51 Komentar Tulisan

Saya Pamit Dari Politikana • penulis: umbaran, 16 November 2009 23:56:22 • Inspiratif +2

Saya pamit dari Politikana Berat rasanya menjadi rakyat biasa Tak menguasai sesuatupun secara mendalam

Menampilkan 1 - 30 dari 51 komentar.
984594jfjiodjf :(( , ya jika itu pilihan yang membuat abang puas

tapi tetap saya bersedih jika harus kehilangan teman. (*walau kita tak pernah bertatap muka)
17 November 2009 00:19:30
boiga :( :( ;(( ;((
17 November 2009 01:33:07
boiga ada apa mas umbaran? saya masih menikmati tulisan-tulisan anda, sepertinya belum saatnya mundur.. teruslah jadi seorang yang berguna disini, bagi kami..
17 November 2009 01:34:14
Leksa Kalo semua org biasa seperti anda,
mundur dan menghilang ditelan jaman karena merasa tidak tahu banyak dan berada di lingkaran luar,

lalu apa artinya hidup bersosial, silaturahmi dan saling mengingatkan di kala tetangga lupa?
Bukankah itu justru pembunuhan terhadap kehidupan manusia yang lebih baik?

Sayang sekali, Mas.. :)
17 November 2009 01:38:49
mbeling Apapun alasannya, saya hargai keputusan anda. Bosan, kesal, jenuh, gundah dan marah adalah hak manusiawi. Mundur sbg perwira lebih terhormat dr maju berkalang lumpur.
Selamat berkontemplasi, temukan jati diri dan tujuan hidupmu. Segera kembali bersama gairah hidup yg baru. Toh..hidup terus berjalan dan kesaksian harus dibangkitkan.
17 November 2009 03:09:46
rara ireng Adakah ini hubungannya dengan artikel tentang microphone?

:(( Sedih nian... . Sudah lama kita tak mendengar kabar bung cibro. Makin kehilangan rasanya jika bung umbaran pun hendak pamit. Ah, semoga hanya sementara...
17 November 2009 04:18:35
The 7 wah, padahal saya baru gabung, belum sempet mengenal nih, kalo alasanya spt yg anda tulis "Tak menguasai sesuatupun secara mendalam" , padahal menurut saya tidak mesti jadi seorang pakar dulu untuk berbagi dan sharing...

tapi apapun yg anda putuskan tentu itu yg terbaik buat anda... salam sukses :)
17 November 2009 04:59:27
botaksakti menyesal pernah mengenalmu kalau caranya seperti ini, atau sahabat hanya sedang memberi contoh kepada pejabat untuk mundur secara baik-baik,atau ini ibaratnya seperti perceraian di dunia artis ? semoga sahabat mau menjelaskan (kabur mlungker)sumpah, aku kesal karena sampai kini belum berhasil memprovokasi sahabat, seperti pernah kuceritakan kepada wayang, sahabat yang lain
17 November 2009 05:59:31
Mahfud MD tetapi kenapa mas Umbaran blm nongol yah?
ada apakah gerangan?, ini kn ajang diskusi untuk pencerahan, berbeda pendapat biasa...memang kdg ada bbrp yg kurang tau etika...termasuk sy :)) *kadang2

teruslahlah menulis, urungkan niat...tetaplah terjalin silatuhrahmi...qt sudah satu keluarga di P, *gw dianggep ga yah ;))

tp apapun pilihan Anda, sy tetap menunggu tulisan2 Anda, terima kasih
17 November 2009 06:18:37
botaksakti  @Mahfud MD: lha kalau dia gak nulis lagi.masih mau tetep mau menunggu ????menunggu godot???Umbaran....nongol donk !!!
17 November 2009 07:09:40
yusro Apakah rakyat harus tahu sesuatu secara mendalam? Rakyat bertanya karena tidak tahu secara mendalam. Jadi, ndak rela kalau rakyat tak lagi membaca pertanyaan pertanyaanmu :)
17 November 2009 08:02:51
Pring Bang, celoteh kita ini adalah perwujudan kasih sayang untuk negeri ini, karena negeri ini bukan semata milik orang-orang "yang Abang bilang Pakar dan mengetahui secara mendalam", karena negeri yang indah ini diperuntukkan buat kita semua untuk kita jaga meski perunjukan kemenjagaan kita ini hanya sekedar celoteh dan berpendapat
17 November 2009 08:40:14
enjoyaja Santai aja bos. Nulis jangan terlalu serius. Anggap aja politikana hanya sekedar halte untuk lalu lalangnya pikiran kita.

Gak usah pamit. Dari pedepokan kalau lagi ada waktu nulis aja untuk sekedar BRAFO (berbagi info) dan BERAS (berbagi rasa)
17 November 2009 08:59:31
Ning Pamit...? Ini komunitas internet, kapan saja bisa gabung, ganti nama gabung lagi, nggak usah gabung juga bisa baca, kalau gabung boleh nulis, boleh komentar, diam juga boleh. Tidak ada batasan, anak-anak boleh, nenek-nenek boleh, petani boleh, menteri boleh, agama apa juga boleh, suku apa saja juga boleh. Maka tidaklah heran tulisan dan komentar juga bermacam-macam isinya, boleh sama, boleh juga beda, boleh juga nggak nyambung. Jadi. nggak perlulah pamit...!
17 November 2009 09:05:25
Ibnu Muslim Hanya satu kata untuk bung @umbaran "jangan" kami masih membutuhkanmu !
17 November 2009 09:46:55
wardi Umbaran salam dari kami keluarga besar TRI FALAQ TUNGGALLISTIK dan Politikana jangan menyerah tempat berjuang bukan di politikana saja tapi di seluruh bumi anda bisa berkarya ..selamat jalan dan bertemu di dalam perjuangan yang lain
17 November 2009 10:03:03
pradaksina Salahkan @Striding Cloud:!
:D
17 November 2009 10:04:34
conscientizacao Aduh... Kok jadi gini? Ayolah pak...
17 November 2009 10:05:47
LCFR  @pradaksina: As usual? *facepalm*

Sudahlah mas, kalau memang masalahnya soal microphone itu jangan terlalu diambil personal juga. Toh tulisan itu sindiran untuk rame-rame juga.
17 November 2009 10:07:08
Striding Cloud Protes dan mengeluh itu berlaku dua arah.

Kalau hanya bisa mengeluh, lalu giliran dikeluhin malah ngambek, apa namanya?

Kalau di tempat saya, namanya: pendek tongkeng.
17 November 2009 10:14:14
Striding Cloud oh ya, kloningannya @cintha dan satu lagi saya lupa, pamit juga ndak? ;))

Atau pake yang baru?
17 November 2009 10:15:12
Dwiki Setiyawan Saya juga ikutan Umbaran, pamit dari Politikana. Mohon maaf jika ada kata-kata yang benar. Pamit beberapa saat. Untuk kemudian kembali lagi. :)
17 November 2009 10:17:59
pradaksina  @LCFR: ah, ya gitulah... seperti anda sebut, kejadian kayak gini udah berulang kali
17 November 2009 10:20:25
LCFR  @pradaksina: Saya sih sebenarnya nggak mau nyalahin atau mbelain siapa-siapa, cuma kalau tiap kali ada kalah debat atau sindiran yang ngena terus pada kabur, sedih nggak sih?

Saya sendiri beberapa kali pamit dari politikana karena jenuh di saat semuanya homogen. Cuma yah itu, saya nggak pernah narik drama juga. Sekarang saya balik ke sini lagi juga karena segala artikel soal cicak-buaya itu sudah mulai berkurang.
17 November 2009 10:24:28
pradaksina  @LCFR: saya sepakat, bung...

tapi, menurut saya, ini karena 'ketokohan' @Striding Cloud: aja, coba yg nulis artikel kayak gitu newbie, pasti gak ada yg nanggepin :D
17 November 2009 10:34:32
conscientizacao Yo wes lah... Tidak perlu mencari-cari siapa yang salah. Don't entertain the problem...

Kalau itu keputusan final @rjsulistyo, saya menghormati keputusan itu, meski harus saya sayangkan...
17 November 2009 10:37:08
5150  @Striding Cloud: Pendek tongkeng dan kemudian merajuk

*bahasa gaul jaman sma*
17 November 2009 10:40:40
bangcacih jangan bersedih om...ditunggu kehadirannya di media baru http://www.jurnalismewarga.com
17 November 2009 10:48:48
losun Sedih, walaupun saya sering membaca politikana tanpa login tulisan umbaran cukup saya minati. Seperti kata @Ibnu Muslim: "jangan" kami masih membutuhkanmu.
17 November 2009 10:48:52
Ibnu Muslim  @bangcacih: kata @Lady Meddy sesama loper jangan saling mendahului ;))
17 November 2009 10:50:36
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »