26 Komentar Tulisan

Kemunafikan DPR dan Kinerja MK • penulis: Smart, 04 Maret 2010 00:52:50 • Menarik +9

Barusan saya bertemu dengan seorang kolumnis untuk perpolitikan nasional. Beliau hanya berbicara sebentar mengenai apa yang terjadi dengan kasus Century. Namun pembicaraan yang sangat singkat itu sangat berkesan dihati.

Menampilkan 1 - 26 dari 26 komentar.
Black Horse biar munafik, tp itulah pilihan kebanyakan orang;-)
04 Maret 2010 01:33:56
Smart  @Black Horse: Hmmm...betul. Padahal daku udah ngasih suara selama beberapa pemilu. ngeliat gini jadi malas nengok Tahun 2014
04 Maret 2010 01:36:00
Black Horse smart, itulah indahnya demokrasi;-)
04 Maret 2010 01:46:41
Wonggantenk  @Black Horse: tidak menurut socrates, itulah ironi demokrasi, tetapi apa boleh buat, bukankah itu pilihan?
04 Maret 2010 01:48:00
Black Horse wonkganteng, sayangnya sokrates ngak lihat indahnya demokrasi yg dia campakkan itu;-)
04 Maret 2010 01:51:58
Black Horse wonkganteng, sayangnya sokrates ngak lihat indahnya demokrasi yg dia campakkan itu;-)
04 Maret 2010 01:51:59
LCFR itu yang difoto bang @Ibnu Muslim yah?
04 Maret 2010 02:01:00
LCFR *di foto
04 Maret 2010 02:01:00
Smart  @LCFR: Tamim kali....:p
04 Maret 2010 02:18:00
Subroto Inilah busuknya demokrasi, kapan kita beralih ke sistem yg lebih baik???
04 Maret 2010 03:53:00
krisnov Hiduup G O L P U T !! hehehe.
04 Maret 2010 06:46:00
conscientizacao Coba kalau Undang-undangnya sebelum disahkan, di copas ke sini.... pasti dapet reting hitam semua... :))
04 Maret 2010 07:22:00
TRIMO  @Smart: untung saya sdh 3 periode gak milih....
04 Maret 2010 08:55:00
gulu toklek  @Subroto: pilih mana, kerajaan, kekhilafahan, atau demokrasi suharto, atau demokrasi terpimpin model sukarno
04 Maret 2010 08:55:00
Indra F. Soaleh  @TRIMO: wah.... saya baru dua kali...
04 Maret 2010 08:56:00
Smart  @Subroto: Tidak ada satupun sistem yang baik di dunia ini selama masih dipegang oleh manusia. Namun demikian demokrasi dalam kehidupan bernegara di Indonesia sedang mendapat ujian yang berat.
@gulu toklek: Hmmmm....semua sistem kayanya ada kekurangan dan kelebihan deh...
04 Maret 2010 08:57:00
gulu toklek  @Smart: :D
04 Maret 2010 09:03:00
Ibnu Muslim  @LCFR: masa sih ?

*kayaknya tidur digedung dewan kurang nendang deh :))
04 Maret 2010 12:19:00
LCFR  @Ibnu Muslim: rambutnya sih mirip :))
04 Maret 2010 12:23:00
Ibnu Muslim  @LCFR: "kegantengannya" kan beda :))
04 Maret 2010 12:26:00
neilhoja salah satu kelemahan demokrasi, saat kebenaran bisa divoting. :D
04 Maret 2010 17:49:00
Smart  @neilhoja: Ah bung, kalo sudah dalam kerangka politik kebenaran adalah nisbi...
04 Maret 2010 18:15:00
neilhoja  @Smart: bentul. makanya ga ada satupun bentuk pemerintahan negara (politik) yang ditegaskan oleh Islam, baik itu khilafah, demokrasi, maupun sosialisme.

syaratnya simpel aja,
1. Horizontal = "an tu'addu al-amanata ila ahliha, (berikan tanggung jawab pada pemiliknya- amanah)

wa idza hakamtum baina an-nasi an tahkumu bi al-adl (berlaku adil dalam menetapkan kebijakan)

2. Transendental = "Athi'ullah wa athi'u Rasuul wa ulil amri minkum" (pemerintahan yang taat pada Allah dan Rasulnya.)

an-Nisa 58-59.


04 Maret 2010 18:37:00
neilhoja  @Smart: :)) sepertinya aku sedang salah tangkap pendapat sampean cak. :D

[dalam kerangka politik, ... kebenaran adalah nisbi] harusnya dibaca begitu ya... :))

kalo ini aku kurang setuju, karena politik itu sebenernya bertujuan baik. tapi sayang, citra jelek yang melekat padanya terlalu keras untuk didongkel... :D
04 Maret 2010 18:40:00
Smart  @neilhoja: Tujuan politik sebenarnya ada baiknya tapi kembali lagi kalo dalam politik kebenaran adalah nisbi bahkan ini berlaku dalam partai-partai berhaluan agama...
04 Maret 2010 19:41:00
neilhoja  @Smart: he eh... betul itu. jadi harus gimana?
05 Maret 2010 15:14:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »