11 Komentar Tulisan

Ketenaran itu Kejam • penulis: pradaksina, 03 Desember 2009 16:01:38 • Menarik +4

mikul dhuwur mendhem jero, meninggikan setinggi-tinggi-nya dan kemudian merendahkan serendah-rendahnya

Menampilkan 1 - 11 dari 11 komentar.
TTTH Tenar reputasi dengan tenar karena karya nyata mungkin beda. ;))

*ngumpet ah
03 Desember 2009 16:41:00
hamatamu sederhana, ingatan masyarakat kita pendek ;))
03 Desember 2009 16:44:00
Icarus Urusan pemandangan, kita cepet banget update-nya sih... ;))
03 Desember 2009 17:01:00
Harlan Eryandi bener, para pahlawan saja, yg paling tidak, pernah berjasa sering dilupakan, bahkan tercampakkan. :)
03 Desember 2009 17:47:00
andi saya tdk setuju dgn tulisan ini. hanya dilihat dari satu sisi.
bagaimanapun org yg menjadi tenar karena prestasinya, kalau mau terus tenar harus menjaga prestasinya profesionalnya. kalau dia (maribeth) berhenti nyanyi dan malah jadi juri doang, manohara (berhenti akting) itu namanya banting setir krn tidak mampu bersaing dgn kompetitor lain yg lebih profesional spt krisdayanti, dan aktris lain yg tetap konsisten di bidangnya!

ketenaran itu mudah2 gampang diraih. tapi menjaga ketenaran dan konsisten itu yg tdk mudah. jadi soal mrk tdk tenar lagi itu seleksi alam.

soal sby lain lagi. dia menjadi tenar krn kepentingan tim suksesnya, bukan krn profesionalitasnya. tim suksesnya menghalalkan segala cara utk membentuk citra imitasi SBY. setelah menang, tim suksesnya sibuk sendiri ngantongin pesangon. nah sby sendiri yg memang spt boneka tdk mengerti mengapa skrg ketenaran imitasinya runtuh. ya namanya juga imitasi, bisa luntur kalo ngga dipoles terus.


03 Desember 2009 23:28:00
Alhuda lho malah sama-sama melihat dari satu sisi juga...
janganlah karena kita tidak suka lalu selalu mengecilkan. belum tentu bila kita mendapatkan posisi yang sama menjadi lebih baik. SBY juga manusia yang memiliki hak untuk dihargai. lebih baik kita menghargai orang lain tanpa harus menilai. apalagi ini adalah seorang Pemimpin bangsa besar... oh Indonesiaku!
03 Desember 2009 23:43:00
pradaksina  @Alhuda: siapa yg ngelihat dari 1 sisi aja pak?
04 Desember 2009 10:10:00
Alhuda  @pradaksina: mksdnya kalo mo ngelihat dari semua sisi mau berapa halaman habis... resumnya nggak bakalan dapet. tergantung perspektif mana yang dipakai... tentunya kita masing2 memiliki anutan dalam pola fikir. tapi jarang yang mengerti dengan jelas asal pola tersebut...
Salam kenal.. ya..
Maaf sebelumnya...
04 Desember 2009 11:16:00
5150 gak perlu jadi orang tenar yang perlu itu jadi orang yang dikenal sama semua orang :D
04 Desember 2009 11:18:00
Alhuda  @5150: itu sebabnya kita disini khan... :)
04 Desember 2009 11:37:00
pradaksina  @andi: saya memang membahas seleksi alam yang anda maksud pak...

Anda tahu kenapa maribeth 'mau' jadi juri lomba nyanyi kecil2an kayak gini? ya karena sudah gak laku lagi jadi penyanyi (juga gak ada yg nawarin jadi juri Indonesian Idol).

Ketika cara yg lama (jadi peyanyi, pemain sinetron, dll) sudah gak bisa lagi mengangkat nama mereka, mereka kepikiran banting setir. Ini emergency exit, pak.

Seleksi alam yang anda sebut, betapa dahsyatnya di Indonesia. Dalam hiitungan hari, bisa berubah total. Dari di ujung ketenaran, langsung ke jurang, dari dipuja-puja, langsung dicuekin.
04 Desember 2009 11:49:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »