123 Komentar Tulisan

Siapa Saya di Politikana? • penulis: R A P, 27 Juli 2009 09:16:48 • Menarik +10

kami hanyalah orang-orang yang ingin mendapatkan sesuatu yang positip dari Politikana. Ingin belajar dan mendapatkan wawasan baru secara nyaman.

Menampilkan 1 - 30 dari 123 komentar.
NOS Salam hormat pak de. Tulisan yang arif dan menghibur.
27 Juli 2009 09:32:52
TTTH Sugeng, pakde. Saya juga termasuk anggota yang lugu. :D
27 Juli 2009 09:48:06
perempuan api Saya cuma mau bilang: hidup Pak RAP!!!
27 Juli 2009 09:50:32
R A P  @NOS: terima kasih...
@TTTH: welcome to the club :))
@perempuan api: amin...

*duhh... semua "Pakde".... Ekses kopdar... :((
27 Juli 2009 09:53:14
Striding Cloud  @R A P:
Saya panggil bung saja.

Sejuk tulisannya bung.

*numpang bersandar
27 Juli 2009 09:56:17
R A P @terima kasih bung @tuvok... Salah satu mentor favorit saya di politikana... :)
27 Juli 2009 09:58:50
mufa  @R A P: Slamat, saluete !
27 Juli 2009 09:59:25
heriyadi Hehehe iya nih jadi malu saya termasuk yg tidak tahu malu, ilmu masih secetek nulis macam2.

Tersindir juga blog saya memang jadi terabaikan karena interaksi di sini lebih membawa pencerahan buat saya.

Mudah2an tulisan saya yg mutunya masih jauh dari bagus tidak menganggu proses belajar bapak.
27 Juli 2009 10:00:22
R A P  @mufa: terima kasih, Bung (avatarnya biar hitam tapi kelihatannya "bung"... :))

@heriyadi: ah, Anda juga salah-satu mentor saya di sini lho...
27 Juli 2009 10:03:19
samsara  @R A P:

ikut mampir bung. ikut gabung sebagai sesama yg masih LUGU :))


*pastinya bukan LUtung GUnung :D
27 Juli 2009 10:18:24
empis2 :)
27 Juli 2009 10:20:21
Marshall Rommel  @R A P: bung peta (abis gambarnya peta sih), salam kenal juga. ngomong2 suka bikin peta ya? bisa tukeran donk, saya juga kadang2 hobi bikin peta, :D ...
27 Juli 2009 10:23:30
R A P  @samsara: monggo... (tapi jangan sampai bikin gerakan "say yes to LUtung GUnung". :)) )
27 Juli 2009 10:24:58
R A P  @Marshall Rommel: aduh! Itu bukan gambar peta, tapi gambar kura-kura... :))
27 Juli 2009 10:26:26
Marshall Rommel  @R A P: eh, salah ya, maksudnya bung @samsara: yang suka gambar peta.
saya ikut gabung, sebagai sesama LUGU, baru kenal internet... salam kenal lagi bung...
27 Juli 2009 10:27:49
dodolgarut lam kenal,boleh tau, dg pamor menjulang seperti itu apa masih LUGU pak? facebooknya dunk..
27 Juli 2009 10:29:46
samsara  @Marshall Rommel: :D ...saya memang suka bawa peta kalo sedang jadi LUtung GUnung. Peta hanya saya koleksi kalo lagi niat...terutama foto-foto repro peta lawas ;)
27 Juli 2009 10:34:49
R A P  @dodolgarut: salam kenal kembali, bung/mbak (?).
Pamor menjulang itu bukan karena kepandaian saya, cuma karena keaktifan dan kerelaan teman-teman saya sewaktu merating artikel yang saya muat. :)
Semakin anda bergaul di Politikana, percayalah, anda akan merasa semakin LUGU. Banyak member hebat di sini. Selamat mendulang ilmu. Gratis dan sangat bermanfaat..
27 Juli 2009 10:35:24
abee semoga bukan LUcu tur GUobl*G.. hehehe :))
27 Juli 2009 10:37:07
iloenx saya juga LUGU, pak RAP.
saya, misalnya, setelah beberapa bulan, baru tahu (setelah dikasih petunjuk bung HoD) bahwa utk merespon komentar teman, saya bisa klik tanda reply --di akhir komentar-- alih-alih menulis kembali nama teman yg akan direspon itu di kolom komentar.
Saya juga pernah salah ngeklik ikon dg akibat semua foto di artikel teman dan artikel saya tak lagi bisa menampilkan foto/image di komputer saya. saya udah adukan ini ke para pengasuh, dan mereka sudah kasih petunjuk, tapi yach begitulah sampai sekarang saya masih tdk bisa lihat foto/image2 itu lagi, kecuali kalau saya pake komputer lain.

tetapi saya cantumkan nama saya karena saya hanya ingin jujur dan bertanggungjawab dengan diri saya sendiri. menggunakan "identitas samaran" hemat saya hanya akan membuka peluang diri saya untuk berbuat nakal, misalnya, ngasih komentar yg tidak ingin saya pertanggungjawabkan. jadi penggunaan identitas asli bagi saya berfungsi ngerem kecenderungan nakal saya itu. teman lain tentu punya rem yang lain.... salam kenal.
27 Juli 2009 10:40:21
R A P  @abee: Mungkin itu level saya sebelum gabung di politikana... :))
Btw, ayo nulis lagi, Mas...
27 Juli 2009 10:41:11
Didik Prasetiyono jadi ingat bung karno di jaman perjuangan, karena besarnya pressure dari pemerintah penjajah, dalam menulis artikel bung karno menggunakan nama samaran "bima" bagi artikel2nya yg bisa dianggap akan menimbulkan reaksi keras pemerintah penjajah dan (ini penting) mengancam jiwanya.



bukan urusan "takut" atau cari sensasi, bukng karno melakukan hal yang penting bagi sebuah keselamatan pergerakan; istilahnya strategi-taktik gerakan; guna keselamatan yg lebih besar.



tetapi, bagi artikel yg menyatakan sikap politik, keyakinan dan pandangan perjuangan, nama yg dipakai tetaplah sukarno.



artinya bung rusdi, masalah penggunaan nama nyata saya coba mengajak, apakah akan ada resiko politik atau bahkan resiko fisik yg menimpa bagi penulis yg bersuara kritis? kalau jawabannya "ya" maka penggunaan nama samaran saya pikir manusiawi.



bagi (misalnya) fadjroel rahman, rusdi mathari saya pikir sudah kepalang basah kalau pakai nama samaran... hahahaha jenis kelaminnya sudah jelas dan sudah tegas mengambil posisi; dan tentunya sudah paham resiko pressure rezim yg akan mungkin dihadapi.



yang penting adalah isinya, nama samaran bukan melegalkan untuk ngomong ngocol tanpa tanggung jawab, menghina, melecehkan. pertanyaan:

1.yg lebih diributkan isinya atau nama samarannya? kalau nama samaran tapi isi artikelnya bagus bagaimana?

2.dibanding dengan nama asli tapi ngocol... ? :p



yg parah sudah nama samaran, ngocol suka iseng.... hahaha ini yg di politikana harus dibasmi.



boleh di google, jaman saya masih mahasiswa dulu, milis politik masih dirajai oleh indonesia-L dan xpos; sangat dalam tulisan "sulangkang suwalu" yg saya yakin ini nama samaran, tapi 2 jempol untuk tulisan2nya. saat itu mungkin dia harus pakai nama samaran yg saat ini (untuk tulisan seperti itu) mungkin saja tidak diperlukan.



jadi bung rusdi, bukankah "apa yg ditulis" bisa kadang lebih penting dari "siapa yg menulis"...



salam,

dp

27 Juli 2009 10:50:51
R A P  @iloenx: saya malah harus konsultasi bolak-balik kepada seorang teman sewaktu mau posting pertamakali.. Itupun masih keliru, sehingga kode setting artikel (ngga ngerti istilah teknisnya) ikut terposting.. :))
Saya menghargai keputusan Anda untuk mencantumkan nama asli. Semoga saya secepatnya merasa pede dan bisa mengikuti jejak Anda.. (sepertinya segera karena foto sudah keburu terekspos waktu kopdar. ;)) )

Salam kenal kembali..
27 Juli 2009 10:54:26
R A P  @Didik Prasetiyono: terima kasih, mas... walaupun mungkin ini koment untuk artikel bung @Rusdi Mathari di artikel sebelah, tapi ada relevansinya juga di sini. Salam kenal.. :))
27 Juli 2009 10:59:01
samsara salah masuk kamar @Didik Prasetiyono ..beruntung bukan kamar 1808 :P
27 Juli 2009 11:04:48
Yudiantoro ya ya ya.. bicah tua nakal :D .. hehehehe, betapa dalamnya filosofi anda bung, sejuk membacanya.


*menjura*
27 Juli 2009 11:38:18
Samz  @Didik Prasetiyono:
[hahaha ini yg di politikana harus dibasmi.]

Jangan pake istilah dibasmi ah... saya takut.
27 Juli 2009 11:40:46
R A P  @Yudiantoro: Ah, senangnya mendapat "sapaan" dari sahabat yang satu ini.. :)

*rindu pada artikel Anda sebagai salah-satu mentor mumpuni di sini.
27 Juli 2009 11:41:18
mpokb merasa terbebani memang tidak enak, ya pak. buat saya, politikana lebih mirip sekolah untuk belajar bersuara. efek nyatanya mungkin baru generasi anak bapak yang memetik, dengan mengenal gagasan idealistis yang bertebaran di sini. semoga.
27 Juli 2009 11:45:43
BocahnDeso Keluh Kesah berbuah Vonis Penjara
http://politikana.com/baca/2009/07/16/keluh-kesah-berbuah-vonis-penjara.html

27 Juli 2009 11:47:33
 1 2 3 >  Last ›
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »