55 Komentar Tulisan

SBY Bertanggung Jawab, Demokrat Penuh Siasat, Memalukan ! • penulis: liwung, 03 Maret 2010 08:02:02 • Menarik +7

Hadapi bung dengan gagah berani. Jangan cuman dari jauh saja berani ngomong bertanggung jawab.

Menampilkan 31 - 55 dari 55 komentar.
The Crow  @Indra F. Soaleh: Your logic is as confusing as your English
03 Maret 2010 14:53:00
Indra F. Soaleh  @Ibnu Muslim:

SBY sudah melakukan hal itu.....

Berarti aksi" selma ini tidk mempunyai kepentingan dunk.....
hoooaaaaa
03 Maret 2010 14:54:00
Ibnu Muslim  @Indra F. Soaleh: maksudnya? apa SBY menerima kritikan sebagai sebuah masukan? pernyataan anda membingungkan !
03 Maret 2010 14:55:00
The Crow  @Ibnu Muslim: http://www.politikana.com/baca/2010/03/03/sby-bertanggung-jawab-demokrat-penuh-siasat-memalukan.html#comment-178386 :D

If this keep up, I'm gonna activate my GreaseMonkey. ;))
03 Maret 2010 14:56:00
Indra F. Soaleh  @The Crow:
Don't be arrogant .... You're not perfect bro...


Just usual... That's daily word.....
03 Maret 2010 14:56:00
The Crow  @Indra F. Soaleh: Who said I'm perfect? I've told you, I'm a barbarian. The perfect and cultured and educated ones are those in the parliamentary hall.

Gosh, how shallow can you be?
03 Maret 2010 14:58:00
Indra F. Soaleh  @Ibnu Muslim:

Saya pikir demikian....

[Pemimpin itu harus bisa memberi solusi]
Selama ini SBY sudah melakukan yang menurut beliau dan para menteri adalah yang terbaik.....
03 Maret 2010 15:00:00
The Crow  @Indra F. Soaleh: [SBY sudah melakukan yang menurut beliau dan para menteri adalah yang terbaik] Such as this one? http://www.politikana.com/baca/2010/01/29/komik-ndableg-album-100-hari

:)) :)) :)) :))
03 Maret 2010 15:04:00
Ibnu Muslim  @The Crow: ada keluar-masuk bar?

*jadi ingat lagu oma irama :

"begadang jangan begadang"

*sorry bahasa inggrisku memprihatinkan kalau kagak nyambung dengan komentar mohon dimaafkan : D (copypaste comment)


03 Maret 2010 15:04:00
Indra F. Soaleh  @The Crow:

Hahaha.....

Bro.... I just can pray to god...
You will be okay, cause your arrogantly...
03 Maret 2010 15:05:00
The Crow  @Indra F. Soaleh: I'm a barbarian. I'm supposed to be arrogant. Those who are modest are those in the parliamentary house.
03 Maret 2010 15:07:00
Indra F. Soaleh  @The Crow:

oh my God.....

03 Maret 2010 15:10:00
The Crow  @Ibnu Muslim: :)) :))
(copy-paste reply)
03 Maret 2010 15:10:00
bona  @Indra F. Soaleh:
so.. while you criticize the others' critic, do you have any solution for the current problem here? ;))

["Meskipun saya tidak ada di Tanah Air saat itu, meski dalam merumuskan langkah tindak perbankan dan perekonomian yang mesti dilakukan terhadap Bank Century dan meskipun baik Gubernur BI dan Menkeu tidak melalui izin saya, karena beliau bekerja dengan UU, saya katakan bahwa yang dilakukan penyelamatan perekonomian kita adalah benar," jelas SBY dalam pertemuan dengan para bankir di kantornya, Jakarta, Senin (1/3/2010)]

dan ini dikatakan beliau setelah pansus hilir mudik ngabisin dana 5 M? (tulisannya @gulu toklek: http://politikana.com/baca/2010/03/03/copas-rapat-paripurna-century-habiskan-rp-5-m-hasil-mengecewakan.html)
03 Maret 2010 15:12:00
The Crow  @bona: [any solution for the current problem here?] This? http://www.politikana.com/baca/2010/01/29/komik-ndableg-album-100-hari :D
03 Maret 2010 15:13:00
faisal 2009  @Indra F.Soaleh: wajar lah klo banyak yg protes atau caci-maki, rakyat udah cape sekali tiap ganti pemimpin masih aja belum kasih perubahan yang luar biasa alias lambat.

bukan berati mereka/rakyat/dia/kamu/aku punya solusi atau mungkin lebih baik dari si pemimpin.

Itu kan tugas pemimpin, siapa suruh jadi pemimpin, kami cuma pengen janji yg terbukti.

ibarat anak kecil, tapi punya ortu lambat ambil keputusan, bukan salah si anak kalau jadi marah. dan sangat tidak benar klo kita katakan pada si anak "ya udah kamu jadi ortu"

lah ortunya lambat. Gimana mau kasih contoh.

begitu bung moderat.

Tapi saya setuju klo kita harusnya tetap santun. Mari kita rakyat memberikan sikap santun agar bisa dicontoh oleh para pejabat
03 Maret 2010 15:23:00
bona  @The Crow: phew! it's genius, really.. *in a dorky way* ;))
03 Maret 2010 15:35:00
The Crow  @bona: Ah, but I think somebody here would only read your comment partially. Like that "it's genius, really" part only. :D
03 Maret 2010 15:40:00
wiya mungkin baru ngeliat kasusnya mario teguh.. "oh gitu toh caranya tanggung jawab" :)
salam kenal saya baru nih disini..
03 Maret 2010 16:32:00
mamat Artinya SBY sama sekali tidak menghargai JK donk..
03 Maret 2010 18:20:00
Lailatul 'Ursy wah.. wah.. wah .. bung @liwung ini udah mulai lupa perannya... :)) :))


03 Maret 2010 19:40:00
Jean Protes apa makian? Aneh!

Malah lebih banyak pembunuhan karakter.

SBY Laknatullah????

Allah yang bisa ngomong gitu.
jadi yang bilangin gitu siapa?
"""" moga2 gak kena laknat....
03 Maret 2010 20:56:00
alakazam yang punya tahik udah terbang entah kemana :))
03 Maret 2010 21:16:00
Wonggantenk  @liwung: berarti gua layak dong ;))
04 Maret 2010 01:50:00
conscientizacao  @Indra F. Soaleh: ini copas dari wiki: http://en.wikipedia.org/wiki/Exit,_Voice,_and_Loyalty

"The general principle, therefore, is that the greater the availability of exit, the less likely voice will be used. However, the interplay of loyalty can affect the cost-benefit analysis of whether to use exit or voice. Where there is loyalty to the organization (as evidenced by strong patriotism politically, or brand loyalty for consumers), exit may be reduced, especially where options to exit are not so appealing (small job market, political or financial hurdles to emigration or moving)."

Karena saya bukan loyalis SBY, maka pilihan buat saya cuma EXIT atau VOICE, tinggalkan dia atau terus kritik. In term of political situation, kita tidak mungkin EXIT karena artinya cuma dua, keluar dari negara ini, atau SBY yang dilengserkan.

Untuk keluar negeri, jelas saya tidak mampu. Melengserkan SBY? Jelas saya juga tidak mampu. Maka pilihan terbaik saya cuma mengkritik SBY, semoga ia bisa menjadi lebih baik. Toh ia sudah dipilih dalam Pemilu secara resmi.

Apakah mengkritik harus kasih solusi? Anda akan jadi terlalu naif untuk memaknai kalimat itu dalam konteks ini.
04 Maret 2010 07:43:00
 < 1 2
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »