36 Komentar Tulisan

Pemerintahan (SBY) Tanpa Kepercayaan Publik • penulis: fadjroel rachman, 22 Desember 2009 07:34:13 • Promosi Diri -9

Pemerintahan Tanpa Kepercayaan Publik(Opini Suara Pembaruan, Senin 21 Desember 2009)

Menampilkan 1 - 30 dari 36 komentar.
Paman Gober pertamax, fotonya itu lho bung.... hehehehe :))
22 Desember 2009 07:46:00
ndableg selamet hari nyokap,
nyokap gw pahlawan gw!
22 Desember 2009 07:47:23
johnb fotonya narsis abis :D
karena itu aku rating promosi diri ye..
kalu saya pribadi masih percaya sama SBY....


22 Desember 2009 08:37:00
pall Pertama, jika pun saya tak percaya SBY, bukan berarti saya percaya anda.

Kedua:
[ bagaimana mungkin sosok profesional seperti Sri Mulyani ... dan Boediono ... mengambil kebijakan yang membuat hilangnya Rp 6,7 triliun uang rakyat ]

Kenapa anda tak jelaskan bilamana kebijakan itu tak diambil?
22 Desember 2009 09:26:00
Marshall Rommel mas, daripada nggrendem melulu, mending rangkul kita2 donk, down to earth gitu loh!!!! jangan main atas melulu, cuma sekedar memuaskan ambisi aja
22 Desember 2009 09:28:00
krisnov  @Marshall Rommel:
idem bgt.

22 Desember 2009 09:35:00
krisnov waakss....gak sengaja ratingnya kompak ni ye..hu..hu...hu..y
22 Desember 2009 09:36:00
ndableg  @Marshall Rommel: ihh, 'main atas'..
style apaan lagi tuh, pakdhe? sekwilda ya? :D

yoiihhh.., buat fadjroel: gw kagak tau mau elu apa sih sebenernya?
22 Desember 2009 09:37:00
Marshall Rommel  @ndableg: doggy style :)) kemana tuh orang? gak baca komen kita2 yak? huh dasar.....
22 Desember 2009 09:38:00
Paman Gober setelah baca, baru komen :

anda memunculkan wacana tentang kemungkinan darurat politik dan akibatnya, dan anda memperingatkan adanya kemungkinan-kemungkinan terburuknya. Lantas kenapa anda justru menyarankan nonaktif, bukankah justru saran anda bahkan mempercepat adanya darurat politik, karena ada 2 ikon pemerintahan yang nonaktif. SBY bakal benar-benar limbung bung.... apakah ini yang anda maksudkan?
Analogi kasus Bibit-Candra, (saya tidak bermaksud menyamakan, hanya sebagai bahan perbandingan).

Publik (anda juga dengan KOMPAK), mati-matian mempertahankan jangan sampai BitChan dinonaktifkan karena bisa mengganggu kinerja KPK (baca:pemberantasan korupsi) sebelum bisa dibuktikan dengan jelas. Lantas, Boediono dan Sri Mulyani kan juga punya tugas sebagai Wapres dan Menkeu. 2 tugas ini luar biasa lho bung, dalam konteks pemerintahan Indonesia. Saya berpendapat, perjelas kasusnya. Buktikan kesalahannya dan biarkan mereka bekerja buat bangsa sampai kasusnya benar-benar jelas dan terang.

Jangan sampai ada politisasi kasus ini, saya pribadi sangat-sangat menyayangkan kalau-kalau anda turut menceburkan diri untuk turut mempolitisir kasus ini demi kepentingan-kepentingan politis sesaat. Belum apa-apa sudah memainkan politik tidak sehat.

Ingat bung, publik sudah sangat cerdas. Publik tidak saja melihat figur. Dan dukungan publik akan melihat siapa yang terzalimi disini.
22 Desember 2009 09:47:00
l. wiji widodo wooiih penulis tamu hei...hormati..hormati tamu..ntar pindah ke forum lain dia...FJB :D
22 Desember 2009 09:47:00
john locke saya mah dari dulu nggak yakin deh sama SBY, yah kayak gini kejadiannya, kasihan bangsa Indonesia,

maju terus bung fajrul

*kok gua lain sendiri ya, biarin deh*
22 Desember 2009 09:52:00
john locke oh ternyata ada kawannya bung @Ibnu Muslim:
22 Desember 2009 09:54:00
Lailatul 'Ursy itu fotonya bung fajroel ya ???


***yang depan apa yang belakang y??

22 Desember 2009 15:45:00
OddieBudiSantosa Still believe in Budiono and Sri Mulyani...

[Tentu publik bertanya-tanya, bagaimana mungkin sosok profesional seperti Sri
Mulyani (Menteri Keuangan dan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan/KSSK) dan Boediono (Gubernur Bank Indonesia) mengambil kebijakan yang membuat hilangnya Rp 6,7 triliun uang rakyat.]
agak kontradiktif dengan pernyataan
[Ikuti saja semua aliran uang Century, tanpa harus berburuk sangka]

Jadi apakah bung Fadjrul sedang berburuk sangka atau tidak ?


22 Desember 2009 19:54:00
addiehf TLM ae lah.......... heu heu heu.............
22 Desember 2009 20:51:00
iloenx judulnya bombas banget: Pemerintahan (SBY) tanpa kepercayaan publik......

kalau FR seorang intelektual, mestinya judul itu didukung dengan data, mis hasil penelitian. Bayangkan "TANPA KEPERCAYAAN PUBLIK" padahal pemerintah SBY dipilih oleh 63 % pemilih.....

Kalau asal ngecap, yach, ponakan saya yang belum sekolah juga bisa.....

misalnya, ponakan saya itu bilang:
FR Calon Presiden tanpa dukungan publik...

Jadi apa beda seorang yang semula saya anggap intelektual seperti FR dengan ponakan saya yang belum sekolah itu? Afwan.....
22 Desember 2009 21:21:00
iloenx satu hal lagi, saya ingin memberikan somasi kepada FR agar mencabut istilah megaskandal untuk kasus bank Century ini. saya ingin tegaskan, bahwa Ibu Mega sama sekali tidak terlibat dalam pengambilan kebijakan bailout bank century dan juga tak kecipratan aliran dana century.

Jadi harap cabut istilah megaskandal itu.

(Pendukung Ibu Mega..... tapi, harap dicatat, bukan Mega yang puteri mantan presiden Soekarno itu).
22 Desember 2009 23:27:00
AUGI Permasalahan 5-10 tahun mendatang.
Hutang tambahan 700 triliun + bunganya.
Hutang masa lalu 1000 triliun.

Hutang sedemikian besar namun menimbulkan efek polusi pada lingkungan.

Ibukota pusat regulasi hutang.
Mobil mewah berseliweran, hotel mewah bersaing jumlah tingkat mencakar langit.
Udaranya berpolusi dari kendaraan, dan niaga macet.
13 sungai terpolusi gaya hidup (miskin, bantaran sungai dan mewah, polusi pabrik).


Bagaimana mengembalikan ekosistem ke tahun 50-an. Pembangunan yang bercampur korupsi, merusak hutan, meng-erosi bantaran sungai, menimbulkan sendimen lumpur, menyebabkan bajir, air menjadi coklat keruh. 33 Provinsi dihijaukan hutannya, ditanami pepohonan keras sepanjang bantaran sungai, sungai-sungainya dari hulu ke hilir menjadi jernih dan bening kembali.

Hutang ? Sebesar itu siapa yang akan membayar bila tidak diberi modal air yang jernih untuk pertanian, perkebunan, industri, suplai air minum kota dan perikanan.

Semoga berguna. Wass.Wr.Wb.

23 Desember 2009 16:29:00
Nobody lantas public percaya siapa ? andakah atau SBY...!!. Ataukah tak perlu percaya siapa siapa lagi dan mari saling mencurigai.

Banyak yang pintar tapi belum tentu pandai jadi guru. Banyak yang pandai berkata tapi belum tentu sanggup dalam tindakan. Banyak yang pandai berteriak bla bla bla dan tindakannya nol besar.

Lebih baik diam dan merenung apa yang telah ku lakukan untuk negeri ini. Lebih banyak yang ku perbuatkah atau SBY .. apakah mesti jadi presiden agar kita bisa bertindak sebagai bangsa yang baik dan maju.
23 Desember 2009 22:59:00
Semar Mendem Jika waktu bisa diputar mundur, kita buktikan dengan "apa yang terjadi jika kebijakan Budiono dan Sri Mulyani me-liquidasi bank Century atau tanpa mem-bail out bank century". Memang jika kita berada di luar sistem, enak bersuara karena tidak ada taruhannya, tapi dapat bayaran kanan kiri apalagi jika ditunggangi oleh kelompok kepenitngan atau barisan sakit hati. Justru yang harus saudara kontrol adalah produk hukum yang ada, kenapa harus dilanggar untuk menjaga stabilitas moneter. Berarti ada yang salah, mengapa salah ? Tidak semua produk hukum dapat diterapkan pada kondisi yang berbeda, apalagi UU no 10 th 98, itu dibuat untuk menstabilkan kondisi krisis saat itu yang sudah tejadi dan makan korban rakyat Indonesia. Sedangkan tindakan Budiono dan Sri Mulyandi adalah upaya preventif sebelum terjadinya kondisi krisis seprti th 98, jika harus menunggu proses revisi UU maka kemungkinan yang terjadi adalah krisis 98 terulang, mengingat dampak krisis 98 masih dirasakan hingga saat ini, dan hal tersebut menimbulkan kerawanan atau sensitifitas terhadap perekonomian indonesia yang masih merasakan dampak psikologis krisis 98.
24 Desember 2009 10:50:00
Gnetum Bung Fajroel bung Fajroel....Anda itu kok naif banget...udahlah datang ke Cikeas Minta Makan saja...selesai.
Jadi orang kok suka berfikir neagtif ...itu merusak Bung...buat dirimu dan diri Bangsa ini.
Kerja kerja...kagak usah bikin macet jalan lagi...
Kalau enggka bisa ya minta kerja ...apa Demo itu juga kerja to...?

01 Januari 2010 22:37:00
enjoyaja Kalau cuma copy paste artikelnya diringkas saja dalam 1 kalimat yaitu: "SILAKAN ANDA MEMBACA KORAN ANU . . . . . "
06 Januari 2010 15:44:00
dulloh sebenarnya tuisannya bagus.. cuma mungkin kesalahan terletak di penulisnya.. alias gak di senengin.. mungkin garisan wajah kalee yaa??.. hahahaa..

btw.. itu d belakang patung sape ? patung nye bung fadjroel ??..
08 Januari 2010 00:11:00
Catastrophe uda lah bung fajrul, daripada banyak cincong di sini mending langsung gabung aja ama oposisi lainnya, liat tuh Budiman Sujatmiko, sekarang dia malah uda disekolahin ke London ama bu mega
30 Januari 2010 10:49:00
waringin Bung Fadjroel mohon tidak "asal kontra." Menkeu kita adalah aset bangsa, bukan SBY semata. SBY terpilih bisa karena aneka sebab, mungkin tidak ada lagi stok atau memang ia dikehendaki mayoritas pemilih selaku presiden. Entah, setiap orang punya motif. Kembali ke Menkeu, beliau cukup terukur dan punya konsep kerja yang jelas. Jadi, Bung Fadjroel mohon selain "kontra" juga ungkap sisi-sisi positif dari Menkeu kita tersebut. Pahami alasan beliau memberi bailout: Bukan Tantular, tetapi program kerja beliau. Entah kalau Menkeu kita Bung Fadjroel. Mungkin bisa lebih baik.
30 Januari 2010 21:24:00
yusro Kang @fajroel, sampeyan kok bingung dhewe tho. Bilang SBY diujung tanduk, pemerintahannya gak efektif tapi gak kasih jalan keluar gimana melengserkannya. Trus menuju pemilihan presiden baru karena pilpres 2009 dianggap cacat hukum. siapa yang menganggap cacat hukum? dan cacatnya di mana? kok ndak dulu-dulu digugat kalo cacat hukum.
30 Januari 2010 22:00:00
Gunawan mas fajroel, sejak dulu saya melihat anda di telivisi komentar komentar anda bernada pahit tapi kok tidak exist yah ? apa kemampuan anda masih di pertanyakan ?. Ataukah di anggap mereka anda tidak berbobot. Karena saya rasa jugayang awam ini tidak ada yang bobot dari nada anda. Maaf bila anda tersinggung, kalau boleh tahu sepak terjang apakah kira kira yang anda buat untuk negeri ini?. Yang benar benar nyata dan real kami rasakan. soal kaji mengkaji mungkin kawan kawan di kedai kopi pun bisa.

Terkesan bagi saya pribadi anda sangat ambisius, yang ambisius biasanya berakhir jelek. Tenang dan santai lah tapi pasti buktikan bahwa anda berkompeten dan mampu. (maafkan komentar si bodoh ini yang jenuh lihat politik negeri ini).

Banyak menuntut tapi tak banyak membantu..!!
18 Februari 2010 05:04:00
GusBushTom asal mengkritik nggak ada solution.... NATO abisss....

tapi kok aneh yah "FR" nggak rewspon sama sekali comment kita2 urang....

wah ketahuan nie bilangnya.....................................
18 Februari 2010 06:29:00
bheela GERAKAN FACEBOOKERS UNTUK MEMBUBARKAN KOALISI DENGAN PARTAI DEMOKRAT (ANTI SBY , ANTI RUHUT , ANTI ROY SURYO)
http://www.facebook.com/#!/group.php?gid=252866867426&ref=ts
02 Maret 2010 11:36:00
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »