72 Komentar Tulisan

Laptop 10.5 juta pakai dana BOS isinya apa saja? • penulis: laind, 27 Agustus 2009 08:43:47 • Penting +10

Membaca berita dari Surya di sini, ada beberapa keprihatinan yang aku rasakan.

Menampilkan 1 - 30 dari 72 komentar.
ndableg halah, saiki ora usum jenenge software larang..

*open source getu loh!*
27 Agustus 2009 08:52:27
Pedy [ Berita menarik, daripada ngehabisin duit Rp. 4,7 juta buat software yang nggak jelas (dan sudah pasti itu overpriced) sebaiknya dipakai beli Office 2007 dan WIndows XP yang total paling 3 jutaan ]

Ogah ah. Mending pake Linux + OpenOffice. Rp. 0! Ngapain buang2 duit 3jt-an, setelah itu laptop untuk ternak virus lagi...

Mas, orang Micro$oft ya? ;))
27 Agustus 2009 08:54:15
laind Bahkan pakai standar softwarenya Microsoft 4.7 juta itu kemahalan.

Eniwei open source itu bebas, tidak sama dengan gratis, lho...
Tapi diskusi prinsip open source-nya ntar aja, sekarang fokus dugaan praktek nggak bener ini.

27 Agustus 2009 08:55:30
laind  @Pedy:
Cuman perbandingan saja, pak. Jadi ada gambaran bahwa 4.7 juta itu benar2 kemahalan. apalagi kalau dibandingin sama software lokal macam Zahir, yang udah cukup powerful, cuman 1 juta.

Tapi iya, emang aku biasa pakai software Microsoft di kantor.

27 Agustus 2009 08:58:56
conscientizacao Usut Pak. Kita sudah lihat kedodolan KPU dengan milyaran dana IT yang ga jadi apa-apa. Itu jelas target utama. KPK harusnya sudah mulai bertindak. Kalau kasus Laptop BOS ini, sayang sekali total nilai proyeknya tidak disebutkan. Selama di atas 1M kan bisa langsung ke KPK to? (bener ya, 1M?)
27 Agustus 2009 09:03:02
ndableg  @laind: lebih mahal lagi karena itu proyek pengadaan, bukan pembelian satuan.

beli satu biji ama beli satu losin harga satuannya pasti beda..

itu mahal bukan di software apa di biaya training, tapi seberapa banyak kantong saku yang musti dilewati..
27 Agustus 2009 09:05:07
Nazil Akeh mas diinstitusi hal-hal seperti itu.. Dah biasa. Diusut aja mas, biar kayak bupati Sleman. Ini dak bisa dibiarkan. BOS itu untuk siswa dan sekolah bukan untuk pribadi.
27 Agustus 2009 09:07:02
Apprayo Beberapa pertanyaan tambahan:
1/ Apakah harus pake laptop?PC gak bisa kah?
2/ Apakah harus pake software itu?Mungkin akan lbh simpel bila ditetapkan saja standar laporan BOSnya, selanjutnya terserah pada kreativitas masing2 sekolah,mau buat software sendiri,mau bikin laporan manual.
3/ Jika yg dikuatirkan pembajakan,apakah org awam bisa mendapat manfaat dari membajak software BOS itu?Bukannya itu khusus utk sekolah?Jadi ngapain kuatir dibajak?
27 Agustus 2009 09:09:03
hamatamu  @laind: ini masuk kategori penting, ibu teman saya pun kebingungan padahal dia baru beli macintosh, dia bingung, komputer jinjing dengan dari dana BOS dengan harga seperti itu kok tidak ada gambar buah apel krowaknya (fyi, ada informasi laptop BOS, lebih dari 10,5 juta) :D
27 Agustus 2009 09:12:48
cintha kayak nggak ngerti saja ...birokrat pendidikan kita itu ....mental proyek ....boro2 ngurus pendidikan yang bener2 ....giliran ada banyak proyek ....hohoho...

nah inilah akibatnya ....kalau bisa dapat mahal kenapa cari yang murah ......

nggak akan sama dengan cara pikir kita2 ....
27 Agustus 2009 09:20:24
ndoet Hmm, masalah pengadaan itu emang kompleks.
Di satu sisi, harus dilakukan oleh panitia / pejabat yg bersertifikat.
Di sisi lain, untuk hal2 teknis seperti ini dibutuhkan "konsultan" teknis yang berkompeten di bidangnya.
Kalau pengelola anggarannya hanya berprinsip "yang penting ada" dan "sesuai aturan pengadaan" tapi tidak mempertimbangkan dari sisi strategisnya, ya seperti ini lah yang terjadi. Overpriced dan tidak tepat guna.
...sigh...
27 Agustus 2009 09:22:45
Nazil "USUT" jalan satu-satunya dan tanpa perdebatan siapapun yang dihadapi! Ini korupsi uang negara!
Sekali lagi BOS bukan untuk pribadi, untuk pendidikan.
27 Agustus 2009 09:24:37
ndoet  @cintha: PNS yg bergerak di bidang pendidikan itu statusnya pegawai pemerintah pusat atau pemerintah daerah ya?

kalo Pemda, bertambah lagi satu pandangan saya terhadap orang2 Pemda.

mau ad hominem dulu ah sama orang2 Pemda yg busuk:

Terkutuklah kalian orang2 Pemda yg busuk!
27 Agustus 2009 09:25:56
conscientizacao  @ndoet: "Hmm, masalah pengadaan itu emang kompleks. Di satu sisi, harus dilakukan oleh panitia / pejabat yg bersertifikat."

Betul bos. Ada yang namanya Pakta Integritas, diperkenalkan Transparency Int. sejak 90-an. Sekarang bukan cuma pejabat Pemda dan SKPD yang harus buat 'bersertifikat', tapi pelaku bisnis juga harus disertifikasi anti KKN. Meskipun ini mudah sekali dilanggar...
27 Agustus 2009 09:27:57
hamatamu  @Nazil: apakah di daerah juga terjadi nih laptop ndobos harga macintosh? eh berima!
27 Agustus 2009 09:34:45
cintha  @ndoet: itu berita di kabupaten mana sih ....
kayaknya pusat dan daerah ...sami mawon ...
di tempatku ...kepala diknas provinsi ...mantan komandan Satpol PP provinsi....hebat kan....
kacau ...negara ini ....
27 Agustus 2009 09:35:50
just_me  @cintha: bupatinya alumni STPDN kali ??
27 Agustus 2009 09:53:04
just_me  @cintha: gubernurnya alumni STPDN kali ??
27 Agustus 2009 09:53:22
Coulrophobia hehe software pelaporan sistem keuangan BOS


*sigh*
27 Agustus 2009 09:54:44
Nazil prameshwari ; ya begitulah kenyataannya. Sebenarnya tidak hanya institusi pendidikan, yang lain banyak. Sayang hanya sedikit yang mengungkap. Sayang yang kedua tidak ada yang berani menindak meskipun dimulai dari kalangan sendiri. Dianggap lumrah. Saya dulu pernah menangani di sekolah "A". Mulai dari undang temen wartawan, LSM dan Wali murid. Udah jika dah jadi berita kan tinggal polisi yang nangani.
27 Agustus 2009 09:54:56
laind Sekarang siapa yang mau lapor?

27 Agustus 2009 10:06:46
Nazil laind, panjenengan sebagai apa pak?? apa org dalam?? atau masyarakat umum?? Minimal jika udah sampai di media , bisa adukan pada Dewan Pendidikan Kota/Kabupaten jika kasusnya terkait pendiidikan, spt BOS.
27 Agustus 2009 10:11:26
jensen99 Musti diusut dari tendernya terlebih dahulu. Antara dinas pendidikan dengan CV Tri Putra, eh? Pengembang softwarenya juga mencurigakan.
27 Agustus 2009 10:51:31
Thasman gaswat
27 Agustus 2009 10:51:54
5150 jadi ingat pernah ngobrol2 dengan salah satu pegawai dinas pendidikan, klo banyak yang lulus unas dia kecewa karena duit proyek untuk ujian susulan makin dikit :D
27 Agustus 2009 10:59:55
botaksakti jadi....di manakah biang kerok amburadulnya pendidikan kita ???Dinas-dinas itulah yang musti dibabat !!!!!!Benci aku....ihhh......
27 Agustus 2009 11:03:42
hmcahyo itulah masalahnya.. kalo pengadaan di adakan terpusat... mending kasih duitnya suruh beli sendiri... jadi inget kantor istri pernah dapet bantuan ya hampir 10 jt sktr 3 thn yll... eh cuman dapet 1 unit PC,printer,speaker, monitor.. padahal saya perkirakan cuman sktr 5 jt maksimal... dan itu diberikan di banyak sekolah sekabupaten.

lagian saya heran.. harusnya nilai diatas 50 jt kalo instansi negeri khan harus tender terbuka?

hmmm

jadi inget komputernya KPU yang mahaal banged :(



27 Agustus 2009 11:16:16
Nazil botaksakti ; amburadul yang kedua adalah lemahnya hukum mas,... berapa penyelewengan dana negara atas nama pendidikan?? berapa pula yang serius ditanggani?? ehh... dana sertifikasi katanya banyak juga yang diselewengkan dinas pendidikan, bahasanya "dipotong pajak". Edan ra??
27 Agustus 2009 11:20:10
Atrix yah kl mau urunan bagi2 laptop dari dana BOS mah, laptop 5jt-an aj merk ternama jg dah lebih dari cukup .. pertanyaan nya mau dikemanakan margin 5jt dari alokasi? (godaan bg pimpro)
27 Agustus 2009 11:22:16
ndableg  @botaksakti: ...ihhh...kamu gitu deh.. :D
27 Agustus 2009 11:33:09
 1 2 3 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »