31 Komentar Tulisan

RAPBN tanpa Semangat Pembangunan • penulis: heriyadi, 04 Agustus 2009 09:22:16 • Menarik +8

"The most important point is, in a time of crisis, there is no way out but for the government to be bold and aggressive," Mark Zandi - chief economist and co-founder of Moody's Economy.com

Menampilkan 1 - 30 dari 31 komentar.
Marshall Rommel LANJUTKAN!!!
04 Agustus 2009 09:30:11
Yudiantoro bung @heriyadi punya data berapa persen stimulus ekonomi diserap oleh departemen dan lembaga pemerintah 2008-2009 ini? Ini kaitannya dengan defisit APBN 2009 kita...

saya lebih memilih melihat bagaimana kebijakan ekonomi-moneter SBY terhadap 'perlambatan' ini, karena artinya harapan kita dengan private sector juga jadi naik bukan, kalo mau ngejer target pertumbuhan? CMIIW
04 Agustus 2009 09:33:00
heriyadi  @Yudiantoro: datanya ada sampai bulan maret di kantor, hari ini kebetulan ngga ngantor, nanti saya kirim kalo sudah ke kantor.

Iya kalo melihat belanja real pemerintah dibahas apalagi secara real belanja pemerintah di RAPBN ini turun 4,6% dibandingkan APBN-P 2009, hehehe bukan kebijakan ekonomi-moneter yang dibutuhkan, tapi reformasi birokrasi.
04 Agustus 2009 09:41:35
Yudiantoro  @heriyadi: reformasi briokrasi mah ideal goal-nya, saya pengen liat dulu kebijakan yang 'pro-pertumbuhan' :D

*ditunggu datanya boss*
04 Agustus 2009 09:43:57
heriyadi  @Yudiantoro: Oh kebijakan pro-pertumbuhannya ada misalnya perizinan satu atap untuk pengurusan investasi, tapi terakhir masih ada masalah rivalitas antar beberapa departemen yang terkait, masing-masing ingin itu berada dibawah departemannya.

Contoh lain, misalnya pengembangan industri kreatif, tapi ya sama jadi rebutan antar departemen juga atau akhirnya malah masing-masing departemen bikin masing-masing dan tidak saling berkoordinasi.
04 Agustus 2009 09:48:04
Yudiantoro  @heriyadi: :)) lagu klasik.... apa perlu degdag sama deprin gabung lagi? ;))
04 Agustus 2009 09:55:13
Yudiantoro sorry depdag... koreksi
04 Agustus 2009 09:55:49
heriyadi  @Yudiantoro: ah kalo anda melihat susunan menteri saya, tentu sudah tahu pendapat saya tentang hal itu.
04 Agustus 2009 10:01:36
Yudiantoro  @heriyadi: exactly ;))
04 Agustus 2009 10:09:55
perempuan api Yang jelas menurut taufik kemas, baru kali ini pdip setuju dengan pidato sby karena merena menilai pidatonya pro kerakyatan. Makanya taufik akan menerima jika kadernya diminta jadi menteri :p :))
04 Agustus 2009 10:28:11
Yudiantoro  @perempuan api: :)) :)) :)) tapeee dehhh
04 Agustus 2009 10:34:22
Ibnu Muslim @perempuanapi
Yang jelas menurut taufik kemas, baru kali ini pdip setuju dengan pidato sby karena merena menilai pidatonya pro kerakyatan.

Cinta lama bersemi kembali http://tinyurl.com/lxmyje :))
04 Agustus 2009 10:42:23
yusro Kalau pemerintah berani, hapus atau minimal kurangi secara drastis, subsidi BBM/Energi dan beras. Pertamina dan PLN jadi benar-benar profesional. Subsidi ini selain jumlahnya cukup besar, juga selalu salah sasaran (rawan penyelewengan). Dananya cukup untuk mengurangi defisit anggaran.

Stimulus untuk industri, bisa dimulai dengan memangkas birokrasi, sehingga bisa meniadakan ekonomi biaya tinggi.

Tapi. apa mungkin? Terlalu banyak yang berkepentingan dengan subsidi --yang memang susah dikotrol-- dan terlalu banyak juga yang berkepentingan dengan birokrasi yang ruwet, karena di situ ada matapencaharian. :))


04 Agustus 2009 10:50:58
heriyadi  @perempuan api: satu-satunya yang saya lihat pro rakyat di RAPBN ini ya subsidi itu tadi, kenaikan subsidi untuk bahan bakar dan beras.

Cuma kalo dengar gosip jalanan bahwa kabinet nanti terdiri dari 3 partai dan salah satunya PDIP ya mungkin gampang mencari pembenaran pujian Taufik ke SBY.
04 Agustus 2009 10:53:02
heriyadi  @yusro: Loh kalo semangatnya Pembangunan bangsa ya mungkin, awali dengan niat, kalo liat RAPBN-nya sih niat pun tak ada :))
04 Agustus 2009 10:54:25
adimas mas heriyadi:
saya jadi bingung toh mas.... ngga ada yang mau jadi oposisi....... ntar kita bikin partai aja deh. supaya ramean dikit, ada yang marahin pemerintah ntar. hahahaha
04 Agustus 2009 11:32:12
Ibnu Muslim  @adimas:
Jadi oposan bukan profesi yang menarik:D
04 Agustus 2009 11:42:58
yusro  @heriyadi: Lha kalo niat aja gak ada. Tuhan pun pasti gak mau menolong :)
04 Agustus 2009 11:45:40
pradaksina ntar yg jadi oposan golkar perjuangan (sempalan golkar) dan pdipp (sempalan pdip)
04 Agustus 2009 11:49:36
heriyadi  @adimas: kalo gosip jalanannya benar partai sisanya pasti jadi oposisi koq :D

@Ibnu Muslim: quote dari salah satu petinggi partai, jadi oposisi ngga ada duitnya. 5 tahun jadi oposisi pendapatan buat jalanin mesin partai saja ngos-ngosan.

@yusro: eh itu penafsiran saya loh Pak, melihat angka-angka tersebut, siapa tahu yang membuat RAPBN itu punya pandangan yang berbeda yang belum bisa saya mengerti saat ini.
04 Agustus 2009 11:58:56
Forlorn Hermit  @heriyadi: Bahan bakar mesin partai baru lancar kalo ndak jadi oposisi :(. Partai-partai pro pemerintah ini mesti turun mesin semua sepertinya.
04 Agustus 2009 12:29:12
Ibnu Muslim Sepertinya yang bakal oposisi partai pendukung yang gak kebagian "kursi menteri" :))
04 Agustus 2009 12:31:08
heriyadi  @Forlorn Hermit: lah ngga tahu ngga punya partai :))

@Ibnu Muslim: ya begitulah kira-kira terlepas benar atau tidaknya gosip diatas, yang jadi oposisi pasti krena tidak kebagian jatah
04 Agustus 2009 12:34:11
Casper Eh, ... klo ngeliat sikon saat ini, bukannya segitu malah terlalu bersemangat? Yah, dimana - mana denger keluhan apa - apa lagi sulit sih...,
04 Agustus 2009 13:59:27
just_me presiden medioker,
http://politikana.com/baca/2009/07/07/saya-terpaksa-memilih-sby

=======
========
yah programnya medioker, sing penting bisa bertahan hidup, masalah masih jadi babu dan buruh 5 tahun lagi gak kepikiran
04 Agustus 2009 16:39:20
heriyadi  @Casper: hehehe gua balik lagi ke kutipan dari Mark Zandi ya. "The most important point is, in a time of crisis, there is no way out but for the government to be bold and aggressive,"

Jadi karena justru apa-apa lagi sulit tugasnya pemerintah memudahkan.
04 Agustus 2009 17:02:08
Samz Mungkin nggak ya, target pertumbuhan 5% tapi nanti pencapaiannya 7%?
04 Agustus 2009 18:09:29
heriyadi  @Samz: melihat sejarah 5 tahun terakhir jawabannya tidak, tapi mari kita sama-sama berharap.
04 Agustus 2009 18:40:15
Samz  @heriyadi: yah siapa tahu pemerintah lagi ngejalanin "promise low, deliver high". Tapi bener anda sih, kalo nglihat pengalaman selama ini biasanya "promise low, deliver lower".
04 Agustus 2009 18:48:39
performax Di akhir kampanyenya, bertempat di Gelora Bung Karno, Pak Budi kan berteriak bahwa beliau tidak membuat janji. Jadi, kalau sekarang kurang lebih mereka hanya melakukan kerja rutin saja ya emang itu kelanjutan yang mereka rencanakan.
05 Agustus 2009 01:59:57
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »