5 Komentar Tulisan

Belajar dari kebesaran hati pemilih • penulis: Retno I Palupi, 13 Juli 2009 12:24:00 • Menarik +4

Diantara dua capres yang sementara ini memperoleh suara diurutan ke dua dan ketiga, baru Jusuf Kalla yang memberikan ucapan selamat atas kemenangan sementara pasangan SBY-Boediono.

Menampilkan 1 - 5 dari 5 komentar.
pradaksina Yap.... Kita tidak perlu mengkahawatirkan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Sepertinya kita justru harus lebih khawatir terhadap kedewasaan para elit politik....
(Di luar segala kekacauan, kecurangan, dan kekurangan pemilu kali ini)
13 Juli 2009 12:32:03
hafudo kalo JK memberi ucapan selamat sebagai wapres, megawati memberi ucapan selamat sebagai mantan presiden ato sebagai rakyat. :))
13 Juli 2009 12:33:01
kalangwan Bagus ini report-nya, ngasih cara baru dalam memandang sengkarut Pemilu. Rakyat kadang lebih dewasa dari yang dikira elit-elitnya yang kadang justru masih kaya level ABG.

*teringat Permadi yang selalu "ngancem" bakal ada goro-goro*
13 Juli 2009 13:57:56
iloenx zaman gini tdk percaya quick count, entahlah, seorang teman menyarankan orang2 itu mulai sekolah lagi dari TK. apalagi quick count dilakukan oleh lebih dari lembaga survei dg hasil yang relatif sama. apalagi selain quick count ada pula quick report yang dilakukan RRI/TVRI. Dan apalagi hasil htungan KPU jg selaras dgn itu.

Terbukti massa/konstituen/para pendukung capres pun ternyata juga cukup dewasa menerima quick count itu. Jadi, logikanya terbalik: massa lebih dewasa daripada pemimpinnya. karena itu, layaknya massanya yg jadi pemimpin, sedang pemimpin2 itu mending tidur aja....
13 Juli 2009 15:37:33
boiga yah, mungkin karena rakyat kecil tidak berebut kuasa. mereka hanya berharap hidup layak. sementara orang2 di atas yang sudah terhitung memiliki kehidupan layak, tidak lagi peduli apa artinya kelayakan.

peace

*halah..
14 Juli 2009 00:54:39
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »