Setidaknya ada 6 alasan mengapa RPM Konten Multimedia harus ditolak
Setidaknya ada 6 alasan mengapa RPM Konten Multimedia harus ditolak
Tata kalo kata onno purbo tentang salah satu pasal di rpm, "masa kita mau bikin fb ato blog harus lapor dulu ke menkominfo"..
yusro @arijuliano, jangan lupa masukan ini dikirim ke gatot_b@postel.go.id
nasionalisosialis maklumlah PKS ingin meracuni negara ini dengan ide bodohnya...PKS lebih jahat dr PKI...ingat itu!!!!
Rinaldiwati Salah satu konten yang dilarang dalam permen cap Tifatul adalah konten pornografi dan yang melanggar kesusilaan (bab II ps. 3). Saya baru paham, rupanya ini upaya Tifatul untuk mencegah terjadinya bencana alam semisal gempa atau tsunami. Hahahahaha... JENIUS JUGA TIFATUL!! Maklum, orang PKS..
ipool Saya dukung RPM konten multimedia. Tenang aja... levelnya kan masih pemen, bukan PP atau UU. Kalo mau bersih, ngapain risih... Tpi kalo yang megang peraturan orang-orang ORBA tentu akan lain lagi ceritanya :D
Riyono bersih luar dalam lebih baik daripada bersih di luar kotor di dalam. pendidikan lebih penting daripada peraturan represif.
ipool tapi bang @Riyono: kan kalo ndak ada aturannya susah juga. Contohnya aturan dijalan raya. Aturan lalu lintas itu dibuat dulu, ntar pelaksanaannya diawasi (polisi), kemudian jika naik ke pengadilan. Coba bayangkan kalo peraturan lalu lintasnya dibuat belakangan... Hahahaha... wong ada aturan aja masih dilanggar apa lagi kalo ndak ada aturan... jadi hutan rimba
Apprayo Memang paling gampang berpikir biner: ada aturan atau tidak ada aturan. Mendukung aturan atau tidak. Yang menentang sebuah aturan dibilang maunya hidup tanpa aturan sama sekali.
conscientizacao UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, pada Pasal 40 disebutkan: “Setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun”.
Herman Saksono @ipool: kalau ada aturan di jalan mengharuskan polisi memukuli sopir yang lupa tidak mengklakson kalau menyalib bis, apakah Anda juga minta aturan itu dijalankan dulu baru nanti dikoreksi?