11 Komentar Tulisan

COPAS : INFOTAINMENT KEBEBASAN ATAU KEBABLASAN ? • penulis: maryam ohjawa, 19 Desember 2009 04:03:30 • Bosenin -3

Setelah selama lebih dari 32 tahun dikekang, perkembangan sistem pers Indonesia mendapatkan suatu titik balik yaitu pada era reformasi, setelah keluarnya UU Pers no. 40 tahun 1999 yang dianggap sebagai UU Kebebasan Pers ini. Pers Indonesia seolah mengalamai euforia kebebasan memberikan aneka informasi pada publik. Demikian pula dengan publik yang biasanya harus mencuri-curi dengar informasi yang dulu dianggap tabu untuk dibicarakan, kini menjadi haus akan segala informasi.

Menampilkan 1 - 11 dari 11 komentar.
The 7 Panjang amat neh artikel boss :D

Kalo pendapat saya, jika ada kritikan dari masyarakat pada infotainment itu bisa di telaah dengan professional, mana kritikan yg membangun atau yg asal.

Jika ada yang mengkritik "sebaiknya jangan asal tayang hal2 yg nggak bermutu" berarti kan membangun dan sebuah tantangan. dan demi kebaikanpihak infotainment sendiri.

Juga kritikan kepada wartawannya yg di anggap kurang memperhatikan etika, terlalu masuk ke privasi orang.....hal2 seperti itu saya rasa mudah di cerna oleh para professional.


19 Desember 2009 05:07:00
conscientizacao "Infotainment bagaikan buah simalakama. Jika dihilangkan maka akan mematikan sejumlah industri yang berarti banyak pengangguran terjadi."

Saya kurang sepakat. Mengawasi dengan sangat ketat, bahkan mematikan industri yang merusak tatanan sosial bangsa ini, adalah tindakan penyelamatan, karenanya bukan dilema. Toh jumlah pekerja infotainment tidak sebanyak buruh pabrik tekstil...

Tinggal caranya seperti apa. Tentu tidak bisa asal tutup, main bredel. Ada mekanisme demokrasi, misalnya dengan aksi penolakan oleh penonton. Mirip kayak di P inilah. Kalau tidak suka dengan sebuah artikel, boleh lapor moderator. Semakin banyak laporan, menunjukkan ketidaksesuaian dengan publik. Barulah si 'moderator' boleh bertindak...
19 Desember 2009 06:49:00
vraybeta Weleh, artikel sepanjang ini cuma klaim apologetik tok isinya.. perbaikan moral ini perbaikan moral itu (kepikiran perbaikan moral bangsa yang dah puluhan tahun diperbaiki hasilnya malah makin suram)

Apa ga ada ide perbaikan undang-undang jurnalistik-nya, gerakan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran kode etik jurnalistik atau yang konkrit-konkrit itulah dibanding "seharusnya begini dan begitu"?

maaf kalau sampeyan tulis itu diatas, artikelmu ini kelas tl;dr.
19 Desember 2009 07:41:00
Lailatul 'Ursy panjangan amat ni artikel, cuman utk ngebedain aja: antara kebebasan atau kebablsannya infotainment..

tinggal pilih salah satu atau dua2nya aja kok repot, yg penting PUAS

19 Desember 2009 08:26:00
pall  @Lailatul 'Ursy:
Btw, sity sama @vraybeta sodaraan ya, kok wajahnya mirip :D

Gini aja deh, @maryam_ohjawa, silakan anda didik itu infotainmen. Tapi selama infotainmen membuat anak kecil benjol, dan privasi terlanggar, kami tetap memboikot.

Itulah yang disebut kebebasan dalam negara demokrasi, yaitu ketika hak anda tak melanggar hak orang lain.
19 Desember 2009 08:35:00
The Crow  @maryam ohjawa: There's no such thing as a 'total freedom of the press'. Freedom comes with responsibilities. Without it, the freedom will be nothing but another potential tool of oppression.
19 Desember 2009 10:57:00
maryam ohjawa  @The Crow: tolong terjemahkan kedlam kromo inggil pakdhe.... hehehehheh piye?
19 Desember 2009 11:23:00
The Crow  @maryam ohjawa: Kamardikan pers ingkang total meniko mboten wonten. kamardikan meniko kedah mlampah bebarengan kaliyan tanggel jawab. tanpo tanggle jawab meniko, kamardikan pers namung badhe dados piranti penindasan enggal. :D
19 Desember 2009 11:28:00
The 7  @The Crow:

Lakone infotainment niku:
... Jambu klutuk cemantel ing pager,
...kathah sing mlenuk rejekinipun seger...

jrek...jrekk...jrekk...guuunnngg:))


19 Desember 2009 12:00:00
Lailatul 'Ursy  @pall: Btw, sity sama vraybeta sodaraan ya, kok wajahnya mirip :D

----->>> ;))

19 Desember 2009 12:20:00
The Crow  @The 7:
Ciu sak botole
Simbah turu ketok ko ndalan
19 Desember 2009 12:21:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »