45 Komentar Tulisan

Sarapan Politikana: Mahasiswa Bermental Preman • penulis: sarapan politikana, 07 Maret 2010 09:55:31 • 6 Berita Foto • Penting +4

Bibit anggota dewan yang suka adu jotos dalam rapat.

Menampilkan 1 - 30 dari 45 komentar.
iloenx sebagian mahasiswa di makassar itu memang aneh. Siapa sih yang bela? Rakyatkah........?

Seharusnya memang membela rakyat. Tetapi, Kalau memang membela rakyat, mereka tak aka menyusahkan rakyat. Tindakan anarkhis mereka menutup jalan, membuat kributan dan semacamnya, jelas merugikan rakyat. Sopir angkot tak bisa mencari nafkah, rakyat pengguna jalan terhalang, dan ketika bentrokan terjadi, maka wajar jika kemudian rakyat justru 'memerangi' mahasiswa......

Jadi, pertanyaan saya, apa atau siapa dong yang dibela mahasiswa? apa mahasiswa juga sudah ikut2an membela yang bayar.........????? ;)



07 Maret 2010 10:04:00
pall Entahlah, dalam hal ini saya kurang bisa mengatakan dengan tegas demo anarkis itu salah, meskipun memang melanggar hukum.

Pasalnya, orang yang di atas itu amat susah - amat susah - untuk mendengar. Misalnya, meskipun debatable, demo 98 apabila tak sekencang itu mungkin Soeharto juga tak akan mundur.

Buktinya, saat peringatan 100 hari pemerintahan SBY, demo dengan massa besar dengan tertib, akhirnya dicuekin juga sama SBY. Ada kebo, baru deh diperhatiin.

Bingung gak sih, ngadepin orang-orang yang gak punya kuping.
07 Maret 2010 10:53:00
sarapan politikana [Buktinya, saat peringatan 100 hari pemerintahan SBY, demo dengan massa besar dengan tertib, akhirnya dicuekin juga sama SBY. Ada kebo, baru deh diperhatiin.]

@pall: itu arinya, unjuk rasa itu tidak perlu pakai kekerasan atau kerusuhan. Para mahasiswa itu hanya harus leboih cerdik sedikit untuk mensiasati supaya suara mereka didengar pemerinrah pusat.

Toh, demo 100 hari ga rusuh. Tapi dapat perhatian. Kenapa? Salah satunya ada Si leBaY itu. Nah, Makassar juga bisa melakukan hal serupa tanpa harus membakar atau memblokir jalan yang ujung-ujungnya menyusahkan masyarakat.

Kalau saya malah jadi berpikir (silahkan kalau dianggap seudzon) kalau unjuk rasa mahasiswa Makassar ini adalah "aksi" tandingan dengan di Jakarta. Karena awalnya hanya unjuk rasa di depan gedung DPR yang menjadi sorotan media. Ya...namanya juga berpikir, boleh dong nebak-nebak... :D
07 Maret 2010 11:00:00
pall  @sarapan politikana:
Oh, anda belum dengar, kalau bawa-bawa kerbau itu dianggap pelanggaran hukum? Sama aja toh, kalau demo gak ngelanggar hukum, entah kecil entah besar, gak didengerin sama sono.

Itupun SBY yang dipikirin kebonya terus. Isi tuntutan, lewat aja. Kebukti saat pidato di hari yang sama, SBY mengatakan para pendemo gak ngerti bahwa program 100 hari gak bisa dijadikan ukuran keberhasilan.

Jadi, ya, beribu maaf (halah), kadang saya rasa demo yang agak brutal itu perlu.
07 Maret 2010 11:05:00
sarapan politikana  @pall: setidaknya si kebo itu ga menyusahkan warga sekitar..apalagi unjuk rasa di Makassa sudah berlangsung hampir satu pekan. Kalau masyarakat ga merasa terganggu, ga mungkin sampai ada warga yang membantu polisi menyerang balik para mahasiswa itu.

Mungkin unjuk rasa dengan kekerasan diperlukan, tapi kalau sampai berlarut-larut seperti ini, maka tidak tertutup kemungkinan akan jadi perang saudara di Makassar sana.

Saya juga orang yang mendukung aksi mahasiswa, seperti 1998. Tapi unjuk rasa di Makassar ini sudah berhari-hari dan pemerintah tetap tidak tergubris. Itu artinya para mahasiswa perlu siasat baru agar digubris.
07 Maret 2010 11:11:00
pall  @sarapan politikana:
Okelah kalau itu kasusnya di Makassar. Tapi mari coba lanjut mengenai 'demo yang tertib'.

Saya kemarin menonton berita tentang sekelompok orang yang di-PHK secara sepihak, lalu melakukan aksi di depan gedung DPRD. Saya ketemu link-nya:

[ http://www.detiknews.com/read/2010/03/04/160336/1311350/10/demo-tak-ditanggapi-buruh-coba-bunuh-diri-di-dprd-medan ]

Koordinator aksi akhirnya melakukan percobaan bunuh diri - ini entah skenario aksi entah beneran.

Tapi selama ini mereka menggelar aksi, dengan "diam", dengan membikin semacam posko di depan gedung DPRD Medan. Tak ada anarki, tak ada heboh-heboh, tak ada blokir jalan, tak ada bakar-bakar. Benar-benar tenang, tertib, damai.

Walhasil? Sejak tujuh bulan lalu mereka mendirikan posko di sana, sama sekali tak ada anggota DPRD yang menggubris.

Seorang perempuan hamil yang diwawancarai reporter tv bercerita, selama ia mengikuti aksi selama tujuh bulan itu, tak ada satupun anggota DPRD bahkan yang sekedar bertanya bagaimana kabar, atau bersimpati dengan mengirim makanan.

"Mobil mereka lewat ya lewat saja. Kami tak pernah sekalipun diajak ngobrol".

Sungguh, orang-orang di kursi empuk itu tak pernah punya cukup kepekaan untuk mendengarkan aksi yang tertib dan damai.
07 Maret 2010 11:20:00
jamur radikal=mengakar atau praktis?
07 Maret 2010 11:23:00
sarapan politikana  @pall: saya pun tidak meminta mahasiswa melakukan unjuk rasa secara damai, tentram, aman sentosa. Tapi kalau warga/mahasiswa sudah melakukan suatu model unjuk rasa selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan tapi ga digubris, itu artinya perlu model unjuk rasa yang baru.
07 Maret 2010 11:26:00
iloenx  @pall: [kadang saya rasa demo yang agak brutal itu perlu.]
======
demo anarkhis, dan brutal, mungkin bisa dibenarkan dalam sebuah gerakan revolusi. Itu yang terjadi di Jakarta'98 (meski kita sebut itu bukan revolusi, tapi reformasi). Tetapi, juga pada Manila 86, atau Teheran79, kita tahu, dibutuhkan aksi demo besar2an yang melumpuhkan kota, melumpuhkan pemerintahan. Dan mereka berhasil.

Pertanyaan saya, @pall, apa betul demonstran di makassar dan jakarta itu sekadar ingin didengar? Atau ada agenda tersembunyi yang memang menginginkan terjadinya chaos dg segala akibat dan buntutnya???

Anda juga gak bisa memvonis suara mereka tak didengar jika mereka hanya menggelar demo yg konvensional... Kala soal kasus century, dengan sudah keluarnya hasil parpurna DPR, bukankah sekarang sudah giliran aparat hukum yang bekerja??? Alih2 memerangi polisi (aparat penegak hukum), mahasiswa selayaknya mendukung polisi, jaksa, dan terutama KPK dan mengawalnya sehingga proses hukum bisa berjalan dengan baik.... ;))

kalao mahasiswa menggelar demo dan membuat rusuh, apakah Anda tidak curiga mahasiswa malah ingin menggagalkan proses hukum century??? mereka demo dan bikin rusuh agar perhatian aparat penegak hukum terpecah, dan tidak fokus menangani century..... ;))

Buntutnya, kalao proses hukum tak berjalan baik, mereka akan demo lagi dan memvonis aparat penegak hukum tidak bekerja..... mereka ciptakan sendiri lingkaran setan. Itu yang mereka mau. Tapi lalu apa kita harus hanya mejadi bangsa sysiphan??? ;))
07 Maret 2010 11:42:00
LCFR  @pall: Kalau gitu bagaimana dengan 1.000.000 facebookers mendukung Bibit-Chandra? Atau Koin untuk Prita? Itu kan contih pergerakan damai tapi ikonik dan menarik perhatian. Sebetulnya banyak cara, yang penting pinter aja nyiasatinnya daripada cuma melakukan aksi yang alih-alih membuat mereka didengar tapi malah menambah bad rep.

Kalau udah kayak begini juga, opini masyarakat semakin terbentuk untuk membela polisi dan isu jadi bergeser ke mahasiswa vs polisi instead of kasus Century dan pidato presiden. Terus apa guna dari demo kemarin?

Nothing.

Because in the end, the subject of their demonstration is forgotten (not that the issue is that crucial to make a mob out of it anyway). And now who's the donkey?
07 Maret 2010 11:47:00
LCFR Njis, masih hangover udah ngomongin beginian >__>;;
07 Maret 2010 11:52:00
pall  @LCFR:
[ Kalau gitu bagaimana dengan 1.000.000 facebookers mendukung Bibit-Chandra? Atau Koin untuk Prita? ]

Itu sudah jelas jadi isu populis. Aksinya, sudah tinggal mendompleng. Apa anda mau bilang, keprihatinan orang pada Prita adalah karena aksi, dan bukan sebaliknya?

Sementara para buruh yang di-PHK itu kebetulan sedang bergelut dengan isu yang tidak populis. Padahal masalah mereka juga tak lebih ringan dibanding Prita.

Makanya saya beri kata "kadang" pada kalimat saya sebelumnya, [ kadang saya rasa demo yang agak brutal itu perlu. ]
07 Maret 2010 12:20:00
Matt Zammy pakah itu yg demo yakin 100% mahasiswa?

kalo memang itu yg demo mahasiswa, apa itu bener mahasiswa intelek, atau cuma mahasiswa nganggur yg malas kuliah dan cuma doyan nongkrong d kampus?

saya dulu juga mahasiswa. tapi juga nggak bego-bego amat pun pinter. males kuliah iya. nongkrong di kampus, tentu. tapi kalo utk demo anarkis gitu, males banget.. :p

demo sih oke. tapi kalo udah anarkis, kesannya kayak jaman purba. kalo mau dibanding-bandingkan dgn 98? jauh!! jaman 98, "musuhnya" jelas. yg sekarang? siapa/apa sih musuhnya?

liat pas demo di MPR/DPR kemarin? itu mahasiswa jirih. baru segitu udah kabur. keliatan banget mereka juga ndak koordinasi atau bener-bener bersatu.

wagu lah pokoke. ra mutu.
07 Maret 2010 12:22:00
Matt Zammy  @pall: kalo gitu kenapa ndak sekalian kalo demo bikin kerusuhan sekalian? misal nih, kenapa itu para buruh ndak membakar pabrik mereka sekalian? demi mendapat perhatian?

perkara itu ladang penghasilan mereka (dan orang lain) itu nomor sekian. yg penting dapat perhatian. :p

demo itu mbok kreatif. melanggar hukum, selama tidak mengganggu orang lain sih ndak masalah. kayak kebo si Lebay itu, menurutku malah kreatif.

tapi kalo anarkis, rusuh, lempar batu, bakar ban, menurutku itu demo jaman purba.

demo via FB, koin prita, itu adalah demo kreatif. populis, mendompleng, atau apa pun, itu adalah cara kreatif. toh, beberapa aksi di FB juga banyak yg gak digubris. itu sih cuma caranya aja gimana demo, suaranya bisa didengar.. :D
07 Maret 2010 12:26:00
pall  @Matt Zammy:
[ demo itu mbok kreatif. melanggar hukum, selama tidak mengganggu orang lain sih ndak masalah. kayak kebo si Lebay itu, menurutku malah kreatif. ]

Lucu sekali, melanggar hukum kok asal gak mengganggu orang lain. Sesuatu itu disebut melanggar hukum karena mengganggu orang lain. Kebo itu kan juga dianggap defamation sama SBY.
07 Maret 2010 12:29:00
hamatamu @matriphe, kalau kebonya nelek di jalanan ibukota mengganggu gak? hayo?
07 Maret 2010 12:40:00
Last Man Standing aksi anarki mahasiwa merusak mobil pelat merah, yang rugi adalah negara karena kantor pemilik mobil akan memperbaiki dgn uang negara atau beli yang baru...
07 Maret 2010 12:44:00
Matt Zammy  @pall: lah.. lak dirimu toh, yg bilang bawa kebo itu melanggar hukum?

melanggar hukum itu ada 2 jeh. yg merugikan dirinya sendiri atau merugikan orang lain.

misal, bunuh diri, itu melanggar hukum. walau ujung-ujungnya menyusahkan orang lain juga, sih. :p

ada pula yg nggak melanggar hukum, tapi mengganggu. misal, lari-lari sambil tereak di jalanan, itu ndak melanggar hukum, tapi mengganggu orang lain..

kalo demo,menurutku itu memang nggak melanggar hukum, tapi kalo udah anarkis, selain mengganggu, juga melanggar hukum.

kalo situ ndak nangkep poinnya, saya ulangi.

demo silakan. anarkis, melanggar hukum, itu yg wagu. :p

demo itu mbok yg kreatif. dan kalo bisa, ndak mengganggu orang lain (meski saya kerapkali terganggu dgn demo di jalanan, bikin macet)

mendingan demo via Twitter. contoh kayak nolak RPM konten itu. awalnya kan demo di Twitter. lgsung ngomong ke orangnya. dan jadinya malah keekspos kan?

ribut-ributnya juga cuma di twitter. nggak ada yg luka kena lemparan batu. yg macet paling juga cuma servernya twitter.. :p
07 Maret 2010 12:50:00
Matt Zammy  @hamatamu: kalo gitu kebonya dibakar aja! sekali-kali bakar kebo, mosok beraninya bakar ban mulu.. :p

*siapin nasi bakar kebo*
07 Maret 2010 12:52:00
LCFR  @pall: Apakah meniupkan isu dan menggulirkan bola salju tidak bisa dibilang aksi? Awal pergerakan yang populis itu kan dari beberapa orang yang concern, punya ide, dan melempar umpan. Jadi untuk bisa mendapatkan pendengaran yang di atas, pastikan semua yang di bawah dengar dan setuju.

Cari simpati rakyat ajalah demonya, jangan malah nyusahin rakyat. Apa bedanya sama yang didemo kalo gitu?

Btw.

[ Makanya saya beri kata "kadang" pada kalimat saya sebelumnya, [ kadang saya rasa demo yang agak brutal itu perlu. ] ]

Which I doubt 'kadang' itu bisa diaplikasikan untuk kasus ini. I mean, kapan terakhir kali ada demo mahasiswa damai di Makassar?
07 Maret 2010 12:54:00
pall  @Matt Zammy: Oh, saya nangkep poin Anda. anda-lah yang gak nangkep poin saya dalam komentar-komentar sebelumnya.

Plus satu lagi tanggapan saya atas komentar Anda yang "melanggar hukum, selama tidak mengganggu orang lain sih ndak masalah." Juga gak Anda tangkap maksudnya.

Jadi, anda masih mau bilang melanggar hukum itu boleh asal tak mengganggu orang lain?

Itu dulu akui bahwa Anda yang bilang, baru nanti lanjut ke Prita yang anda sodorkan dsb.
07 Maret 2010 12:54:00
LCFR  @Matt Zammy: NGGAK BERPRIKEBOAN!
07 Maret 2010 12:55:00
pall  @LCFR:
[ Cari simpati rakyat ajalah demonya, jangan malah nyusahin rakyat. Apa bedanya sama yang didemo kalo gitu? ]

Yang demo berarti gak bisa dibilang rakyat?
07 Maret 2010 12:56:00
pall gua mau cabs dulu, nanggepinnya entaran deh. lagi gak mood.
07 Maret 2010 12:58:00
ipool kalo dari apa yang saya ikuti pada siaran langsung kemarin dulu di tipi ttg demo makasar. Runut kejadiannya adalah:

1. Demo mahasiswa saat sidang paripurna DPR. Pada saat itu ada beberapa polisi yang kena timpuk batu dari mahasiswa. Tapi polisinya juga bego, sudah tau demo mahasiswa berpotensi chaos malah dipanas-panasin dengan motor trail. Seperti sedang menghalau hewan ternak saja ;))
2. Malamnya terjadi penyerangan terhadap sekretariat HMI
3. Mahasiswa melakukan protes di kepolisian tapi malah ditangkap. Tapi begonya juga mahasiswa pas lapor malah berorasi didalam kantor polisi
4. Razia polisi didepan sekretarian HMI. Karena ndak dapat polisi, maka langsung menghancurkan kantor polisi terdekat yang beberapa saat kemudian dibalas dengan serangan ke sekretariat HMI dengan menghancurkan motor yang parkir di HMI
5. Pemblokiran jalan oleh mahasiswa. Ini juga langkah yang ndak solutif.
6. Masyarakat menyerang mahasiswa dan hal ini bisa dimaklumi. Tapi gobloknya polisi diam saja, malah memanfaatkan masa yang menyerang mahasiswa sebagai tameng

kesimpulannya: Polisi dan Mahasiswa salah karena ndak solutif. Masyarakat korban, entah karena ndak bisa beraktifitas atau diprovokasi intel polisi ;))
07 Maret 2010 13:06:00
RETROVIRUS di negeri pelupa segala cara dilakukan untuk menutup kasus besar dengan memunculkan isu-isu baru dan melupakan kasus lama...

di negeri pelupa, pemerintahnya lupa maka masyarakatnya juga ikut-ikutan lupa...

maka lupakanlah...toh semuanya juga akan segera berlalu dan terlupakan...
07 Maret 2010 13:24:00
LCFR  @pall: Yah kalo mau pake logika gitu juga, yang didemo itu juga rakyat. Nggak usah main semantik deh, we won't get anywhere from that point. You know which 'rakyat' I was pointing at. Don't act like a n00b.

@RETROVIRUS: Ente siafe? Ane lufa nih...
07 Maret 2010 13:49:00
lila Universitas yang nggak jelas hasilnya mahasiswa sampah. Masih untunglah mereka hanya jadi preman dan bukan teroris!
07 Maret 2010 15:20:00
Indra F. Soaleh Mahasiswa kini tak menjunjung tinggi moralitas....
07 Maret 2010 15:48:00
ipool  @Indra F. Soaleh: [Mahasiswa kini tak menjunjung tinggi moralitas.... ] Boy, jangan menggeneralisir dengan hanya mengatakan "Mahasiswa"!!!. Hendaknya diberikan tambahan "beberapa oknum".
07 Maret 2010 16:36:00
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »