27 Komentar Tulisan

Demokrasi Yang Riuh • penulis: Apprayo, 28 Januari 2010 14:05:12 • Menarik +5

Melihat demokrasi kita yang penuh keriuhan, membuat saya berpikir, haruskah demokrasi itu riuh?

Menampilkan 1 - 27 dari 27 komentar.
Nazil ( Saya membayangkan demokrasi yang santun dan tenang, di mana saat seseorang menyatakan pendapatnya, yang lainnya dengan penuh perhatian mendengarkan, berusaha memahami apa yang dimaksudkan si pembicara. )

Hanya sayang, kita memang lebih sering dipertontonkan ke'ramai'an di dalam sidang para dewan. Dan ini juga ditonton anak-anak kecil yang kelak akan menjadi seperti para bapak-bapak hewan itu...
28 Januari 2010 14:42:00
Apprayo  @Nazil:
Salah ketik ya Mas? :)

Barusan saya ada tamu dari China. Tadi pagi beliau naik kereta, kok ndilalah ya pas mogok. Rasanya saya jadi malu hati, kok kebebasan yang kita punya cuma menghasilkan kereta yang kadang mogok, plus tontonan ribut2 di tv.
28 Januari 2010 14:46:00
Nazil  @Apprayo: Hahaha hewan menirukan pak Tri kemarin...

Kayaknya tuh roda kereta butuh diganti pake roda mobil deh mas... Nah kecuali kalau kusirnya juga gak paham mengendalikan kudanya.. Yo Wesss lah...
28 Januari 2010 14:53:00
The 7 Demokrasi yang santun dan tenang sepertinya masih jauh sekali karena hal ini terkait erat dengan kesejahteraan , yang mana faktanya angka kemiskinan masih mayoritas , + angka buta huruf pun masih tinggi .

Orang2 yg punya uang memanfaatkan faktor kemiskinan rakyat untuk melakukan berbagai kekacauan, dengan upah tentunya.

28 Januari 2010 14:54:00
NOS Sepakat, demokrasi perlu keadaban (civility). Tapi pada saat yg sama, sebagaimana pernah disampaikan Syafii Maarif, kita harus waspada terhadap kemunuafikan dan kejahatan dibalik kesantunan.
28 Januari 2010 14:57:00
Nazil  @The 7: ( Orang2 yg punya uang memanfaatkan faktor kemiskinan rakyat untuk melakukan berbagai kekacauan, dengan upah tentunya. ) Sepertinya pemanfaatan ini memang dinikmati bersama pakde... bukankah begitu... simple aja : Pilkada sekarang!!!

28 Januari 2010 14:57:00
The 7  @Nazil:

Iya, ga usah diomong lagi, dah rahasia umum... gua aja barusan di ajak demo ke depan istana itu, mau dibayar sekian :D , aku bilang sorry ya gua suruh jadi kambing2 politikus :))
28 Januari 2010 15:01:00
Apprayo  @NOS:
"Tapi pada saat yg sama, sebagaimana pernah disampaikan Syafii Maarif, kita harus waspada terhadap kemunuafikan dan kejahatan dibalik kesantunan."

Ini yang susah. Biasanya dari niat bersikap waspada malah terpeleset jadi tidak lagi santun.
28 Januari 2010 15:06:00
NOS  @Apprayo: Alm Nurcholish Madjid pernah mengatakan: pertemuan antara budaya pedalaman (feodal, unggah ungguh) dan budaya pesisir (egaliter, ceplas ceplos) adanya di sekitar Pekalongan..:) Barangkali budaya Pekalongan bisa jadi ukuran kesantunan. BTW kesantunan barangkali tdk hanya diukur dari pilihan kata yg digunakan, bahasa tubuh, dan intonasi, tetapi dari niat tulus menghormati kemanusian.
28 Januari 2010 15:11:00
pradaksina  @NOS: contohnya soetrisno bachir?

:D
28 Januari 2010 16:51:00
Apprayo  @NOS:
Ada contohnya?
Atau seperti dibilang @aji, contohnya SB? :)
28 Januari 2010 17:36:00
mpokb setiap orang punya dan berhak menunjukkan kecintaan dan kepedulian pada negerinya dengan cara masing-masing. kalau merasa perlu turun ke jalan, lakukan saja, selama tidak melanggar hak orang lain :)
28 Januari 2010 18:02:00
Apprayo  @mpokb:
Kalo bikin macet jalanan, merusak pagar dan bangunan kantor, dan mengurangi hak orang untuk menyaksikan tayangan lain di televisi, termasuk melanggar hak orang lain nggak? :)

Berarti yang kemarin ribut2 di rapat dewan itu bisa juga bilang "ini demi rasa cinta saya pada negeri saya" dong? :)
28 Januari 2010 18:07:00
mpokb  @Apprayo: itu pertanyaan retorik kan ya :)
28 Januari 2010 18:15:00
The Crow  @mpokb: @Apprayo: This morning I felt ill, and nauseous, and a little bit feverish. On my way to my office I decided to make a brief stop to a hospital for a check-up. It turned out to be a long stop, as the road was blocked by a bunch of students crowding and yelling. I blew my horn many times, signalling that I need to pass and enter the hospital gate which was only 10 meters away from my car, and they refused to make way until some 30 minutes later when they started to march away.

Can you imagine what I would do if I brought a dying man in my car? I would surely floor it and ram those idiots with my car. All consequences be damned.

They're truly lucky it was only me with a light fever.
28 Januari 2010 18:18:00
Apprayo  @mpokb:
Sudah dijawab tuh sama @The Crow :)
28 Januari 2010 18:20:00
The Crow  @Apprayo: Seriously. :)
28 Januari 2010 18:22:00
mpokb  @The Crow: semoga lekas sembuh, bung. saya juga nggak suka demo yang bikin macet, apalagi anarkis. pemilihan tempat demo (kalau memang dirasa harus dan mendesak untuk demo) mestinya tidak mengganggu aktivitas warga lain..
28 Januari 2010 18:23:00
yusro di sini bukan cuma demokrasi yang riuh, korupsi juga riuh, dilakukan berjamaah :))
28 Januari 2010 18:30:00
Apprayo  @yusro:
Bisa jadi karena demokrasinya riuh, jadi berbiaya tinggi, sehingga akhirnya uang untuk menutup biaya tinggi itu 'terpaksa' diperoleh dengan korupsi :)
28 Januari 2010 18:35:00
GusBushTom apa hal itu dikarenakan kita hanya memahami demokrasi dalam konteks prosedural saja tapi "buta" akan yang substansial......... negeri ini kalo dilihat dr aspek prosedur seh memang demokratis tp secara hakiki wah sulit juga menilai dengan diksi apa yg kira2 bisa menggambarkannya...he.e.e
28 Januari 2010 19:01:00
FF Haq ALL:
Saya pernah punya gambaran tentang sebuah acara dimana masyarakat memiliki mimbar bebas dan itu-pun dilakukan seleksi tentang permasalahan agar dapat dikelompokkan. Sehingga Menteri dan para anggota dewan yang "TERHORMAT" dapat mendengarkan secara seksama dan dapat memberikan komentar...

Bagaimana kalau begitu???
28 Januari 2010 19:18:00
Dh2L Yang Masuk Di Ruang Publik/Private Melalui Media Massa ,Harga dari Demokrasi Bebas terkendali?/di kendali ?Demokrasi Yang Riuh?
28 Januari 2010 19:30:00
Wonggantenk Ya sudah, balik ke monarki aja
28 Januari 2010 20:48:00
FF Haq Ups......
Kok mundur
28 Januari 2010 20:51:00
Apprayo  @GusBushTom:
Menurut Mas, sisi substansialnya demokrasi itu apa ya? (wah bahasa langit nih, hehehe)

@FF Haq:
Kalo saya lebih melihat bahwa kita ini kurang mampu mendengar, mencerna, dan memahami apa yang dikatakan orang lain, untuk kemudian mencoba menghargainya sebagai bahan pertimbangan untuk apa yang akan kita lakukan. Kita lebih suka berbicara dan didengar orang.

Orang gampang sekali berbicara, tapi untuk mendengar dan memahami, susah.

Semoga bukan: kita suka sekali berbicara (termasuk ribut2 di Politikana), tapi enggan berbuat :)
28 Januari 2010 21:37:00
FF Haq Albert : Setuju bgt mas.....
:D
28 Januari 2010 21:39:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »