16 Komentar Tulisan

Membandingkan Teks Pidato Pencalonan dan Pelantikan SBY 2009 • penulis: Roby Muhamad, 21 Oktober 2009 18:01:30 • Menarik +9

Membandingkan Teks Pidato Pencalonan dan Pelantikan SBY 2009

Menampilkan 1 - 16 dari 16 komentar.
julett jika awalnya lebih memperhatikan bidang ekonomi dan dalam pelantikan malah banyakan ngomongin dunia dan demokrasi,, kayaknya jadi melebar, bukannya mengerucut,, apa jadi merubah takaran? artinya lebih baik atau lebih buruk? atau menyimpang dari tujuan awal? bingung :(
21 Oktober 2009 18:24:38
Bajigur Pencalonan : Kita, saya, rakyat, ekonomi, pemerintah, Indonesia, kesejahteraan, tingkatkan

Pelantikan: Kita, Indonesia, bangsa, rakyat, saya, akan, dunia, demokrasi

Berarti saat pencalonan menjual janji ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, setelah pelantikan fokus pada masalah bangsa, demokrasi dan dunia.
21 Oktober 2009 18:27:53
Vendetta Jullet: menurut saya, hal ini juga menyangkut segmentasi dari audience yang dituju, pidato pelantikan presiden adalah sebuah momen monumental dimana seorang presiden untuk pertama kalinya menyatakan arah kebijakan2 yang akan diambilnya tidak hanya untuk urusan domestik namun juga internasional. sehingga perlu adanya kata2 dan pernyataan2 yang mengandung artian dan cakupan yang meluas.


21 Oktober 2009 18:46:08
Smart Ah, perbedaan itu sah-sah saja teman yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana mengejawantahkan apa yang dia ucapkan saat kampanye dan setelah dilantik...
21 Oktober 2009 19:15:10
Ning Kata "LANJUTKAN" kok tidak ada...?
21 Oktober 2009 21:20:15
mbeling @Ning: ke mana...?
21 Oktober 2009 21:36:58
yusro Saya, Rakyat dan Kesejahteraan, mengecil secara berarti. Hm.....dalam kenyataan 5 tahun ke depan apa juga semakin kecil? :)
21 Oktober 2009 21:47:18
TruthSeeker Menarik, Itu bikinnya gimana sih?? :D
21 Oktober 2009 21:58:37
Normanlahyaw Emang omongan orang lapar ama oran kenyang beda yah ?
21 Oktober 2009 22:36:22
Roby Muhamad  @TruthSeeker: saya udah tambahkan cara bikinnya di bagian bawah artikel :)
21 Oktober 2009 23:21:31
TruthSeeker  @Roby Muhamad: Thanks :)
22 Oktober 2009 09:16:06
ilmu seandainya beliau menggunakan isu yang sama di saat pelantikan dengan dikampanye tentu dikhawatirkan ada yang nyindir, "Basi, inikan pidato sewaktu kampanye dulu... emang gak punya ide lain apa!"

jadi mungkin saja, isu kampanye dianggap selesai dan jadi tugas PR, maka masuk-lah isu baru penambah PR lainnyai...

Barangkali.... :)

22 Oktober 2009 13:36:42
julett @Vendetta: terimakasih penjelasannya :D
22 Oktober 2009 14:29:38
Supli Rahim  @Roby Muhamad: kita tunggu aja.. apa yang dibuat...sementara itu kita juga bekerja dan berbuat..

@negara kita kita susah diatur, karena besar... dan orangnya juga mengatur sendiri.. ketika kampanye ekonomi besar...karena kampanye itu adalah "kegiatan ekonomi"

Ketika sudah dilantik yang besar adalah kita, bangsa dan indonesia... jadi silahkan kita mengurus kita sendiri...terlalu jauh mau mengharapkan presiden dan wapres ngurus kita..ok?
31 Oktober 2009 14:09:34
Semar Mendem Bung Roby: Suatu kewajaran apabila seseorang sudah dibebani dengan tanggung jawab, maka kata "Kita" lebih dominan, karena menunjukkan bahwa mereka berdua sudah memiliki rencana ke depan, bukan berarti telah menghilangkan substansi dari pidato sebelumnya, ini sangat situasional karena dibatasi oleh waktu sehingga perlu penekanan-penekanan tertentu. Saya rasa itu yang diharapkan rakyat, masa sih pidato kok kopi paste, lucu dong. Mengenai berkurangnya kata ekonomi, karena format ekonomi mereka sudah jelas, secara implisit sangat sderhana yaitu mensejahterakan kehidupan bangsa (idealnya sih begitu), kalau harus detail rigit, nanti dikira sedang ngampu di fakultas ekonomi. Bagaimana dengan rakyat yang tidak memiliki basic ilmu ekonomi.
05 November 2009 12:43:34
Missy Trisilawan waktu kampanye : harus merayu rakyat/menyakinkan rakyat. yang ada di indonesia

Waktu pelantikan : harus meyakinkan\melaporkan hasil demokrsi indonesia ke sponsor yang ada di dunia
09 Februari 2010 10:18:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »