22 Komentar Tulisan

SBY kecewa pidatonya mengenai bom dipelintir oleh media • penulis: hafudo, 23 Juli 2009 11:13:07 • Lucu +8

Presiden SBY telah mengklarifikasi dan merasa kecewa pidatonya mengenai bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton dipelintir oleh media. Hal itu dinilai menimbulkan tudingan baru terhadap media karena tidak jelas dialamatkan kepada media mana.

Menampilkan 1 - 22 dari 22 komentar.
Ning Yang paling gampang sebenarnya adalah mengoreksi bukan mengklarifikasi, kemudian minta maaflah kepada masyarakat, itu lebih terhormat....!
23 Juli 2009 11:21:21
Wonggantenk Adegan yang sudah di-cut ditayangkan kembali, berarti yang salah sutradaranya, atau malah penonton :D, yang jelas aktornya nggak mungkin salah :D
23 Juli 2009 11:28:05
hafudo  @Ning: Minta maaf bagi orang sekelas bapak presiden mungkin merupakan Aib :))
23 Juli 2009 11:31:26
si_jliteng minta maaf....?????
lho, memangnya kita masih punya perbendaharaan kata tersebut ???

bukannya kata-kata tersebut hanya ada tertulis di kitab suci ??
23 Juli 2009 11:53:26
donyp lagi mencoba untuk lebih cepat... eh malah kepeleset....hahahaa...
23 Juli 2009 11:58:17
hafudo  @Wonggantenk: atau mungkin yang salah bagian sensor? :))
@si_jliteng: benar juga ya boss...
23 Juli 2009 11:58:29
just_me "silahkan tafsirkan sendiri"
=====
=======
kan itu kata kuncinya, eh begitu kita tafsirkan kok disalahkan
seharusnya kalimatnya
====
======
'jangan tafsirkan sendiri, tanya dulu ke setneg biar tidak salah tafsir"
23 Juli 2009 12:19:22
hafudo  @just_me: lebih tepatnya mungkin bung Andi Mallarangeng yang bisa menafsirkan.
23 Juli 2009 12:22:57
NOS Berita inilah.com juga di atas ternyata ada kekeliruan. Disebutkan: "Ini blunder, kesalahan kedua SBY. Pertama, SBY gegabah menyampaikan respon, kedua SBY menyampaikan hal salah lagi dengan mengatakan pidatonya dipelintir," ujar pengamat komunikasi politik UIN Sunan Kalijaga Bandung, Asep Saifulloh Muhtadi kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (23/7).

Lho UIN Sunan Kalijaga kan di Jogja. Kalau di Bandung Syarif Hidayatullah.


23 Juli 2009 13:30:44
polka Hahaha...gw suka komen lo! @just_me:
23 Juli 2009 14:02:31
Ronsen pidatonya didubbing tuh.
23 Juli 2009 14:13:54
phery loh, yang pidato dulu itu cuman sinetron to.
23 Juli 2009 14:24:50
hiszwan apanya yg di plintir...apanya yg diputerbalik!!!!!!
ah bangsaku.... :(
23 Juli 2009 14:31:06
khalif itu namanya kritik dari media kali ya....
23 Juli 2009 15:35:49
heriyadi hmm kayanya lama2 kita butuh penterjemah buat semua pemimpin kita, sebelumnya Mega kita suka ngga ngerti, sekarang yang SBY.

Ayo2 dibuka lowongan jadi penterjemah pernyataan para pemimpin
23 Juli 2009 15:46:46
Samz  @NOS: soal berkeliru-ria kayaknya perlu tanya pakar kelirumologi Jaya Suprana.
23 Juli 2009 16:00:11
Osama Umar apanya yang dipelintir, tanganya kale...??????
live VS Dubbing kale yaaaa..
23 Juli 2009 19:39:53
performax seperti pepatah yang telah patah:


Buruk muka cermin dibelah.
Kaki yang pincang disebut jalan yang tak rata.

Pepatah baru lagi, mesti masuk Kamus Besar Bahasa Feodal;

Lidah yang nyosor disebut media yang plintir.



23 Juli 2009 21:28:48
ibud SBY LEBAYYYYYYYYYYYYYYYY
23 Juli 2009 22:10:07
Mart seharusnya SBY dlm pidato nya cukup menyinggung seputar pengeboman, tidak merembet tentang ancaman yg ditujukan kepadanya. sangat disesalkan..
23 Juli 2009 22:10:26
Carneira Ada 9 menit pidato, dan hanya 1 menit yang diulang terus menerus.

Thanks media. You're awesome.
23 Juli 2009 22:27:33
Ridwan hahaha....
mimpi apa coba?
baru buka politikana ketemu berita begini :))

selamat ya pak
24 Juli 2009 00:04:48
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »