7 Komentar Tulisan

Islam Komunis • penulis: kalipaksi, 01 Oktober 2009 16:29:08 • Menarik +6

Ini cerita nyata, tentang seseorang bernama Lukman (nama alias, tentunya). Ini berkaitan dengan konteks ini hari tanggal 1 Oktober, yang 34 tahun silam, menjadi awal babak kelam komunisme di negeri ini. Segera setelah peristiwa 30 September, komunisme menjadi kambing hitam. Orang-orang komunis disikat. Ada yang dibunuh, dipenjara tanpa sidang, diusir, dianiaya. Sebagian lagi lari ke luar negeri. Mati juga di sana, seperti Sobron Aidit, sastrawan teman sekamar Chairil Anwar. Ia tutup usia di Pari

Menampilkan 1 - 7 dari 7 komentar.
Subroto Baca tulisan ini, jadi teringat tulisan Mahendra tahun lalu yg bejudul kira2 "Bahaya Laten PKS"
01 Oktober 2009 17:05:58
kalangwan pernah baca otobiografinya Hasan Raid, bung? atau haji misbach juga
01 Oktober 2009 18:36:36
kalipaksi @Kalangwan: baru baca resensinya saja. Secara utuh buku biografi kedua tokoh muslim komunis itu blm saya baca. Sepertinya menarik.
01 Oktober 2009 21:40:13
Gamal Islam Komunis yang Liberal hehehe
02 Oktober 2009 05:20:35
RETROVIRUS saya kok cuma tahu Islam rahmatan lil alamin...
02 Oktober 2009 05:37:49
samsara saya rating bagus...buat gambarnya :D
02 Oktober 2009 07:35:16
kunderemp Iyah berlebihan.. tetapi satu sisi, aku pernah merasakan kemarahan ketika adik kawan saya, yang kader PKS dimakamkan dan didatangi oleh kawan-kawan partainya.

Saya marah tetapi tidak mengekspresikan karena menghormati kawan saya. Bayangkan, tiba-tiba, pemakaman menjadi ajang propaganda, ajang muhasabah yang sampai membuat kader-kader wanita yang datang di pemakaman adik kawan saya menangis. Mana adab orang PKS yang datang yang harusnya cuma memberi sambutan.

Jadi, saya memahami perasaan para tetangga yang menolak jenazah Urwah dimakamkan di tempat mereka. Bukan sekedar Urwah teroris, tetapi risih bila kemudian dijadikan ajang propaganda.
02 Oktober 2009 17:14:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »