42 Komentar Tulisan

Dokumen Indikasikan SBY Tahu • penulis: fadjroel rachman, 24 Desember 2009 18:38:49 • Copy Paste -6

Notulen rapat KSSK pada 13 November itu harus diverifikasi. Apabila benar, notulen itu menunjukkan bahwa ada komunikasi intensif antara pejabat KSSK dan Presiden. ”Jadi, tidak benar kalau Presiden tidak tahu-menahu soal Century,” ujarnya.

Menampilkan 1 - 30 dari 42 komentar.
Lailatul 'Ursy masih sebatas indikasi...

24 Desember 2009 18:56:00
stupidperson "Sejumlah dokumen yang diperoleh Panitia Khusus Angket Bank Century DPR mengindikasikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengetahui proses pengambilan keputusan pengucuran dana talangan ke Bank Century ... "

"... Presiden Yudhoyono sama sekali tidak terlibat."

perasaan pak budiono kemarin sudah jelaskan deh.
emang laporan ke pak SBY. ya pasti pak SBY tahu. tapi memang tidak terlibat.

"mengetahui" dan "terlibat" itu kata yang berbeda. sangat berbeda.
24 Desember 2009 19:10:00
Alhuda Males ah komentar... yang posting ntah kemana..!
24 Desember 2009 19:12:00
Harlan Eryandi  @Alhuda: he he, yg posting kabur, eh sibuk deng :)
24 Desember 2009 19:22:00
stupidperson  @Harlan Eryandi: kalo posting artikel tentang 'pemerintah yang katanya bobrok' sih ga sibuk.. :p
24 Desember 2009 19:26:00
Alhuda  @Harlan Eryandi: deng... apa lae? :P
24 Desember 2009 19:54:00
silip kalo dari judulnya sih sepertinya saudara penulis menekankan pada istilah "tahu". Dan di dalam artikel, kata ini dipertentangkan dengan istilah "tidak terlibat". Uhm... saya kok setuju sama @stupidperson, bahwa kedua informasi berisi kedua istilah tersebut tidak bisa dipertentangkan. Kalau menurut saudara fadjoel artikel ini penting, saya pikir kok harus ada penjelasan lebih lanjut lagi mengenai maksud kopi paste di sini, serta mengenai maksud dari judul postingan. Silakan, saya tunggu..
24 Desember 2009 22:56:00
Paman Gober kalo saya setuju SBY terlibat. Kehadiran Marsilam Simanjuntak mengindikasikan tersebut. Siapakah Marsilam? dia bukanlah anggota KSSK, bukan pula orang BI...
25 Desember 2009 01:39:00
boiga halah.. sebagai CALON PRESIDEN sepantasnya bung fadjroel bisa memberikan lebih dari ini..

gw setuju pendapat @stupidperson yang ternyata gak stupid... :D
25 Desember 2009 02:06:00
Rahwana Dasamuka stupidperson:boiga:anda benar,calon presiden seharusnya bisa memberi yang lebih dari pada hanya sekedar ini
25 Desember 2009 03:30:00
Al Maari Mejja Kuursi  @Rahwana Dasamuka: gak cuma artikel aja yang copas, kali ini komen pun copas..astaghfirullaah hal'adziiim...
kebangetan deh ente ini. andai saja bisa kopdar, ane santuni ente biar bisa ngelanjutin sekolah lagi
25 Desember 2009 04:09:00
Harlan Eryandi  @stupidperson: heeh :D:D

@Alhuda: silap lae ... salah mencet kibor, maksudnya sibuk raun raun di simpang HI :)
25 Desember 2009 10:48:00
Simson Mulia Sudah dua bulan keliling Indonesia timur, ketinggalan berita Century, coba buka Politikana dapat tulisan pertama copas yah lumayan lah.

Baca komentar berharap dapat prespektif dari teman-teman politikana, kok sepertinya masih ada masalah seperti dua bulan yang lalu sama om satu ini.

