wonggantenk Tetapi ada kemungkinan Osama sudah mati, dan mitosnya dipelihara untuk kepentingan US sendiri, agar ada alasan memperpanjang perang

http://www.time.com/time/world/article/0,8599,1859354,00.html
10 Maret 2010 19:28:00
Harlan Eryandi  @Black Horse: & @Wonggantenk: kayaknya mereka gerilya, saat2 mau pergantian kepemimpinan ya.
11 Maret 2010 12:12:00
kampretable Masalahnya sangat jelas, jaminan pasokan energi. Green energy masih perlu waktu yang tidak menentu untuk bisa sampai ke level produksi yg memenuhi kebutuhan seluruh dunia. Disaat kebutuhan sumber energi ini masih harus dipenuhi oleh sumber energi fosil, China dan beberapa negara lain, sudah muncul menjadi konsumen energi yang semakin bersaing dalam tingkat permintaannya. Akibatnya, negara2 yang punya potensi jadi penghasil sumber energi fosil dan green energy jadi arena rebutan yang semakin panas (baik lewat jalur ekonomi - investasi dan belanja langsung, jalur intelejen - membina pion di berbagai level masyarakat, atau jalur meriam - biarpun kerepotan dan disoraki banyak pihak akibat kehadirannya Irak tapi AS berhasil menjamin kepentingan minyaknya di negeri ini).

Kita juga jadi ajang rebutan AS dengan negara2 lain karena potensi energi fosil kita (minyak bumi, gas dan batu bara), potensi green energy kita (sangat cocok untuk tanaman2 penghasil minyak), potensi kekayaan alam lainnya, potensi jumlah penduduk sebagai calon konsumen berbagai macam produk serta letak geografis kita. Jadi, sudah pasti banyak negara (terutama AS) melancarkan operasi intelejen di Indonesia.

AS dan negara2 lainnya belum memakai meriam di Indonesia karena bangsa kita memang tergolong unik. Kalau diserbu langsung justru jadi kompak dan alot untuk dihadapi. Bangsa manapun yang berniat menguasai kita secara militer harus menghitung dengan cermat potensi munculnya kekompakan kita disaat negara menghadapi kegentingan.

Tapi kita juga GAMPANG dibikin busuk dari dalam. Angka indeks korupsi kita sudah di atas SEMBILAN (horeeee!). Dan tingkat korupsi ini membuat kita rawan terhadap berbagai macam operasi intelejen dari berbagai negara (bukan hanya dari AS saja).

11 Maret 2010 19:45:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »