42 Komentar Tulisan

Calon Pimpinan KPK Harus Sekelas Baharuddin Lopa • penulis: fadjroel rachman, 24 September 2009 01:21:47 • Biasa +6

Fadjroel Rachman berpendapat, calon pelaksana tugas (Plt) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus sekelas mantan Jaksa Agung almarhum Baharuddin Lopa yang jujur dan berintegritas moral tinggi.

Menampilkan 1 - 30 dari 42 komentar.
umbaran setuju bung ....sekelas pak Lopa setegas pak Hoegeng ...tapi siapa ya ??? :))
24 September 2009 06:51:57
conscientizacao Memindahkan seleksi pimpinan KPK, dari DPR ke Tim Perumus. Itukah tindaklanjut Perpu akhirnya?
Tim perumus punya 7 hari mencari kandidat, dari 6-7 bulan yang biasanya dibutuhkan...
*Ikut berdoa supaya ketemu figur yang seperti alm. B. Loppa dan setegas alm. Hoegeng...*
24 September 2009 07:31:38
Nazil  @conscientizacao: ammin. Semoga perumus tak salah orang, dan korupsi tetap menjadi musuh bersama.

*masihkah ada kejujuran setelah ini?? entahlah...
24 September 2009 07:43:15
ndableg sekelas?
mau 30 orang? yang bener aja pakdhe..

*sama kayak mau nikah ama temen sekampung* :D
24 September 2009 07:50:34
anti-fenomena rekomendasinya siapa bung fajroel? biar kita bisa ikutan dukung
24 September 2009 07:57:46
Nazil  @anti-fenomena: "lihat dulu prosesnya dan kita tunggu hasilnya nanti bagaimana" (mengutip Taufieqqurahman Ruki). Baiknya kita tunggu aja lah, boleh sambil makan, nonton tivi, tidur-tiduran, baca buku, dengerin musik, atau apalah, monggo...
24 September 2009 08:06:16
conscientizacao  @Nazil: sambil nunggu koruptornya ngacir ke negeri tetangga? :D
24 September 2009 08:16:40
Esemge  @ndableg: sekelas?
Maksudnya sekelas waktu sd,smp,sama atau sekelas waktu kuliah? :d
24 September 2009 08:39:09
fadjroel rachman @umbaran dan prajnamu, semoga tetap ada tokoh setegas dan sebersih pak lopa dan pak hoegeng. dengan demikian kita bakal tahu ada apa di balik skandal bank century

@ndableg, boleh juga humor bung di tengah kerumitan republik ini.

@all, kenapa nama asli dan wajah asli banyak disembunyikan di politikana? tentu sangat mengganggu membaca komentar atau berbicara dengan orang yang memakai topeng atau tanpa nama asli dalam kehidupan sehari-hari? Bukankah kita di politikana bukan teroris sejenis noordin m top (WARGANEGARA MALAYSIA) yang harus mengubah wajah dan mengubah nama karena perbuatan jahat, bukan?.
24 September 2009 09:46:01
Normanlahyaw emang masih ada yag sekaliber Pak Lopa ?? hahhhahahhah..saya mah kebih setuju pake metode Patty Garret menangkap Bily The Kid...
24 September 2009 09:48:15
komprang  @fadjroel rachman: anonimitas memang mjd isu yg menarik di internet, termasuk di politikana. Di satu sisi identitas asli sedikit banyak bisa memberi suasana hangat dan keakraban, di sisi lain nama samaran secara psikologis memberi ruang lebih dlm hal kebebasan berpendapat. Ya beginilah dinamika di dunia maya. Tetapi bukankah yg lebih penting disini adalah gagasan dan bukan popularitas semata? entah dari siapapun datangnya, apakah dia seorang tokoh sekaliber anda ataupun dari orang kebanyakan seperti saya yang cuma pede menggunakan nama samaran. Selama gagasan yang dituangkan bukan semata-mata untuk "hit & run" dan mendiskreditkan pihak-pihak tertentu tanpa dasar saya kira oke-oke saja bung. :)
24 September 2009 10:22:07
fadjroel rachman @tai chi master, saya pikir siapapun anda dan apapun pendapat anda tetaplah bermanfaat bagi setiap orang, jadi tak ada kaitannya dengan popularitas atau ketenaran. Belajar mengungkapkan diri dan pikiran secara terbuka kepada siapapun adalah pelajaran terbesar dan paling awal dari demokrasi, saya pikir itu yang diniatkan dalam politikana, belajar terbuka dan bertanggungjawab terhadap pikiran dan diri sendiri. kata immanuel kant, bapak modernisme, SAPERE AUDE: dare to think!
24 September 2009 11:25:45
ilmu  @fadjroel rachman: [... "Tidak masalah apakah dia orang partai atau independen. Yang jelas ia harus sejenis almarhum Baharudin Lopa,"... ]

ah.. ini seperti teka-teki saja... sekelas alm pak Lopa dimata bung @fadjroel rachman dan sbgian org2 yg butuh perubahan mungkin berbeda pandangannya dgn yg diniatkan para pembesar2 itu ....

* seandainya bung mau sedikit menyebutkan sejumlah mereka yang semisal almarhum itu... akan terasa lebih membantu... [tapi apa masih ada?] :)
24 September 2009 11:56:57
wongcilik kita semuanya mengharap ada tokoh berkualitas dan independen serta tau apa yg harus dikerjakan, juga insan yg mengerti arti sebuah amanat.

Asal jangan sampe terjadi, bener2 muncul nama yg sdh santer di-sebut2 spt mw dan stt.
24 September 2009 12:01:09
ilmu  @fadjroel rachman: [...kenapa nama asli dan wajah asli banyak disembunyikan di politikana? tentu sangat mengganggu membaca komentar atau berbicara dengan orang yang memakai topeng atau tanpa nama asli dalam kehidupan sehari-hari? Bukankah kita di politikana bukan teroris sejenis noordin m top (WARGANEGARA MALAYSIA) yang harus mengubah wajah dan mengubah nama karena perbuatan jahat, bukan?. .. ]

bukan bung @fadjroel rachman ... bukan... ;))
24 September 2009 12:01:28
Leksa  @fadjroel rachman:
Bang,.. justru saya dari dulu menunggu-nunggu di Politikana ini jika ada tokoh, public figure, yang mau berkontribusi disini, dengan segala idenya, dan juga MAU turut berDISKUSI. iya berdiskusi tentang ide-ide yang dilempar di Artikel politikana...

Karena teman2 yang anonim, justru lebih banyak menghidupkan ruang diskusi, dari pada yang bernama asli...
membuktikan kalau keleluasaan berpendapat lebih terakomodir lewat anonimitas? entahlah... ;))


*PS : saya rasa, se-anonimitas apa pun warga disini, masih bisa dilacak. Data mereka pun dipegang oleh pihak Politikana, dengan demikian saya yakin para anonimer disini adalah para "robin hood" duniamaya, anonimer bertanggung jawab.

Dan lagi, kembali pada pendapat saya dari ruwet2 dulu : "anonimitas adalah fitur sebuah ruang bebas..nothing more or less.."
24 September 2009 12:10:58
hamatamu ngakak baca komentar @Leksa :))
24 September 2009 13:28:41
hamatamu jadi bung @Leksa & bung @fadjroel, anonimitas menciptakan dunia Politikana yang lebih egaliter? setuju? ;))
24 September 2009 13:33:35
cibro "penting" untuk diketahui bahwa tak mudah mencari orang-2 pilihan,-
24 September 2009 13:37:30
boiga  @fadjroel rachman: anggap saja teman2 yg anonim ini sebagai rakyat dengan banyak suaranya, dan anda sebagai pejabat. pejabat tak perlu tau siapa yang bersuara, sepanjang suara itu bernada positif silakan dijawab, ditindaklanjuti. anda praktekkan saja bagaimana atasan memperlakukan rakyatnya dengan baik.. begitu saja kok susah.. wong isu anonim itu susah basi kok..

btw, kita gak ada clue ini, yg sekelas Pak Lopa itu siapa saja, mungkin ente bisa kasih petunjuk?
24 September 2009 15:25:24
ErwienSamantha  @Leksa: Gimana kalau di usulkan ke pengasuh politikana untuk mengundang tokoh atau public figur (politikan) untuk menjadi penulis atau menyumbangkan gagasan dan idenya.

Mungkin yang diutamakan adalah tokoh2 muda yang sekarang lagi naik daun di dunia perpolitkan indonesia, dan berhasrat untuk memimpin indonesia dimasa yang akan datang.