Aku coba searching lagi ah... siapa tau ngobatin kangen aku sama analisis teman teman Politikana.

Simson
25 Desember 2009 21:28:00
Leksa bisa ga sih POLITIKANA menunjuk penulis tamu yang lebih berbobot?
*kecewa...
26 Desember 2009 13:11:00
Davi fakta kaya begini aja kok dibikin artikel panjang?
tahu itu belum tentu terlibat, terlibat itu belum tentu bersalah, bersalah itu macam2 dimensi, gradasi & pertanggungjawabannya.

yang sekarang harus dicari itu apakah kebijakan bailout ini keliru, salah besar, atau -- seperti tuduhan beberapa pihak-- koruptif dan konspiratif. bukan soal pak presiden tahu atau tidak tahu.

kalau itu dianggap terlalu "berat", paling nggak ya buktikan saja dulu kalau tahu itu berarti terlibat. itu kalau memang dianggap penting banget oleh penulis :)

@Leksa: setuju. kalau POLITIKANA gak bisa nyari penulis tamu lain yang tulisan2nya lebih berbobot dari ini, artinya ya cuma seperti inilah kelas & bobot POLITIKANA :p


27 Desember 2009 10:26:00
ordni 1000% tidak terlibat.
Barangkali 1,0025 % ada terlibat. :))
27 Desember 2009 11:57:00
conscientizacao POKOKNYA™!! ;))
27 Desember 2009 17:48:00
Raden kalau memang tidak terlibat,
yah dibuktikan saja dong ah ...
gak cuman curcol aja bisanya ...

tunjukkan dengan langkah cepat dalam penuntasan kasus century ... serta keterbukaan kepada publik ...

gitu aja kok repot ...
28 Desember 2009 05:27:00
Mbah Darmo Kalau ada lowongan penulis tamu, saya mau melamar...hehehe.
28 Desember 2009 13:09:00
addiehf  @Mbah Darmo: idem
29 Desember 2009 01:39:00
inisiator kalau SBY ga terlibat,, wah gawat donk negara ini.. untuk uang sebesar itu pun tidak perlu presiden untuk mengurusi nya.. hahah..
30 Desember 2009 02:36:00
kombor Kalau Rp670ribu Presiden tidak tahu tidak apa-apa. Kalau Rp6,7 Trilyun Presiden tidak tahu?.... Ah, rasanya kok mustahil.
03 Januari 2010 16:50:00
santos Pengeran ra turu
05 Januari 2010 11:08:00
enjoyaja Yg paling repot adalah: TERLIBAT TAPI TIDAK TAHU
06 Januari 2010 15:40:00
DAENG LIMPO kepura-puraan akan melahirkan pengkhianatan....
07 Januari 2010 17:39:00
Mbalelo Begitulah enaknya jadi pemimpin,dibekali dengan banyak sekali kekuatan.Kekuatan untuk mengelak,kekuatan untuk menekan,dll..
08 Januari 2010 17:32:00
tora Presiden sebagai pemimpin pemerintahan tertinggi seharusnya tahu...dan bertanggungjawab.
di kantor manapun saya dapati, ada pagu utk pengeluaran uang. misalkan sampai dengan 1 jt/ karyawan bisa putuskan. diatas itu bos memutuskan.

enak bener cuci tangan BOS ita itu yah? keluarkan uang 6,7 trilyun uang rakyat, lalu lepas tangan.

11 Januari 2010 10:44:00
tora btw...ini masalahnya hanya masalah tahu dan terlibat kan?
jangan mlintir kata2 lah, capek!

uang sebesar itu kok presiden tidak tahu...kalo presiden di "lewatii" jelas pidana. yg hadir rapat di tangkapi saja....
11 Januari 2010 10:47:00
BRAM'S SBY LAKNATULLAH
14 Januari 2010 15:00:00
WESTBORN emang apa salahnya kalo SBY tau ???dodol...
14 Januari 2010 16:59:00
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »