Mudah-mudahan posting ini bisa menjadi semacam pembelajaran, bukan hanya untuk para politisi yang berani bercakap-cakap di dunia maya tapi buat siapa saja yang memasuki dunia baru untuk bisa berhati-hati dan melihat lebih lingkungan ruang bicaranya.
Mudah-mudahan posting ini bisa menjadi semacam pembelajaran, bukan hanya untuk para politisi yang berani bercakap-cakap di dunia maya tapi buat siapa saja yang memasuki dunia baru untuk bisa berhati-hati dan melihat lebih lingkungan ruang bicaranya.
pall Ini sih jelas-jelas si Bambang yang parah banget. Padahal udah jelas-jelas usernamenya aja "Titite BS", masih aja ditanggepin.
Striding Cloud Jadi teringat kasus Pak Yusril Ihza suruh Dragonwall potong kont*l sendiri.
enda @Striding Cloud: kalo ngikutin percakapannnya yang lain tampaknya iya beneran, tapi bisa saja saya salah
botaksakti @enda: trims, sungguh sebuah pembelajaran bagi saya yang kurang ilmu....
Potro Direjo Sebuah pembelajaran yang amat mahal. Mudah-mudahan tembakannya tidak lari ke Bung Enda karena mengungkapkannya disini.
sawung gw sih males liat orang chattingan di tweet.
goesha51 @enda: ya betul, bisa aja anda salah..
nurrahman wah parah kata2nya lbh parah drpad mbak luna...pak BS itu juga mudah kepancing ternyata, apa emg pas lg kebawa emosi gt,...gt ajah kok ditanggepin yah, sekelas wakil rakyat...(doh)
potretkaca yang diserang, secara naluri pasti ingin membalas, hehehe
em je [Kita tidak bisa menolak ketika orang menilai diri kita dari apa yang kita percakapkan, percakapan karenanya jadi sebuah bagian dari diri kita.]
Last Man Standing bisa kok ditelusuri BS asli atau palsu dgn digital forensic, & digital evidence yg berhasil dikumpulkan.
anti-fenomena terakhir saya melakukan chat seperti ini sekitar 11 tahun yg lalu di mIRC kalo ga salah
enda @goesha51: check dan baca aja http://twitter.com/bambangsoesatyo sepertinya sih beneran
anti-fenomena @enda: maklum waktu itu msh masa puber, mm.... yg di atas puber ke berapa ya?
akusuka ah dasar ...... blog.
Pemerhati Hmmm..tidak terkejut, sudah biasa..apa yang ada di dunia maya/internet (blog, twitter, facebook dstr...) sepertinya mencerminkan situasi dunia nyata negeri ini. Sama seperti situasi lalu lintas jalanan ibukota kita. Mirip juga dengan suasana di pansus/dpr dg segala format budi bahasanya.
mpokb duh, BS.. masih banyak orang fakir pulsa, fakir bandwidth.. sayang2 kebuang buat ngerumpi nggak jelas atuh, bung..
besok saja @enda: aktifis seharusnya dituliskan aktivis, karena aktifis diserap dari activist, bukan bentukan dari aktif + akhiran -is.