Mengundang tokoh2 ini untuk berpartisipasi disini mungkin gak harus dari pengelola politikana loh .., siapa tahu dari rekan2 disini ada yang kenal lebih dekat dengan para tokoh tersebut

Ayoo ada yang mo mulai "mencullik" para tokoh muda untuk berdiskusi disini?
24 September 2009 15:33:07
boiga  @ErwienSamantha: ide bagus ini.. klo yang tua2 mungkin sudah terlambat terima masukan warga sini, klo yang muda2 itung2 sebelum terlanjur salah, dapat banyak masukan dulu... lagipula klo nanti sudah keburu sibuk kan gak sempet tengok2 suara bawah lagi.. ;))
24 September 2009 15:41:57
conscientizacao Telor kan keluarnya dari "itunya" ayam, toh kita makan juga karena enak... Kalau yang laen, yang juga keluar dari "itunya" ayam, ya dibuang saja... :D
24 September 2009 15:55:05
fello citizen  @fadjroel rachman:

Saya tertarik untuk ngobrol soal menulis anonim itu - tapi karena kayaknya sudah sering ngomong itu di blog jadi lebih baik bicara soal substansi yang diajukan bung fadjroel dulu tentang PERPPU Perubahan UU KPK ini.

Beberapa hari terakhir saya berusaha mendokumentasikan pemikiran dan pernyataan yang berkembang dari tokoh publik di Indonesia tentang perppu ini dan baru saja, saya lagi mau menulis sedikit tentang ini. Tulisan Bung Fadjroel terlihat menarik.

Yang buat saya susah di pahami adalah jumpalitannya para tokoh - posisi ICW misalnya, Febriansyah dalam dialog di Metro TV dengan Pak Mentri Matallata, jelas sekali bahwa ICW melihat ini sebagai pelanggaran kewenangan eksekutif (situasi genting tidak terpenuhi) dan pelanggaran independensi KPK (intervensi langsung presiden yang tidak melibatkan proses legislasi di DPR).

Klaim situasi genting karena DPRnya sedang habis masa jabatan jadi diskusi mblenger yang gak akan ada habisnya, karena toh sebenarnya bisa saja di tunggu tujuh hari lagi (tim perumusnya dapat 7 hari). Pak Gayus dari PDIP dan komisi 3 DPR berpendapat sama, dan juga Pak Azis dari Golkar, wakil ketua komisi 3. Proses pemerintahan dan kepemimpinan di pangkas secara brutal karena keputusan penting yang mau diambil sambil makan ketupat dan sebelum orang orang pergi liburan.

Sehari sesudah itu, semua jumpalitan kebelakang saat namanya dimunculkan.
Komitmen besar bangsa ini akan pemerintahan yang lebih baik, bersih dan berwibawa itu jadi murah sekali karena akhirnya legitimasi atas penyelewengan di gantungkan di atas orang orang yang bersih.

Dalam semua bentuk kooptasi kekuasaan, mungkin tidak ada hal yang lebih buruk dari sebuah legitimasi pelanggaran yang diberikan oleh martir martir yang berniat baik.

Sejarah tau, orang orang seperti Baharudin Lopa itu tidak banyak. Semoga nama beliau tetap dingat untuk kisah kisah yang baik.

Harapan anda - walaupun baik - bahwa pimpinan sementara KPK hasil Perppu perubahan UU KPK ini bisa membongkar kisah kisah lain dibelakang ini, saya rasa agak terlalu muluk.

Tujuh hari itu terlalu sedikit karena channel tvnya saja ada 11.


24 September 2009 19:35:59
hamatamu intermesso, slogan kampanye Pemilu 2009, "SBY-Boediono; Pemerintahan Bersih untuk Rakyat"
24 September 2009 20:12:29
hamatamu ah lupa link-nya; http://www.facebook.com/SBY.Boediono?v=feed&story_fbid=95633512131
24 September 2009 20:16:32
Don @all: Kok Baharuddin Lopa, Menurut saya Lebih Cocok, Bung @fadjroel rachman: Aja... Muda engergik, dan idealis...

Bung Fadjroel gimana sih... Jangan berpendapat saja tentang orang lain aja bung, sekali sekali ajukan diri sendiri..

Atau Bung Merasa gak Pantas ya?
24 September 2009 21:26:06
Nazarius Setuju dan harus, klo bisa lebih..
Tapi apakah ada yang sekelas Pak Lopa?
24 September 2009 21:31:38
Tunjung saya masih saja tetap binggung kalau masih ada orang yang bela bibit atau chandra...ngomongnya sih praduga tak bersalah...apakah penilaian yang sama juga diberikan pada kasus yang lain??? ah memang kita terlalu sering memiliki penilaian ganda
24 September 2009 21:50:38
yusro Sebentar bung Fajroel, apakah ini berati Anda setuju ada PLT ketua KPK melalui penunjukan dengan dasar Perppu?
24 September 2009 21:51:04
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »