16 Komentar Tulisan

Bubarkan Tuh Koalisi, Bubarkan Tuh Oposisi • penulis: Tunjung, 08 Maret 2010 19:25:47 • Menarik +1

Hi para orang-orang partai percuma kalian bermanis-manis dan menjadi seperti orang bersih di depan rakyat..karena hanya terlihat bagai badut-badut yang bertopeng. Percuma anda seperti orang yang kritis..karena anda hanya terlihat seperti "devil" yang bertanduk.

Menampilkan 1 - 16 dari 16 komentar.
Wonggantenk Bubarin oposisi? Saya nggak setuju. Kalau bubarin koalisi, itu mah haknya SBY

Beda pendapat kan boleh, kan gak harus sepaham dengan pemerintah
08 Maret 2010 19:32:00
Tunjung  @Wonggantenk: Bagi saya dua kata itu jadi masalah...karena dari sudut maka orang melihat itu tidak lain hanya memecah belah dua pihak..

saya berpandangan...partai harus menempatkan diri benar2 sebagai wakil rakyat...kritis terhadap kebijakan pemerintah yang salah dan merugikan raktat dan mendukung pada kebijakan yang benar...dan memang berpihak pada rakyat...

Kalau sekarangkan aneh...yang koalisi pokoknya harus dukung pemerintah...ga penduli benar atau salah..dan yang oposisi musti harus menentang pemerintah...mo baik atau tidak...

Anda salah paham dengan maksud saya.
08 Maret 2010 19:43:00
Wonggantenk  @Tunjung: [Kalau sekarangkan aneh...yang koalisi pokoknya harus dukung pemerintah...ga penduli benar atau salah..dan yang oposisi musti harus menentang pemerintah...mo baik atau tidak...]

wah, maaf bu, seharusnya komentar ibu tadi dimasukkan di artikel. Kalau yang benar didukung dan yang salah dikritisi, saya setuju.
08 Maret 2010 19:55:00
Dimensi Langit Weleh weleh, Ahhh Koalisi or Oposisi kan cuman guyonan aja... biar keliatan rame...n meriah, xixixiix
08 Maret 2010 20:38:00
Lailatul 'Ursy Penulis:

Bubarkan tuh koalisi dan Oposisi

Rakyat sekarang dibuat binggung dan gusar...

---=> Wah, rakyat sebelah mana nih.. ;))
gua asyik-asyik aja tuh... :))

08 Maret 2010 21:08:00
Ibnu Muslim Bubarkan koalisi, bubarkan oposisi dan bubarkan negara. "Cuma kekhalifahan" yang bisa menjadi solusi;)).

*hidup kekhalifahan bani sby
08 Maret 2010 21:17:00
anti-fenomena [Jadilah diri anda sejati...tidak usah "menjilat" kepada kami...] anda mewakili kami yang mana?
08 Maret 2010 21:33:00
Tunjung @syafatain: O..anda rakyat toh...ga tahu saya :P
09 Maret 2010 06:07:00
conscientizacao Bwahaha... Emangnya sistem Presidensial ada Oporsisi dan Koarlisi? ;))
09 Maret 2010 07:50:00
ndableg  @Tunjung: tante, coba mampir di-mari..
http://politikana.com/baca/2010/02/28/pikir-lagi
09 Maret 2010 07:59:00
NOS Bubarkan koalisi, cukuplah SBY berkoalisi dengan Ibu Ani.
09 Maret 2010 08:06:00
ndableg keplok2!
tulisannya tante @Tunjung jadi gahar begini.. ;))
09 Maret 2010 09:38:00
gulu toklek bubarkan koalisi, bubarkan oposisi, hidup demokrat, hidup partai tunggal ??

(demokrat "ngamuk" SBY "memaafkan", what a nice plays.)
09 Maret 2010 09:57:00
kang tutur Pertanyaannya:

Bukankah pilar-pilar demokrasi, sejatinya harus bergantung dengan kehendak RAKYAT?

Kupikir, sebaiknya Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif bener-bener terpisah, mandiri, ndak kongkalikong dan hanya Bertanggung Jawab pada RAKYAT.

Tapi, bagaimana caranya?

#terlanjur ;))
09 Maret 2010 13:08:00
Tunjung  @ndableg: he..he...masak sih?

@kang tutur: benar kang...kalau sekarang mau kayak apa pun mereka rakyat akan "curiga" terus..
10 Maret 2010 04:50:00
eshape  @Wonggantenk:
kata kang Fauzan : Kalau yang benar didukung dan yang salah dikritisi, saya setuju

hehehe...
tentunya setuju dengan pendapat mas Fauzan
14 April 2010 07:30:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »