71 Komentar Tulisan

M A J N U N! • penulis: Black Horse, 16 Januari 2010 20:38:04 • Menarik +9

Tidak jarang apa yang disebut rasional sebenarnya hanyalah irasional, atau yang irasional justru rasional, persis syair Majnun dalam menjawab Khalifah.

Menampilkan 1 - 30 dari 71 komentar.
yusro Untuk orang majnun artikel ini pasti tidak menarik :))
16 Januari 2010 22:12:00
Ning Itulah cinta...!
16 Januari 2010 22:16:00
The 7 Perintah pertama adalah disuruh membaca, bukan menelan.

Tak ada barang ciptaan yg salah atau benar, tapi cari yg sesuai dengan kebutuhan, itulah kenapa di beri hati , bukan cuma otak - supaya manusia bijak bukan supaya menciptakan kebenaran.
16 Januari 2010 22:24:00
Alhuda IQ gua jongkok,... tapi artikelnya menarik...

Bung Olas, artikel Anda majnun (eh) Menarik.... :P
16 Januari 2010 23:46:00
Har  @The 7: ini namanya jeruk makan jeruk ya :)) ...eh maksudku fallacy makan fallacy :D

@Alhuda: emang ada IQ yg berdiri ya ;))
16 Januari 2010 23:53:00
Alhuda  @Har: Emang berdiri nggak..!!!

Tapi yang IQ lari-lari buanyak...!!! :D
16 Januari 2010 23:58:00
Harlan Eryandi  @Alhuda: pencorot.:)) bisa terbantu dgn EQ & SQ.

@The 7: siip mas.
17 Januari 2010 00:03:00
Alhuda  @Harlan Eryandi: :)) :)) :))
17 Januari 2010 00:09:00
iloenx Begitu juga kita dalam keyakinan, tunjukkan bahwa kita mampu menunjukkan rasionalitas kebenarakeyakinan yang kita yakini itu. Jika tidak, kita tidak jauh beda dengan Majnun. Ada dua kemungkinan, taklif buta dan nafsu!.
===
taklif buta dan nafsu. Mmmm ini bisa didaftarkan sbg TM, bung olas. Senada dg ideologi argumen: pokoknya.....
17 Januari 2010 08:31:00
Lailatul 'Ursy  @yusro: Untuk orang majnun artikel ini pasti tidak menarik


--->> dengan terpaksa gua harus merating menarik.... :(



17 Januari 2010 11:33:00
Lailatul 'Ursy ada istilah Arab yang sangat masyhur,

Anta Ta'e' wa Ana Ma'e' fa kaifa sanattafeq?


17 Januari 2010 11:40:00
Nazil  @Lailatul 'Ursy: ngomel sendiri nih... :P
17 Januari 2010 11:45:00
Lailatul 'Ursy  @Nazil: he'e .. pas gua ada waktu yang lain pada rekreasi... gua sendirian sepertinya.. :))

seperti komeent di tengah malam aja neh... :))

17 Januari 2010 11:50:00
Nazil  @Lailatul 'Ursy: ( gua sendirian sepertinya ) yakin?? :)) :))
17 Januari 2010 11:54:00
anti-fenomena Laela majenun versi yang ini baru tau gw, setau gw kisahnya cuma salah satu cara sufi untuk mengajarkan jalan cinta.
17 Januari 2010 12:00:00
pall [tunjukkan bahwa kita mampu menunjukkan rasionalitas kebenarakeyakinan yang kita yakini itu]

Bagaimana anda begitu yakin rasionalitas bisa membawa pada kebenaran?
17 Januari 2010 12:07:00
NOS Dalam khazanah sufisme, kisah Laila Majnun digunakan sebagai metafora kesetiaan total seorang sufi kepada Yang Maha Indah.
17 Januari 2010 13:29:00
Black Horse  @pall: Yach..... setiap yang rasional pasti benar. Hanya saja kadang dan kerap kali kenapa yang rasional menjadi tidak rasional karena 1. adanya kesalahn dalam memahami kaedah berfikir yaitu dalam menyusun premis2nya. 2 kaedah yang dipake benar, tapi bahan atau materi yang dipake tidak benar.
17 Januari 2010 16:50:00
Black Horse  @anti-fenomena: @NOS: ada perbedaan antara cinta buta dengan cinta sejati. seorang Arif (irfan/bukan sufi) memahami cinta dengan muqaddimah/tahapan2 yang disertai dengan pengetahuan ilmu akal (logika) dan falsafah dasar agama dan fiqih. Nah dari sini mereka memulai perjalanan cintanya (syeir suluk) dengan bimbingan seorang mursyid. Sementara dalam Sufi tahapan-tahan seperti ini tidak ada, mereka hanya memperbanyak ritual-ritual keagamaan tanpa didasari ilmu terhadapnya, dengan harapan banyaknya ritual menambah makrifat
17 Januari 2010 16:57:00
Black Horse  @iloenx: (maaf yang saya maksud adalah taqlid buta dalam akidah dan kepercayaan) ini yang tidak bisa diterima akal sekaligus syariat
17 Januari 2010 17:01:00
Black Horse  @pall: kalau kita sepakat bahwa kebenaran adalah sesuatu yang nyata dan jelas (berkorespondensi) maka, hanya dengan rasionalitas yang bisa menghubungkan fenomena akal (mental) dengan kenyataan (realitas) kecuali adanya dikotomi di tengahnya. jadi saat manusia menggunakan akalnya, yaitu menyusun fenomena akal (mental) untuk mendapatkan ketetapan yang riil. dan inilah realitas, tanpa ini manusia tidak akan mengenal kebenaran atau kita mau sepakati tidak ada kebenaran sama sekali (tidak ada nilai benar) sebagai mana tidak nilai salah, dan ini mustahil
17 Januari 2010 17:11:00
Wonggantenk mu'tadzilah tm?
17 Januari 2010 17:17:00
Black Horse  @Lailatul 'Ursy: "ada istilah Arab yang sangat masyhur,

Anta Ta'e' wa Ana Ma'e' fa kaifa sanattafeq?"

*busyet..... nyari kamus ga' ketemu, diajeng bertangungjawab menerjemahkan :) *
17 Januari 2010 17:17:00
Black Horse  @Alhuda: makasih pak huda..... emang gw majnun kali, hehehhe

@Har: apa yach...? ;)

@The 7: Jazakumullah khaeral jaza tad.... :)

@Ning: "itulah cinta" *cinta butakan...? :))*

@Harlan Eryandi: Assalamualaikum prof.....

@yusro: tapi sayah ga' majnun loh pak @yusro :)) :))
17 Januari 2010 17:20:00
Black Horse  @Wonggantenk: Cak..... permasalahnnya ini bukan cap dan stempel mazhab-mazhab. Ini sama sekali tidak bersangkutan dengan faham-faham mazhab. Ini permasalahan mengetahu kebenaran cak...... sebagaimana Sampeyan berkeyakinan atas kebenaran agama yang saat ini sampeyan yakini kebenenarannya. apakah keyakinan terhadap kebenaran agama yang sampeyan miliki itu di dasari dogma ataukah rasionalitas..?
17 Januari 2010 17:24:00
hamatamu @olas, untuk mengetahui itu bung, sesekali harus di'gegar'kan, agar iman tumbuh jadi dewasa ;)
17 Januari 2010 17:27:00
Wonggantenk  @Black Horse: :)
prinsipnya, baca dan pikirkan
17 Januari 2010 17:31:00
Black Horse  @Wonggantenk: bagus......:)

@hamatamu: betul.... ;)) ;) one step forward :D
17 Januari 2010 17:39:00
pall  @Black Horse: [realitas, tanpa ini manusia tidak akan mengenal kebenaran atau kita mau sepakati tidak ada kebenaran sama sekali]

Anda terdengar amat-amat modernis. Baiklah sekarang, bolehkah saya tanya berdasarkan rasionalitas anda, mengapa Tuhan menciptakan alam semesta?
17 Januari 2010 17:54:00
Striding Cloud  @pall:
Mengapa tidakā„¢

:D
17 Januari 2010 17:56:00
 1 2 3 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »